Wali Kota Bandung Terjerat Korupsi, Ini Hukuman yang Pantas untuk Koruptor

0
408
Wali Kota Bandung

Wali Kota Bandung – Korupsi adalah salah satu bentuk kejahatan yang biasanya menjerat pejabat pemerintahan di sebuah negara termasuk Indonesia. Baru-baru ini, Wali Kota Bandung juga terjerat tindakan kejahatan korupsi.

Tertangkapnya pejabat di Kota Bandung tersebut mengartikan bahwa korupsi masih merajalela di Indonesia. Tentu saja ini merupakan fakta miris yang membuat warga negara menderita.

Penangkapan Wali Kota Bandung dalam Kasus Korupsi

Beberapa waktu lalu, penyidik KPK menggeledah Balai Kota Bandung selama 5 jam setelah penangkapan Wali Kota Bandung atas kasus korupsi. Sesudah penggeledahan selesai, pihak penyidik membawa keluar 3 koper dan beberapa dokumen.

Plh Walkot Bandung Ema Sumarna menuturkan, penggeledahan terjadi di Kantor Wali Kota, ATCS, Wakil Wali Kota, serta Kantor Dishub. Ema Sumarna menuturkan ia tak mengetahui secara pasti jenis maupun jumlah dokumen yang KPK bawa dalam penggeledahan itu.

Walaupun begitu, dia tak menampik terdapat dokumen kertas serta hard drive yang berasal dari ruang ATCS. Menurut penuturannya, ketika KPK melakukan penggeledahan, mereka memasang segel di ruangan-ruangan yang tengah dalam pemeriksaan.

Sebagai informasi, pemeriksaan terjadi usai penetapan Yana Mulyana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tentang pengadaan CCTV serta penyedia jasa internet. Tak hanya Yana, terdapat dua pejabat di Dishub Bandung juga menjadi tersangka.

Tindakan Korupsi dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, aksi korupsi seperti yang Wali Kota Bandung merupakan tindakan tercela. Bahkan bisa dibilang bahwa korupsi adalah masalah yang tak pernah selesai secara universal di semua negara.

Dalam islam, korupsi disebut sebagai semua tindakan yang merugikan orang lain. Tindakan korupsi merugikan dengan cara memakan harta haram, mencuri, menyuap, melanggar janji, sudah mengkhianati amanat.

Semua hal itu akan berdampak terhadap rusaknya kepentingan umum maupun kehidupan dalam skala lebih besar. Islam memandang bahwa bentuk korupsi berupa penyuapan, berkhianat, hirabah, aklu suht, merampas, merusak, serta pencurian.

Korupsi dalam Tinjauan Hukum Islam

Sanksi untuk korupsi sejatinya tak disebutkan dengan jelas dalam nash seperti hukum potong tangan bagi pelaku pencuri. Untuk tindak pidana korupsi, ada sejumlah unsur yang bisa menjadi pertimbangan bagi hakim dalam menentukan jenis hukumannya.

Berikut ini ada beberapa pilihan hukuman bagi pelaku korupsi jika melihat tinjauan hukum dalam islam:

1.    Menjauhkan dari Pergaulan Sosial

Hukuman seperti ini pernah nabi Muhammad SAW lakukan kepada 3 orang sahabat yang tak mau ikut berperang dalam peperangan Tabuk.

Nabi Muhammad SAW menjauhkan atau mendiamkan ketiganya sampai 50 hari sampai turun firman Allah yang berbunyi:

“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi Telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun Telah

sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka Telah mengetahui bahwa

tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja.

Kemudian Allah menerima Taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.(Q.S. at-Taubah: 188) 

Hukuman seperti ini bertujuan agar para koruptor seperti terpenjara dan tak ada yang mau membantu mereka saat kesusahan.

2.       Hukuman Berupa Harta atau Denda

Berikutnya ada hukuman yang berupa denda ataupun harta. Hukuman tersebut seperti hukuman yang diberlakukan kepada pencuri buah yang masih berada di pohon.

Wali Kota Bandung

Nabi Muhammad SAW bersabda:

ومن خرج بشيء منه فعليه غرامة مثليه والعقوبة (رواه 

النساءي)

“Siapa saja yang mengambil barang orang lain, maka ia harus mengganti dua kali lipat nilai barang yang telah ia ambil dan ia harus diberi hukuman” (H.R. an-Nasai: 4872)

3.       Hukuman Dera atau Cambuk

Hukuman cambuk atau dera kepada pelaku korupsi bermaksud untuk membuatnya jera dan tidak dimaksudkan untuk melukai. Sebab nabi Muhammad SAW pernah bersabda agar memukul anak yang tak mau salat supaya mereka sadar:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مروا أولادكم 

باالصلاة وهم أبناء سبع سنين واضربوهم عليها وهم 

أبناء عشر وفرقوا بينهم في المضاجع (رواه أحمد)

“Suruhlah anak-anak kamu untuk shalat ketika mereka telah mencapai usia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika mereka tidak mengerjakannya bila umur mereka telah mencapai sepuluh tahun dan pisahkanlah antara mereka di tempat tidur” (H.R. Ahmad : 6402)

Wali Kota Bandung

Dengan begitu, besar harapan agar para koruptor merasa jera dan tidak melakukan korupsi lagi.

Itulah beberapa hukuman yang sebenarnya pantas untuk para koruptor berdasarkan perspektif islam. Pasalnya hukum negara Indonesia berupa penjara tidak efektif membuat jera sehingga muncul kasus korupsi baru seperti Wali Kota Bandung.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY