Banjir Bekasi Kembali Merendam Pemukiman Warga-Inilah Kewajiban Muslim Terhadap Kehendak Allah SWT!

0
59

Banjir Bekasi – Selama dua hari beruturut-turut, kawasan Jabodetabek diguyur hujan. Hal ini menyebabkan terjadinya Banjir Bekasi yang merendam beberapa pemukiman warga. Berdasar hasil observasi lapangan, banjir tersebar di 94 titik yang tersebar di sekitar 12 kecamatan di kota Bekasi. Banjir ini disebabkan beberapa faktor, yakni hujan deras, adanya air kiriman dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi- Bogor yang membuat Kali Cakung meluap.

Sobat Cahaya Islam, setiap musibah yang datang tentunya merupakan kehendak dari Allah SWT. Seperti halnya yang terjadi di kota Bekasi, genangan airnya mencapai 10 cm hingga 2.5 meter. Dikabarkan sekitar 8396 warga terdampak banjir dan diungsikan ke berbagai posko penampungan. 

Kewajiban Manusia Terhadap Kehendak Allah SWT

Dalam menghadapi musibah yang terjadi tentunya harus disertai dengan sikap yang bijak. Allah SWT memiliki Kuasa dan Kehendak terhadap segala hal yang terjadi. Di samping itu, terdapat beberapa kewajiban yang hendaknya dilakukan seorang muslim. Di antara kewajiban tersebut yakni sebagai berikut.

1.   Senantiasa Bersyukur ketika Mendapatkan Nikmat

Sobat Cahaya Islam, Allah SWT memerintahkan kepada setiap hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur kala mendapatkan nikmat. Rasa syukur terhadap karunia yang diberikan serta terhindarnya dari segala bencana yang terjadi. Allah SWT senantiasa mengingatkan untuk bersyukur serta melenyapkan perasaan membanggakan diri (ujub).

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yakni sebagai berikut.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (Qs. Al Baqarah: 152)

2.   Bersabar ketika Mendapatkan Musibah

Selanjutnya, senantiasa bersabar ketika mendapatkan musibah. Salah satu kewajiban lainnya yang hendak dilakukan seorang muslim. Musibah merupakan takdir Allah SWT yang hendaknya diterima dengan penuh kesabaran yang akan meningkatkan kesempurnaan tauhid seseorang. Hindari sikap marah dan tidak sabar ketika mendapatkan ujian yang menimpa hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

واعلم أن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسر يسرا

“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)

3.   Senantiasa Beristigfar saat Tergelincir Dosa

Kewajiban lainnya yakni beristigfar ketika tergelincir suatu dosa. Berbeda dengan malaikat yang besih dari segala dosa, manusia sewaktu-waktu bisa tergelicir pada jurang maksiat yang menjadikannya berdosa.

Lalu, kewajiban yang harus dilakukan yakni bertobatlah ketika hal itu terjadi. Memperbanyak istigfar disertai tekad tidak akan mengulanginya lagi adalah sikap yang harus dilakukan seorang muslim.

Alalh SWT berfirman dalam ayat berikut:

  وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

” … Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (QS. An Nur: 31). “

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki dua karunia yakni akal dan syahwat. Akal cenderung digunakan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan syahwat jika tidak diarahkan ke hal yang baik, maka akan cenderung mengarah pada maksiat. Naudzubillah!

Demikianlah Sobat Cahaya Islam ulasan singkat terkait beberapa kewajiban yang harus dilakukan setiap manusia dalam menghadapi setiap kehendak Allah SWT. Musibah Banjir Bekasi senantiasa menjadi pengingat atas perbuatan buruk yang telah dilakukan. Semoga senantiasa mengambil hikmah besar di balik musibah yang terjadi. AAmiin!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY