Renungan Hari Anak Nasional di Tengah Wabah

0
67
Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional – Di akhir bulan Juli, negeri tengah bersuka ria dengan selebrasi Hari Anak Nasional. Namun, selebrasi kali ini harus dirayakan di tengah pandemi. Kendati demikian, peringatan akan hari anak tersebut tetap dapat umat nikmati melalui berbagai pemaknaan terkait dunia parenting.

Sobat Cahaya Islam, peringatan Hari Anak Nasional tak boleh sekedar menjadi selebrasi belaka. Umat perlu aksi nyata untuk mewujudkan kesejahteraan anak- anak bangsa yang masih belum banyak mendapatkan kesempatan yang sama rata.

Bagaimana Umat Islam Menyikapi Hari Anak Nasional di tengah Wabah?

Hari Anak Nasional

Sobat Cahaya Islam, seperti yang telah umat ketahui bersama bahwa anak adalah aset berharga yang tak ternilai. Sehingga Sebagian besar orang  tua menaruh harapan besar pada anak – anaknya untuk memajukan kesejahteraan.

Namun, agaknya banyak harapan yang tak sesuai realita. Kondisi generasi negeri sendiri kurang bisa mencerminkan harapan orang tua. Alih – alih membawa harapan, justru para orang tua memiliki kekhawatiran yang amat sangat dalam. Hal ini bisa ditengarai dari beberapa permasalahan generasi seperti degradasi moral, pergaulan bebas, serta kasus anak lainnya.

Hari Anak Nasional haruslah menjadi ajang evaluasi dari segi Pendidikan dan aspek lainnya. Permasalahan tambahan lainnya yakni, kondisi para generasi yang tak terkendali ketika pandemi. Sungguh sangat meresahkan bukan?

Namun, sepertinya tak banyak yang menyadari. Sebab, seringkali hari anak tersebut hanya menjadi ajang selebrasi belaka. Biasanya lebih terisi dengan lomba maupun agenda selebrasi lain yang kadang tak berdampak pada jangka panjang untuk selamatkan generasi.

Mengapa Umat Perlu Waspada dengan Kondisi Generasi di tengah Wabah?

Hari Anak Nasional

Sobat Cahaya Islam, kekhawatiran umat akan kerusakan generasi hamper terlihat di depan mata. Bila umat tak segera mengambil Tindakan, maka bisa saja generasi akan menjadi umat yang rapuh dan lemah. Padahal, karakter ideal dari generasi sudah jelas termaktub dalam Alqur’an yakni Surat Ali Imron ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”

Dalam surat tersebut, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa karakter umat adalah karakter umat terbaik. Umat terbaik selalu identik dengan pembawa perubahan, kebaikan serta senantiasa membela dan memperjuangkan Islam. Namun, kondisi ini nampaknya masih belum terwujud sebab karakter generasi sedang tertutup oleh berbagai permasalahan.

Salah satu faktor terbesar yang menjadikan Pendidikan karakter muslim sedikit terhambat yakni ketika terjadi wabah. Wabah menjadikan aktivitas on – site menjadi aktivitas yang harus diisi secara online, khususnya di bidang Pendidikan.

Padahal, syaikh Taqiyuddin menjelaskan bahwa Pendidikan harus terjadi secara talaqqi, tatap muka secara langsung dan tak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan saja. Melainkan sang pendidik ikut melihat para peserta didik dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang ia pelajari. Jika harus terjadi secara online, tentu sangat kesulitan bukan?

Belum lagi serangan dari berbagai gempuran media sosial seperti Tik Tok, Snack Video dan aplikasi pengumbar lainnya. Tentu, media social tersebut malah menjadikan harga diri seorang muslim khususnya Muslimah menjadi ternodai sebab bisa banyak orang akan menikmatinya. Naudzubillah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Hari Anak Nasional serta renungan yang harus umat segera tindaklanjuti. Semoga ke depan, hari anak tak sekedar menjadi selebrasi namun dapat menjadi sebuah rencana untuk segera beraksi di dunia nyata. Aamiin yarobbal’alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY