Putri Mako – Beberapa hari ini banyak media gencar memberitakan tentang pernikahan Putri Mako dimana pasangannya bukan dari kaum bangsawan.
Sebagian warga asli Jepang merasa wajar saja sebab fakta pertunangan Mako dengan Komuro sudah terjadi sejak 2017.
Sobat Cahaya Islam, pernikahan Putri Mako dengan pasangan dari golongan biasa tentu menjadi berita trending sebab hal tersebut adalah pertama kalinya putri kerajaan menikahi golongan sipil.
Siapa Putri Mako?
Sobat Cahaya Islam, mungkin ada sebagian umat yang tak kenal dengan Putri Mako.
Sebelum menikah, Ia merupakan putri kerajaan yang lahir dari putra sulung mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko. Mako juga merupakan keponakan dari Naruito, seorang Kaisar.
Di tahun ini, Ia berusia 30 tahun. 3 tahun silam, banyak masyarakat Jepang menolak pernikahannya dengan Kei Komuro sebab dia hanya berasal dari kalangan sipil.
Sejak beredarnya berita pertunangan tersebut, Mako mengalami depresi berat akibat bullyan dari banyak masyarakat.


Sehingga menyebabkan pernikahannya mengalami penundaan. Baru di tahun inilah, akhirnya Mako dan Kei mengambil keputusan besar untuk menikah.
Sejak Ia resmi menikah dengan Kei, maka di saat yang sama pula Ia harus kehilangan gelar sebagai putri kerajaan.
Selain itu, statusnya pun akan berubah menjadi warga negara sipil sama seperti yang lainnya. Jikapun nantinya Mako melahirkan keturunan, maka anaknya tidak dapat memiliki tahta dan mendapat gelar lagi.
Sebagian besar menganggap bahwa aturan tersebut tidak memanusiakan sebab cinta tak dapat dihentikan.
Selain itu, aturan ini pun juga merugikan pihak perempuan saja. Sebab, jika laki – laki yang menikahi warga sipil maka status kerajaannya tidak akan hilang.
Hal ini pun menjadi konsentrasi bagi para perumus aturan kerajaan Jepang. Hanya saja, nampaknya mereka akan sedikit kesulitan sebab bertentangan dengan pihak yang masih memegang prinsip konservatif.
Bagaimana Umat Menyikapi Kasus Mako tersebut?
Sobat Cahaya Islam, kasus yang Mako alami juga pernah terjadi pada pangeran Harry dan Meghan Markle.
Dalam Islam sendiri, semua umat harusnya memiliki kedudukan yang sama baik itu keluarga kerajaan maupun rakyat biasa.
Hal utama yang membedakan umat yakni derajat taqwa, bukan dari segi financial maupun status keluarga.
Maka dari itu, penting bagi umat hari ini untuk senantiasa menyampaikan bahwa pandangan Islam terhadap umat lainnya adalah pandangan memuliakan dan mensejahterahkan.
Sebab, di jaman sekarang ini masih banyak umat muslim yang memandang umat lainnya dari strata sosial.
Jangankan Mako, kehidupan asmara umat saja banyak terjegal lantaran perbedaan strata sosial yang kadang tak mendapat banyak dukungan dari keluarga.
Tips Mencintai dalam Islam
Cinta dalam Islam adalah hal yang mulia. Tak pantas rasanya jika umat menodai dengan seperangkat aturan konservatif hanya karena landasan strata sosial belaka.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Putri Mako dan tips sederhana dari Islam terkait dengan cinta.
Padahal pernikahan adalah sebuah ikatan antar pasangan agar saling memberikan kenyamanan dan rasa aman.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya : Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
Semoga artikel ini dapat menjadi referensi bacaan bagi umat di kala senggang. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.






























