Mengenal Tata Cara Sholat Witir dengan Cermat

0
574

Shalat adalah salah satu kewajiban umat muslim. Shalat juga salah satu cara Allah SWT untuk bisa berkomunikasi dengan hamba-hamba-Nya. Seperti kita ketahui, bahwasanya Allah sudah menetapkan tata cara sholat melalui rasulullah SAW. Namun, kenyataannya sekarang, kita dapat menemukan berbagai macam perbedaan mulai dari gerakan sampai bacaan saat shalat. Pada kesempatan ini, Tim Cahayaislam akan membahas tentang satu hadits yang berkaitan tentang salat. Terkhusus untuk shalat witir.

Tata cara sholat witir Rasulullah menurut hadits Abu Dawud

Hadits yang pertama membahas tentang tata cara sholat yang berkaitan tentang bacaan witir. Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Hadits ini adalah hadist ke-1225 yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ وِتْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ رُبَّمَا أَوْتَرَ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ مِنْ آخِرِهِ قُلْتُ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَتُهُ أَكَانَ يُسِرُّ بِالْقِرَاءَةِ أَمْ يَجْهَرُ قَالَتْ كُلَّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا أَسَرَّ وَرُبَّمَا جَهَرَ وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ قَالَ أَبُو دَاوُد و قَالَ غَيْرُ قُتَيْبَةَ تَعْنِي فِي الْجَنَابَةِ

Artinya : Telah menceritakan kepada Kami Qutaibah bin Sa’id?, telah menceritakan kepada Kami Al Laits bin Sa’d dari Mu’awiyah bin Shalih dari Abdullah bin Abu Qais, ia berkata; saya bertanya kepada Aisyah mengenai witir Rasulullah , ia berkata; terkadang beliau melakukan witir pada awal malam, dan terkadang melakukan witir di akhirnya. Saya katakan; bagaimana bacaan beliau, apakah beliau menyamarkan bacaan atau mengeraskannya? Aisyah berkata; semua itu pernah beliau lakukan. Beliau terkadang menyamarkan dan terkadang mengeraskan, terkadang beliau mandi kemudian tidur terkadang beliau berwudhu kemudian tidur. Abu Daud berkata; selain Qutaibah berkata; yang dimaksudkan Aisyah adalah ketika dalam keadaan junub.

Hadits di atas menceritakan tentang Abdullah bin Abu Qais yang bertanya kepada salah satu istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah RA mengenai tata cara sholat witir rasulullah dan juga bacaannya. Aisyah berkata bahwa rasulullah terkadang mengerjakan shalat witir pada awal malam (sehabis maghrib) dan terkadang akhir malam (sebelum subuh). Beliau juga terkadang menyamarkan bacaannya, namun terkadang beliau juga mengeraskan bacaannya.

Menurut beberapa ulama, salah satu aspek yang perlu dilakukan dalam hal salat witir yaitu dengan wajib adanya doa qunut, ini menurut salah satu mazhab, jika ia lupa hendaknya diganti dengan sujud syahwi. Kita sadar tidak semua orang hafal doa qunut, maka orang-orang yang belum bisa membaca qunut dengan baik sebaiknya membaca:

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Tata cara sholat witir dilakukan dengan bilangan rakaat ganjil dengan batas maksimal sebelas rakaat, sedang waktu mengerjakannya ialah sejak hilangnya mega merah hingga terbit fajar. Namun dari penuturan beberapa ulama yang tim cahayaislam temui yang lain mengatakan bahwa qunut dalam salat witir adalah sunah muakad dan bukan merupakan satu hal mutlak yang harus dilakukan setelah shalat witir.

Tentu ada beberapa hadits lain yang juga bisa kita gunakan sebagai referensi tata cara sholat witir. Yang perlu kita lakukan adalah mengkaji dengan khidmat dan bertoleransi pada perbedaan yang ada. Jangan bersikap judgmental namun perlu adanya sikap menerima satu sama lain. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!