Tahun Baru Islam dan Maknanya Bagi Umat Islam

0
43

Tahun Baru Islam – Berbeda dengan tahun baru Masehi yang tepat pada tanggal 1 Januari. Sebab kalau kalender Masehi dihitung berdasarkan revolusi bumi mengelilingi matahari. Sedangkan kalender Islam atau yang kita kenal dengan tahun Hijriyah dihitung berdasarkan revolusi bulan.

Sehingga tahun Hijriyah dikenal dengan Tahun Qomariyah (bulan), dan tahun Masehi dikenal dengan tahun Syamsiah (matahari). Meski berbeda, tahun Hijriyah dan tahun Masehi sama-sama memiliki 12 bulan dalam satu tahun penuh.

Sobat Cahaya Islam, ternyata penetapan satu tahun terdiri dari 12 bulan telah diatur oleh Allah SWT, melalui firman-Nya dalam surah At-Taubah ayat tiga.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. At-Taubah [9] : 3

Subhanallah, rahasia alam semesta termasuk perhitungan bulan dalam setahun terjabar dalam Al-Qur’an Al-Karim. Padahal tahun baru Islam baru akan berjalan 1442 Hijriyah tanggal 20 Agustus Tahun Masehi.

Tahun baru Hijriah bertepatan pada tanggal 1 Muharram yang sejarahnya dimulai dari waktu Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Namun, kalender Hijriyah baru ditetapkan ketika masa Khalifah Umar bin Khattab.

Tahun baru Masehi yang jatuh pada bulan Januari, dirayakan dengan meriah dan disambut dengan maraknya, bagaimana dengan kita sebagai umat Islam memaknai tahun baru Hijriah? Yuk kita bahas makna tahun baru Hijriah.

Maknanya Tahun Baru Islam

  1. Waktu Muhasabah Diri

Muhasabah atau introspeksi diri dari semua kejadian di tahun yang lalu. Adakah suatu hal yang kurang di satu tahun yang lalu, ingat akan kelalaian diri yang masih suka seenaknya sendiri, bahkan sering menyepelekan ketentuan agama, seperti menunda untuk berbuat baik.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita perbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, atas kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Salah satunya dengan cara berdoa akhir tahun baik secara individu atau mengikuti majelis-majelis di masjid yang diadakan sore hari menjelang 1 Muharram.

  1. Membuka Lembaran Baru

Ada awal ada akhir, ada doa penutup tahun ada di pembuka tahun. Umat Islam dianjurkan untuk berdoa awal tahun agar tahun baru yang akan dijalani semakin berkah sesuai dengan ajaran Islam.

Setelah melakukan introspeksi diri sudah selayaknya sadar diri dan berusaha memperbaiki diri dengan membuka lembaran baru. Lembaran baru yang lebih baik semestinya, seperti berikut ini.

  • Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT
  • Menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang ditentukan oleh agama Islam
  • Mengisi waktu dengan banyak berzikir
  • Berpuasa sunah (Puasa Asyura)
  • Menyantuni anak yatim-piatu
  1. Momen Penting bagi Umat Islam

Jika tahun baru Masehi dirayakan, tahun baru Hijriah tidak kalah penting dirayakan sebagai bentuk bersyukur kepada Allah SWT telah bertambah satu tahun. Seperti kebahagiaan Islam yang meningkat ketika nabi hijrah.

Perayaan dalam menyambut tahun baru ini sering beragam tiap daerah ada yang dengan mengadakan Pengajian Akbar, Majelis Sholawat, doa bersama, pawai, dan santunan anak yatim-piatu.

Tiga makna tahun baru Islam itu hanya sekelumit dari sekian banyak makna yang tersembunyi yang tidak mampu dijabarkan semua. Terpenting bagi kita sobat Cahaya Islam mari introspeksi diri, lalu buka lembaran baru dengan perbanyak amalan-amalan.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!