Kajian Islam: Kita Harus Bagaimana Ya Jika Lupa Saat Sholat?

0
1319

Kajian islam tentang lupa saat shalat – Sholat adalah rukun Islam yang ke dua yang hukumnya wajib. Itulah kenapa kita harus sholat 5 kali sehari. Mungkin kita sejak kecil sudah diajari cara Sholat oleh orang tua atau guru spiritual/ulama kita. Tapi namanya juga manusia, makhluk Allah yang merupakan tempat salah dan dosa, kadang sering lupa, bahkan saat Sholat.

Sobat Cahayaislam pernah mengalami kan, Sholat tapi lupa sudah berapa rakaat? Atau mungkin lupa gerakan-gerakan lain. Selama tidak meninggalkan rukun Sholat, Sholatmu tetap sah kok. (lihat penjelasan rukun sholat dan hadits tentang ketentuannya disini). Lalu kita harus bagaimana kalau lupa ketika dalam keadaan sholat? Inilah yang akan kita bahas dalam kajian Islam hari ini.

ada satu cerita serupa terjadi pada Rasulullah SAW yang tim Cahayaislam nukil dari riwayat Bukhori 1224 :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ بُحَيْنَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَكْعَتَيْنِ مِنْ بَعْضِ الصَّلَوَاتِ ثُمَّ قَامَ فَلَمْ يَجْلِسْ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ وَنَظَرْنَا تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ قَبْلَ التَّسْلِيمِ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ ثُمَّ سَلَّمَ‏.‏

“Rasulullah saw shalat mengimami kami pada salah satu shalat fardhu , setelah mendapat 2 raka’at beliau langsung berdiri dan tidak duduk (tahiyyat). Maka orang-orangpun ikut berdiri bersamanya. Setelah selesai dari shalatnya , kami menunggu ucapan salam beliau. Ternyata beliau bertakbir sebelum salam dan melakukan sujud 2 kali sementara beliau dalam keadaan duduk, kemudian barulah mengucapkan salam.”

Kasus-kasus Lupa yang Sering Terjadi dalam Sholat

Kajian Islam ini merangkum beberapa kasus lupa saat melakukan Sholat. Setidaknya ada 2 kasus yang paling sering terjadi. Pertama, yang paling sering terjadi adalah jumlah rakaat. Misalnya, sholat Dzuhur yang harusnya 4 rakaat malah kebablasan jadi 5 rakaat atau mungkin malah kepotong jadi 3 rakaat.

Yang kedua, gerakan sholat juga sering terjadi kasus lupa dalam sholat. Misalnya adalah saat Sholat Isya’ kita lupa tidak melakukan tasyahud awal setelah rokaat ke dua dan langsung berdiri ke rekaat ketiga. Atau mungkin kita sujud hingga 3 kali dalam 1 rakaat.

Kasus lupa seperti ini yang mebuat kita harus mempelajari kajian Islam sujud sahwi yang dikisahkan dalam hadits diatas agar kita tahu apa yang harus dilakukan. Tim cahayaislam ingat dulu ketika masih di sekolah menengah pertama, imam sholat lupa dan kurang satu rekaat kemudian salam. Karena tidak tahu ilmu tentang sujud Sahwi, imam tersebut malah mengulang lagi sholat tersebut. Padahal tinggal menambah satu rekaat kemudian sujud sahwi saja sudah cukup.

Makmum Harus Bagaimana Jika Imam Lupa dalam Sholat?

Dalam kajian Islam ini, kita juga mempelajari bagaimana seharusnya jika kasus lupa seperti di atas terjadi dalam sholat berjamaah. Dalam hal ini, makmum laki-laki dan perempuan memiliki cara berbeda untuk mengingatkan Imamnya.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ التَّسْبِيحُ لِلرِّجَالِ وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ ‏”‏‏

Dalam hadits riwayat Bukhori 1203 diatas dijelaskan bahwa Rasulullah bersabda:

Saat Imam Sholat lupa, makmum laki-laki harus mengucapkan “Subhanallah”  (سبحان الله) agar Imam mengetahui kalau ia salah. Berbeda dengan makmum laki-laki, makmum perempuan tidak mengucap tasbih tapi menepuk punggung tangan kiri menggunakan telapak tangan kanannya. Jadi, setelah sobat cahayaislam sekalian setelah mengetahui kajian Islami ini, kita tidak boleh bingung lagi jika Imam lupa saat Solat berjamaah.

Bagaimana Jika Rukun Shalat yang Lupa?

Meskipun kelupaan dalam Shalat bisa diganti dengan sujud sahwi, dalam kajian Islam ini tim Cahayaislam tekankan kalau sujud sahwi hanya “mengganti kelupaan” yang bukan merupakan rukun dalam Sholat. Misalnya, jika kita lupa membaca surat Al-Fatihah saat Sholat, maka Sholat kita rusak dan tidak sah.Jadi, harus mengulanginya lagi dari awal. Tidak cukup dengan sujud sahwi.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ‏”

(H.R Bukhori 756) – tidak ada sholat bagi seseorang yang tidak membaca Al fatihah

Shalat memiliki syarat-syarat yang harus dilakukan dan kita harus memenuhi itu. Jadi jangan sampai kita tidak bisa membedakan mana yang boleh diganti dengan sujud sahwi dan mana yang tidak. Jangan sampai sholat kita tidak diterima gara-gara tidak sah.

Kasus lupa seperti apa sajakah yang berlaku untuk sujud Sahwi?

Lalu kasus lupa seperti apa sajakah yang berlaku untuk melakukan sujud sahwi guna membuat sholat kita tetap diterima? Tim Cahayaislam telah mengkajinya dengan beberapa alim ulama tentang hal ini dan mendapati 5 kasus yang sobat cahayaislam bisa aplikasikan sujud sahwi.

5 kasus lupa menurut banyak alim ulama tersebut antara lain adalah: (1) Bila ada yang kurang pada shalat, (2) Bila ada kelebihan dalam sholat, (3) Bila sudah terlanjur melakukan salam tetapi masih ada kekurangan rekaat, (4) Bila memiliki rasa bimbang/ragu dalam sholat, kemudian yakin dan (5) Bila memiliki rasa bimbang/ragu dalam sholat, kemudian masih ada rasa ragu.

Kasus pertama adalah bila ada kekurangan dalam sholat. Semisal seseorang lupa dan tidak menjalankan tahiyyat awal. Kasus kedua bila kelebihan dalam sholat adalah semisal seseorang kelebihan rekaat sholat. Kasus ketiga adalah seseorang sudah terlanjur salam dan ternyata masih ada kurang dalam sholatnya (misalnya kurang satu rekaat).

Kasus keempat dimana seseorang ragu-ragu dalam sholatnya tapi kemudian dia ingat akan kesalahan/keraguannya. Misalnya seseorang lupa apakah dia sudah menjalanka 1 atau 2 rekaat dalam sholat subuhnya, kemudian dia ingat bahwa dia memang baru menjalankan 1 rekaat, maka dia melanjutkan ke rekaat kedua lalu sebelum salam menambahkan 2 sujud sahwi.

Kasus kelima dimana seseorang ragu-ragu dalam sholatnya, tapi kemudian dia masih ragu-ragu. Misalnya seseorang lupa apakah dia dalam rekaat ke-4 atau kelebihan rekaat menjadi 5 rekaat pada sholat Ashar (padahal ternyata dia kelebihan 1 rekaat). Namun dia benar-benar tidak bisa mengingat sudah sampai berapa rekaat sholatnya. Maka cukup menambahkan 2 sujud sahwi saja sebelum salam.

Bagaimana Cara Sujud Sahwi dan apa yang dilafadzkan?

Terakhir, kajian Islam ini akan membahas tentang cara sujud sahwi itu sendiri. Sujud sahwi dilakukan di akhir Sholat sebelum salam. Jadi, kapanpun kita ingat kalau kita telah lupa dalam sholat, sujud sahwi tetap dilakukan di akhir nanti sebelum salam. Sujud sahwi dilakukan 2 kali. Namun, ada juga beberapa hadits yang membolehkan sujud sahwi dilakukan setelah salam dan kemudian salam lagi.

Sujud sahwi bukan hanya sekedar 2 sujud saja. Sujud sahwi bertujuan agar kelupaan kita saat sholat tadi termaafkan sehingga sholat kita tetap sah. Tentu saja, ujud sahwi harus dilafadzkan dengan benar. Adapaun lafadz sujud sahwi yang telah tim Cahayaislam tanyakan kepada beberapa ulama dalam kajian Islam ini adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

“Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan tidak pernah lupa”

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku”

Nah, kira-kira itulah sedikit saja ulasan kajian islam tentang apa yang harus dilakukan ketika lupa pada saat sholat. Semoga dengan ini sobat Cahayaislam tidak akan bingung lagi tetang apa yang harus dilakukan kalau suatu saat menemui situasi lupa saat sholat berjamaah atau lupa saat sholat sendiri.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!