75 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Makna Kemerdekaan Menurut Pandangan Islam!

0
93
75 Tahun Indonesia Merdeka dan Pandangan Islam

75 tahun Indonesia merdeka – 17 Agustus merupakan hari yang diperingati sebagai hari kemerdekaan. Dimana pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia dinyatakan bebas merdeka dari penjajahan di jaman sebelumnya. Itu sebabnya, hari yang penuh momentum ini diabadikan sebagai hari peringatan bagi rakyat Indonesia dari tahun ke tahun. Tepat pada hari ini tahun 2020, Indonesia dinyatakan sudah 75 tahun merdeka. Tentu saja ini merupakan salah satu momen terbesar yang patut untuk kita syukuri. Sehingga kita bisa menjalani hidup dengan tenang saat ini.

75 Tahun Indonesia Merdeka dan Pandangan Islam Tentang Makna Kemerdekaan

Hari kemerdekaan mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan dan juga para ulama pada masa penjajahan dulu. Bukan hanya memperjuangkan Indonesia agar terbebas dari penjajah. Namun juga bagaimana para ulama berjuang untuk menyiarkan islam. Meskipun sebelumnya masyarakat Indonesia memang mayoritas muslim. Dalam memperjuangkan Indonesia, banyak pejuang yang harus gugur dan syahid kala itu. Ini sebabnya, 17 Agustus menjadi hari penuh kehormatan dan diperingati oleh bangsa Indonesia. Lalu bagaimana makna kemerdekaan itu dalam pandangan agama islam?

75 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Makna Kemerdekaan Sesungguhnya Menurut Islam

75 Tahun Indonesia Merdeka dan Makna Kemerdekaan Dalam Islam

75 tahun Indonesia merdeka merupakan sesuatu yang harus kita syukuri. Karena berkat perjuangan para pejuang, kita dan generasi lainnya bisa menjalani hidup dengan merdeka. Makna kemerdekaan sendiri seringkali diartikan sebagai makna terbebasnya kita dari penjajahan atau keberhasilan menumpas penjajahan di Indonesia. Sehingga negara kita bisa berdiri atas kepemimpinan Indonesia itu sendiri. Sementara dalam pandangan islam, kemerdekaan ini adalah kemuliaan manusia. Ini artinya, manusia yang mulia adalah mereka yang merdeka.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Ayat ini menerangkan bahwasanya manusia adalah makhluk yang istimewa. Itu artinya, Allah sudah memuliakan manusia bahkan sebelum terlepasnya dari penjajahan. Namun merdeka yang dimaksud dalam pandangan islam bukan hanya sekedar terbebas dari penjajahan atau musuh saja. Melainkan kemerdekaan secara syariat islam. Apa artinya?

Makna Kemerdekaan Dalam Islam Adalah Tetap Dalam Fitrahnya

75 Tahun Indonesia Merdeka dan Pandangan Islam

Dalam islam, kemerdekaan juga merupakan suatu hal besar yang menjadi kemuliaan manusia. Namun makna kemerdekaan yang diartikan sebagai keberhasilan melepaskan Indonesia dari penjajahan atau musuh saja. Ini adalah makna yang sempit. Kemerdekaan dalam pandangan islam, adalah ketika manusia tetap dalam fitrahnya. Dengan kata lain, manusia yang tetap berpegang pada agama islam dan tauhid.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita memaknai kemerdekaan ini sebagai pembebasan diri dari hal-hal yang merujuk pada kesyirikan yang bisa menyesatkan dari jalan fitrahnya. Sehingga merdeka yang sesungguhnya adalah bebasnya diri dari segala hal yang menyimpang dari aturan islam dan sunnah Rasulullah dalam kehidupan.

75 tahun Indonesia merdeka – merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Namun sebagai sebagai seorang muslim, mari kita bersyukur dan memaknai kemerdekaan sesuai dengan syariat yang ada.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Isra’ Ayat 70

(2) – Surat Al-A’raf Ayat 172

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY