Ustaz Maher Ingin Minta Maaf kepada Habib Luthfi, Ketahui Adab Muslim terhadap Ulama

0
154

Habib Luthfi – Ulama karismatik dari Pekalongan, sekaligus masih keturunan Nabi Muhammad SAW ini, baru-baru kabarnya tersorot oleh media. Hal ini dikarenakan adanya ujaran yang kurang baik ditujukan kepada beliau oleh Ustaz Maher.

Namanya ulama, pasti punya banyak muhibbin (pencintanya) karena perlakuan yang kurang baik terhadap Habib Luthfi, Ustaz Maher diseret ke ranah hukum. Beberapa hari kemudian, terdengar Ustaz Maher menginginkan untuk meminta maaf kepada beliau. Semoga bisa terlaksana.

Ulama, manusia pilihan yang mendapatkan amanah dengan ilmu yang Allah SWT berikan kepadanya. Kedudukan ulama dalam Islam dapat dikatakan mentereng. Sebagaimana dalam hadis berikut yang menyebutkan bahwa ulama adalah pewaris para nabi.

لْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. al-Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681)

Sobat Cahaya Islam, ulama dari hadis di atas menunjukkan bahwa beliau merupakan pewaris nabi dari segi keilmuannya. Apalagi, jika ulama itu juga memiliki darah keturunan kepada nabi, itu berarti beliau mewariskan dari segi ilmu dan nasab nabi.

Oleh karena itu, muslim mari kita bahas bersama bagaimana adab yang baik dan benar menurut ajaran agama Islam terhadap ulama.

Adab terhadap Ulama termasuk kepada Habib Luthfi

Ada beberapa adab yang perlu dilakukan oleh setiap muslim terhadap hubungan antar manusia, khususnya kepada ulama, yang mana ulama merupakan manusia pilihan yang dipercayai akan keilmuannya.

Berikut beberapa adab terhadap ulama yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat banyak kita temui ulama di Indonesia, baik yang masyhur dari panggung ke panggung, maupun yang tidak terlalu masyhur di kalangan umum.

  • Menghormati Ulama

Ulama patut dihormati, sebab lewatlantaran beliau eksistensi ilmu agama bisa terus berjalan. Maka sudah selayaknya umat Islam menghormati ulama yang banyak jasanya dalam urusan agama yang semakin hari semakin beragam ketentuan yang diperlukan.

  • Berkata yang Baik dan Sopan

Berbicara dengan ulama harus tahu tata caranya, tentunya dengan bahasa yang baik dan cara penyampaian yang sopan. Jikalau belum mampu berbicara yang baik lebih baik diam, tidak layak berkata-kata kotor, atau menyudutkan ulama.

  • Posisikan Duduk di Bawah Ulama

Berkumpul dalam satu majelis bersama ulama, ada hal yang indah, momen yang tepat untuk meraup berkah beliau. Oleh karena itu, salah satu adab terhadap ulama yakni memosisikannya diri duduk di bawah ulama, semisal ulama duduk di kursi.

  • Jaga Tingkah Laku di Depan Ulama

Menyesuaikan diri dengan keadaan alias adaptasi, ternyata juga digunakan dalam hal muamalah, hubungan timbal balik antar manusia. Apabila, sedang bersama ulama sesuaikan tingkah laku kita, tidak seperti ketika sedang berkumpul dengan kawan pada biasanya.

Intinya usahakan jaga tingkah laku saat sedang bersama ulama. Sebab, pada hakikatnya kemuliaan seseorang bisa menjadi poros bagaimana orang lain menempatkannya.

  • Memuliakan Ulama

Ulama pewaris para nabi, memuliakan ulama menjadi hal yang baik untuk dilakukan. Adapun caranya antara lain dengan menjamu ulama sebaik mungkin, saat sesaat bertamu ke rumah kita.

Lima adab terhadap ulama, semoga sobat Cahaya Islam bisa menerapkannya. Semoga kita juga bisa mengikuti langkah para ulama termasuk guru kita Habib Luthfi dari Pekalongan. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY