Kematian Elly Risman, Muhasabah untuk Peradaban Gemilang

0
161
kematian elly risman

Kematian Elly Risman – Beberapa hari yang lalu, Indonesia sekali lagi kehilangan sosok pionir perubahan dengan adanya kematian Elly Risman. Sosok tersebut mungkin jarang terdengar seperti nama selebgram maupun para jajaran artis cantik dan menarik. Sebab, beliau adalah salah satu penggerak lagu dengan bahasa Minang.

Sobat Cahaya Islam, tersebarnya berita kematian Elly Risman dari berbagai platform media harusnya mnejadi renungan bersama bagi generasi.

Sebab, sosok Almarhumah Elly bisa dijadikan panutan bagi generasi dengan karakter follower di jaman sekarang.

Mengapa Generasi Perlu Merenungi Kematian Elly Risman?

kematian elly risman

Sobat Cahaya Islam, merenungi kematian adalah sebuah hal yang harus menjadi kebiasaan umat muslim. Mengapa demikian? Sebab, semakin sering umat mengingat yang namanya kematian, semakin dekat pula umat dengan keberkahan Allah SWT.

Begitu pula dengan kematian sang legendaris, almarhumah Elly Risman. Kiprahnya beliau dalam memperjuangkan lagu daerah tentu patut diacungi jempol.

Salah satu hal yang dapat generasi ambil sebagai ibroh atau pembelajaran yakni semangat dan tekad beliau untuk melambungkan lagu dengan bahasa daerah setempat bahkan gigihnya beliau dalam perjuangkan hak anak.

Faktanya, dari jaman dahulu sampai sekarang umat masih menganggap sepele bahasa setempat bahkan terkesan tak mau melakukan obrolan menggunakan bahasa tersebut.

Padahal, bahasa setempat adalah bahasa yang dulunya dapat berfungsi sebagai alat komunikasi efektif di daerah tertentu.

Bagaimana Cara Generasi Menumbuhkan Semangat Juang Tinggi?

Sobat Cahaya Islam, salah satu karakter positif dari mendiang Ibu Elly Risman yakni sosoknya yang tangguh dan memiliki daya juang tinggi. Karakter seperti ini tentu susah untuk umat dapatkan dari generasi.

Sebab, hari ini faktanya banyak kita lihat bahwa sebagian generasi malah seringkali berada dalam lingkaran negatif, bukan yang positif. Naudzubillah. Hal ini sesuai dengan salah satu hadits masyhur yakni :

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Artinya : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101).

Hal tersebut bisa saja terpengaruh dari beberapa faktor salah satunya ketidaktauan akan esensi dari apa yang sedang generasi perjuangkan.

Berikut beberapa rekomendasi strategi agar umat dapat menumbuhkan semangat daya juang tinggi dalam diri:

1.    Pahami Filosofi

Salah satu hal yang dapat umat pastikan dalam generasi muslim yakni pemahaman akan filosofi dari segala aktivitas yang mereka lakukan.

Ini adalah aspek yang penting sebab akan berimbas pada keseluruhan dampak dari aktivitas yang telah generasi lakukan.

Membahas filosofi memang tak sekedar membalikkan telapak tangan, namun harus senantiasa coba umat sampaikan ketika ada forum bersama.

2.    Sosialisasikan Bersama

Setelah umat dapat memahami filosofi dalam dirinya, umat pun harus menyebarluaskan kepada generasi lainnya.

Sehingga filosofi tersebut tidak hanya tersampaikan lewat lisan saja dari satu orang melainkan semua yang terlibat juga ikut memahami.

Peradaban gemilang yang besar, tentu tak kan umat dapatkan seperti membalikkan telapak tangan saja. Namun juga harus ada daya juang yang tinggi dalam diri umat.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kematian Elly Risman dan urgensitasnya bagi generasi untuk senantiasa melakukan perenungan terhadap setiap kejadian.

Semoga artikel ini dapat menjadi rekomendasi bacaan bagi umat sehingga generasi bangsa tak mudah bersantai ria dan rebahan saja. Aamiin Yarobbal ‘Alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY