Dunia Itu Manis dan Hijau, Pantas Banyak yang Tergoda

1
550
Dunia Itu Manis dan Hijau Menggoda

Dunia Itu Manis dan Hijau – Sobat Cahaya Islam, dunia tampak seperti taman yang indah. Dunia menghadirkan warna-warni kesenangan. Siapa yang tidak tergoda oleh kenyamanan, makanan lezat, rumah mewah, dan gelar bergengsi?

Namun, manis dan hijaunya dunia hanyalah sesaat. Semua itu hanyalah ujian. Allah menguji manusia dengan dunia untuk melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang lalai. Sebagai umat muslim, tentu-lah kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan di dunia ini.

Dunia Itu Manis dan Hijau, Begitu Menggoda

Sah-sah saja jika seseorang menyukai dunia. Tapi, jika ia berlebihan dalam cintanya kepada dunia, maka hal itu bisa menggelincirkannya ke dalam kelalaian. Faktanya, banyak manusia yang lupa kepada Allah setelah melihat dan merasakan kesenangan dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau.” (1)

Sobat Cahaya Islam, dunia memang menggoda karena banyaknya keindahan dan kenikmatan di dalamnya. Pantas saja jika manusia begitu menginginkannya. Sayangnya, kenikmatan dunia itulah yang kerap kali membuat kita lupa diri.

Maka, hendaknya kita berhati-hati dengan urusan dunia. Namun, bukan berarti kita harus melupakannya. Allah menciptakan dunai sebagai tempat ujian. Manusia tidak dilarang mencintai dunia, asalkan tidak lupa bahwa kehidupan sejati berada di akhirat.

Keindahan Dunia Hanyalah Ujian

Saat kamu mendapatkan kekayaan, Allah sedang mengujimu. Apakah kamu akan bersyukur atau sombong? Saat kamu diuji dengan kemiskinan, Allah juga sedang menguji apakah kamu bersabar atau mengeluh.

Allah ﷻ berfirman:

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

“Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian.” (2)

Dari hadits di atas, kita sebagai manusia harus sadar bahwa kita harus melewati ujian dengan Syukur dan sabar. Meski terlihat mudah, namun nyatanya banyak orang yang masih tidak bersyukur, bahkan selalu merasa kurang puas atas nikmat di dunia ini. Apalagi sabar, banyak orang yang tidak tahan dengan ujian bertubi-tubi.

Kenikmatan Dunia Tidak Sebanding dengan Surga

Sobat Cahaya Islam, orang yang cerdas tidak mudah tertipu. Ia tahu bahwa dunia bisa menghancurkan iman jika tidak digunakan dengan benar. Ia sadar bahwa dunia tidak sebanding dengan satu tetes air surga.

Jangan biarkan keindahan dunia membuatmu lalai dari akhirat. Jangan biarkan juga dunia menjauhkanmu dari shalat, membaca Al-Qur’an, dan beramal sholih. Ketika kenikmatan dunia datang, gunakan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperkuat ibadah.

Kita semua tahu bahwa Rasulullah ﷺ hidup dalam kesederhanaan. Beliau tidur di atas tikar kasar, padahal beliau bisa meminta kenikmatan dunia. Namun, beliau memilih akhirat karena tahu bahwa dunia ini hanya sebentar.

Sobat Cahaya Islam, dunia memang manis dan hijau. Namun, hanya yang bisa menahan diri yang akan selamat. Maka, mari gunakan dunia ini untuk mencari pahala. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang lulus dari ujian dunia, dan mendapat ganjara berupa surga yang kekal abadi.


Referensi:

(1) Sahih Muslim 2742

(2) QS. Al-Anbiya: 35

1 KOMENTAR

  1. karena cinta dunia, seseorang bisa menipu, mencuri, bahkan menzalimi orang lain. Kebenaran dikorbankan demi keuntungan

LEAVE A REPLY