Toleransi dan Kerukunan dalam Islam – Hidup di tengah masyarakat yang beragam ras, budaya, dan agama, kadang membuat kita lupa satu hal penting, yaitu kerukunan merupakan ajaran Islam. Ya, Islam sejak awal memang sudah mengajarkan kita untuk hidup damai, saling menghargai, dan tidak gampang baper dengan perbedaan.
Perintah Toleransi dan Kerukunan dalam Islam
Kalau kita buka Al-Qur’an, banyak sekali ayat yang membicarakan tentang toleransi dan kerukunan. Salah satunya yang paling populer adalah QS Al-Hujurat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا
“Wahai manusia, sungguh Kami telah meciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang Perempuan. Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.” (1)
Lihat? Allah menciptakan kita dengan berbeda-beda suku dan bangsa bukan agar saling menyalahkan, tapi saling mengenal. Artinya, perbedaan itu justru anugerah buat kita agar kitab isa belajar bertoleransi dengan orang lain, suku lain, bangsa lain, ras lain, dll.
Indahnya Saling Menghargai Perbedaan


Selain itu, ada juga QS Al-Kafirun, yang mengajarkan sikap saling menghormati dalam beragama:
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (2)
Sekilas ayat di atas seperti tidak mengajarkan toleransi dan kerukunan. Bukan berarti kita cuek atau tidak peduli, tapi lebih ke menghargai pilihan orang lain dalam hal iman, tanpa harus ikut campur urusan keyakinan pribadi.
Nabi Muhammad ﷺ juga menjadi teladan yang paling keren dalam hal ini. Sewaktu tinggal di Madinah, beliau hidup berdampingan dengan kaum Yahudi dan Nasrani. Bahkan, beliau membuat Piagam Madinah yang isinya jelas-jelas mengajak hidup rukun, damai, dan saling bantu meski berbeda agama.
Toleransi dan Kerukunan dalam Islam Terhadap Non-Muslim
Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah juga berfirman:
لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusirmu dari kampung halamanmu.” (3)
Ayat di atas sangat jelas bahwa kita tharus berbuat baik dan berlaku adil dengan orang non-muslim selama mereka tidak memerangi kita atau mengusir kita dari tanah tempat kita tinggal.
Jadi, masih mau nyinyir di medsos hanya karena berbeda pendapat? Yuk, ingat lagi bahwa Islam itu agama yang rahmatan lil ‘alamin — rahmat untuk seluruh alam. Tidak hanya untuk satu golongan, tapi untuk semua manusia.
Kalau kita benar-benar ingin menjadi Muslim yang baik, yuk mulai dari hal kecil: jaga ucapan, jangan gampang men-judge orang lain, dan terbuka dengan perbedaan. Karena di balik semua itu, ada pahala besar dan hati yang lebih tenang.
Penutup
Kerukunan bukan bukan hanya wacana, tapi merupakan bagian penting dari iman kita. Islam mengajarkan toleransi, bukan hanya dalam teori, tapi nyata lewat ayat-ayat Al-Qur’an dan contoh hidup Nabi Muhammad. Oleh karena itu, mari menjadi bagian dari solusi, bukan penyebab konflik. Karena dunia ini butuh lebih banyak cinta, bukan drama!
Referensi:
(1) Q.S. Al-Hujurat 13
(2) Q.S. Al-Kafirun 6
(3) Q.S. Al-Mumtahanah 8
































