Harga Sapi Kurban Tinggi, Tak Surutkan Semangat Idul Adha

0
62
Harga Sapi Kurban

Harga Sapi Kurban – Selama masa pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa harga sapi kurban mengalami lonjakan. Harga tersebut tentu sebanding dengan kualitas sapi yang terjual sepaket dengan harga perawatan agar daging tetap terjaga dan terhindar dari paparan virus Covid – 19.

Sobat Cahaya Islam, tingginya harga sapi kurban di negeri nyatanya tak menyurutkan niat umat untuk tetap berkurban. Bahkan, momen pandemi menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri pada Rabbi serta meminta perlindungan.

Bagaimana Umat Menanggapi Lonjakan Harga Sapi Kurban di Pasaran?

Sobat Cahaya Islam, melonjaknya harga sapi kurban tentu terjadi karena beberapa faktor. Selain melonjak di saat masa pandemi, harga ini terjadi sebab mayoritas pedagang tetap ingin memprediksi keuntungan dari hewan kurban yang terjual. Keuntungan sebelum dan sesudah pandemi tentu tak sebanding.

Sebab, di masa sulit seperti sekarang, mayoritas hewan kurban perlu mendapatkan perawatan secara intensif serta jaminan kesehatan secara berkala. Sebab hal tersebut berkaitan dengan terjaminnya mutu serta ualitas daging sembelih.

Momen lonjakan seharusnya dapat umat jadikan sebagai lecutan diri dan memaknai kembali esensi kurban. Seperti yang umat ketahui bersama, bahwa berkurban tidak sekedar memberikan hewan terbaik namun juga kedekatan dengan Allah Ta’ala melalui hewan kurban yang terjamin mutunya.

Masa pandemi tentu harus menjadi momen untuk mengikhlaskan segala kepemilikan yang umat punyai termasuk uang lebih yang umat belanjakan demi kepentingan kurban. Awalan, tentu sebagian besar umat merasa akan kehilangan jatah maupun uang belanja serta keperluan pribadi. Namun, jika umat menilik kembali biaya tersebut tak sebanding dengan keberkahan yang Allah SWT berikan selama ini.

Bagaimana Strategi Memaknai Membelanjakan Harta di Jalan Allah?

Harga Sapi Kurban

Sobat Cahaya Islam, umat muslim tentu mengetahui bahwa membelanjakan harta di jalan Allah adalah suatu kebaikan. Namun tak banyak umat yang mengetahui esensi hakiki dari membelanjakan harta di jalan Allah. Sebab, masih banyak di masa pandemi seperti ini umat yang berfoya – foya bahkan tak segan untuk menghamburkan harta benda yang ia punya.

Memang, secara logika kepemilikan harta tersebut adalah kepunyaan setiap umat. Namun, sejatinya harta benda yang umat miliki sebagiannya ada hak yang harus diberikan kepada anak yatim maupun kaum dhuafa. Berikut beberapa rekomendasi bagi umat dalam membelanjakan harta di jalan Allah :

1.    Melakukan Bakti Sosial Kepada Anak Yatim Piatu

Salah satu aktivitas kebaikan yang sangat Allah SWT senangi yakni senantiasa melakukan aktivitas bakti sosial bersama anak yatim piatu. Di masa pandemi, wasilah untuk melakukan bakti sosial dapat umat lakukan dengan menyalurkan kepada pihak yang terkait.

Jika memungkinkan, maka umat dapat ikut melakukan aktivitas tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Ad Dhuha ayat 9 yakni :

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

Artinya :  Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

2.    Sedekah Lewat Lembaga Sosial

Selain bakti sosial, umat juga dapat menyalurkan dana melalui lembaga sosial seperti ACT, Dompet Dhuafa, LAZIS serta tempat kelembagaan lainnya yang sudah terjamin dan banyak mendapatkan kepercayaan dari para donatur.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai harga sapi kurban serta beberapa aktivitas rekomendasi bagi umat untuk tetap bisa membelanjakan harta di jalan Allah SWT. Semoga umat dapat lebih mendapatkan keberkahan dari Allah SWT agar semakin barokah hidupnya. Aaamin Yarobbal ‘Alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY