Bagaimana Islam Memandang Aksi Demo Warga Madura?

0
24
demo warga madura

Demo Warga Madura – Beberapa hari yang lalu, media massa dipenuhi oleh pemberitaan terkait demo warga Madura yang menolak program penyekatan Jembatan Suramadu. Selain itu, para warga juga memprotes adanya program swab antigen ketika warga keluar dari Madura.

Tentu hal ini cukup membuat dilema Indonesia. Di satu sisi, negara sedang berupaya untuk memastikan protokol kesehatan tetap jalan. Sementara di sisi lain, warga juga perlu untuk menyambung kehidupan perekonomian.

Sobat Cahaya Islam, demo warga Madura bukanlah suatu hal yang dilarang dalam Islam. Walaupun memang demo tersebut malah memantik terjadinya penyebaran virus, namun negara juga perlu untuk tetap menghargai motif warga Madura yang tak ingin mengalami infeksi sebagai akibat dari swab antigen yang dilakukan berkali – kali.

Bagaimana Pandangan Islam terhadap Penyampaian Demo Warga Madura?

demo warga madura

Isi penyampaian dalam demo tersebut yakni berkaitan dengan protes warga agar tidak secara terus – menerus menjalankan swab antigen sebab takut malah terkena infeksi. Selain itu, alasan kuat lainnya warga ingin memprotes terkait fasilitas tempat isolasi bagi yang positif Covid-19. Menurut warga, tempat tersebut tak layak menjadi tempat penampungan isolasi.

Dalam Islam, menyampaikan protes merupakan suatu hal yang wajar sebab jika warga tak dapat terpenuhi haknya, tentu mereka harus bersuara. Salah satu sarana untuk menyampaikan protes yakni dengan melakukan aktivitas demonstrasi.

Bolehkah Demonstrasi dalam Islam?

demo warga madura

Demontrasi seringkali terpilih menjadi satu – satunya aktivitas yang terpilih untuk menyampaikan protes. Jika protes dalam bentuk tulisan maupun gambar, kadangkala kalangan pemerintah masih terkesan acuh. Walhasil, umat memilih opsi demonstrasi.

Dalam Islam, terdapat beberapa ragam mengenai hukum demonstrasi. Pertama, aktivitas ini hukumnya haram. Mengapa? Salah satu alasan yang menjadi penyebab keharamannya yakni terdapat berbagai kemudharatan dalam demonstrasi. Beberapa hal merugikan diantaranya adalah :

1. Anarkis

Fakta yang seringkali terjadi yakni orang – orang bersifat anarkis dengan merusakkans egala fasilitas yang ada. Padahal, dalam islam sendiri perusakan tersebut bukanlah hal yang benar. Selain membawa kerugian, juga menjadi penambah dosa bagi perusaknya.

2. Menjatuhkan Lawan

Selain anarkis, demonstrasi juga dapat menjadi pembenaran untuk aktivitas menjatuhkan lawan. Salah satu hal yang biasa terjadi yakni mempertanyakan kondisi personal. Alih – alih mengkritik tentang kebijakan yang berlaku, malah aib personal yang terumbar.

Tentu hal tersebut tak sesuai dengan karakter kaum muslimin dimana mereka harus menjaga kehormatan diri dan umat lainnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni :

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ . فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

Allah berfirman, “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat & takut.” (Al-Quran, surat Thaahaa: 43-44)

3. Memicu Pertikaian

Selain menjatuhkan lawan, demonstrasi juga dapat memicu terjadinya pertengkaran apabila umat tal mampu membendung emosi kemarahannya. Fakta ini pun sering terjadi. Bahkan saking emosinya, umat sampai tega melukai sang lawan hingga tak berdaya bahkan berujung maut.

Selain haram, demonstrasi juga merupakan suatu hal yang boleh artinya tak terdapat keharaman didalamnnya. Sebagai catatan, demo boleh jalan asalkan tak menjadikan laki – laki dan perempuan saling berbaur satu sama lain. Sehingga posisi demo mereka haruslah terpisah. Selain itu, demo tersebut tak menjadi pemicu bagi kerusakan barang – barang yang ada.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah pandangan Islam mengenai Demo Warga Madura yang beberapa hari ini sempat viral di media massa. Semoga ke depannya, tak ada lagi umat muslimin yang salah konsep dalam memahami demonstrasi serta penerapannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY