Taman Pustaka Muhammadiyah – Langkah besar dalam penguatan budaya literasi kembali Muhammadiyah tunjukkan melalui Majelis Pustaka dan Informasi. Organisasi ini resmi melakukan soft launching Taman Pustaka Muhammadiyah yang berlokasi di Kantor PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar menambah ruang baca, tetapi juga menjadi simbol komitmen dalam menjaga jejak sejarah persyarikatan secara lebih terbuka dan inklusif.
Merawat Sejarah Melalui Taman Pustaka Muhammadiyah
Wakil Ketua II MPI, Widyastuti, menegaskan bahwa Taman Pustaka Muhammadiyah kini dapat masyarakat akses secara luas. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan ini resmi dibuka untuk umum dengan prosedur yang sederhana. Pengunjung cukup membawa identitas diri atau KTP untuk dapat menikmati berbagai layanan yang tersedia.
Lebih dari sekadar tempat membaca, Taman Pustaka Muhammadiyah juga berfungsi sebagai pusat arsip penting. Berbagai dokumen dan catatan perjalanan organisasi tersimpan secara sistematis. Fasilitas ini akan menjadi penjaga memori kolektif sekaligus sumber referensi yang kaya bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Anam Sutopo, menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas ini akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, ruang yang telah tersedia merupakan ruang koleksi utama.
Ke depan, rencana akan memulai pembangunan ruang pustaka kedua sebagai area baca tambahan guna meningkatkan kenyamanan dan kapasitas layanan. Pengembangan bertahap ini bertujuan untuk menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya modern dari segi fasilitas, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai keilmuan dan sejarah Muhammadiyah.
Harapannya fasilitas ini mampu menjadi pusat literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui soft launching ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam membangun ruang literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, pengelola berencana terus memperkaya koleksi serta meningkatkan kualitas layanan, sehingga Taman Pustaka ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus menjadi rujukan utama dalam memahami sejarah dan pemikiran persyarikatan.
Implementasi Spirit Iqra dan Penguatan Tradisi Keilmuan
Kegiatan soft opening dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan literasi berbasis kelembagaan. Dalam sambutannya, Sayuti menegaskan bahwa pendirian Taman Pustaka Muhammadiyah merupakan wujud nyata dari implementasi nilai Iqra.
Ia menilai, keberadaan perpustakaan tidak hanya sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Sayuti menyoroti pentingnya peningkatan akses layanan perpustakaan.


Sayuti mencontohkan praktik di berbagai kampus luar negeri yang membuka perpustakaan hingga 24 jam, sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar. Untuk mendukung hal tersebut, perlu merekrut relawan guna memperkuat sumber daya manusia dalam pengelolaan taman pustaka.
Selain itu, aspek fasilitas juga menjadi perhatian. Sayuti menekankan perlunya lingkungan yang nyaman dan layanan yang optimal agar pengunjung dapat memanfaatkan perpustakaan secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya menjaga serta menambah koleksi buku, arsip, dan dokumen sejarah agar tetap relevan dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Dengan demikian, Taman Pustaka bisa menjadi pilar utama dalam penguatan literasi dan pelestarian sejarah Muhammadiyah.
Sayuti optimistis dengan pengelolaan yang baik, fasilitas ini berpotensi menjadi salah satu perpustakaan dengan jam layanan terpanjang di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan Taman Pustaka Muhammadiyah akan berlanjut agar memiliki sistem yang lebih baik lagi.































