Suarakan Pilihanmu di Pilkada 2020, Adab Berpendapat dalam Islam

33
1245

Pilkada 2020 – Terlihat berbeda dengan Pilkada di tahun-tahun sebelumnya. Di mana Pilkada tahun ini, yang awalnya akan diselenggarakan pada bulan September lalu, tapi karena adanya musibah pandemi virus Corona maka Pilkada diundur.

Pengunduran Pilkada 2020 rencananya akan dilakukan pada Rabu, 9 Desember mendatang. Hanya saja mengingat pasien Covid-19 masih juga merambah, sempat mengalami kontroversi. Meskipun begitu, pihak pemerintah menyarankan rakyat untuk tetap menyuarakan pilihkan lewat kotak suara.

Menyuarakan pilihan, walaupun ada sebagian daerah yang hanya memasang satu kandidat dan pilihan lainnya adalah pilihan suara kotak kosong. Pihak KPU tetapi berharap masyarakat untuk tidak golput (tidak memilih sama sekali).

Sobat Cahaya Islam, terkait dengan Pilkada yang sudah  kebutuhan bagi negara demokrasi. Tentu antar setiap orang diberikan kebebasan pendapat dalam bermasyarakat, khususnya demi meraih kemaslahatan bersama.

Dalam berpendapat, muslim perlu tahu adab-adabnya (etika) yang benar agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. Beradab sendiri merupakan cerminan adanya akhlak yang baik dalam menjalani muamalah (hubungan sesama manusia).

Berikut hadis yang menunjukkan pentingnya beradab, sebagai barometer baiknya akhlak seseorang.


أكملُ المؤمنين إيمانًا أحسنُهم خُلقًا

“Kaum Muminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: “hasan sahih”).

Berdasarkan hadis di atas jelas bahwa muslim yang beriman yang paling baik adalah yang paling baik akhlaknya.

Adab Muslim Berpendapat termasuk ketika Pilkada 2020

Ada beberapa adab yang bisa muslim lakukan di saat berpendapat di muka umum, termasuk dalam masa demonstrasi.

  • Meminta Izin ketika Akan Berpendapat

Muslim yang baik, sebaiknya ketika mau berpendapat terlebih dahulu izin terlebih dahulu, seperti dengan mengacungkan tangan, atau menunggu instruksi dari pihak moderator yang memimpin jalannya kegiatan.

  • Menggunakan Bahasa yang Baik dan Sopan

Terpenting untuk diperhatikan, muslim saat berpendapat perlu memilih diksi (pilihan kata) atau bahasa yang baik dan benar menyesuaikan konteks pembicaraan, dan dalam lingkup apa berpendapat itu.

  • Tidak Menyerobot Orang Lain yang Sedang Berbicara

Ide muncul di sela-sela pembicaraan orang lain itu adalah hal yang wajar bahkan sering terjadi. Tetapi, tidak diperkenankan menyerobot orang lain yang sedang berbicara sebab itu tidak sesuai dengan ajaran Islam dan tidak sopan.

  • Tidak Menjelekkan Pihak Lain yang tidak Sependapat

Perbedaan dalam berpendapat boleh saja, yang tidak diperbolehkan menjelek-jelekkan orang lain yang tidak sejalan dengan pendapat kita. Bukanlah Islam mengajarkan untuk saling toleransi dalam keberagaman?

Jika memang berbeda, serta terukur jauh dari pendapat yang lainnya. Maka perlu saling bermusyawarah mencari jalan keluarnya manakah yang paling baik, atau bisa mengambil dua sisi dikolaborasikan menjadi hal yang baru, untuk saling menguatkan.

  • Mengucapkan Terima Kasih setelah Berpendapat

Jika di awal sebaiknya meminta izin akan berpendapat, di akhir pun sama sebaiknya mengucapkan pepatah yang menunjukkan akhir dari rangkaian berpendapat.  Adab ketika telah selesai berpendapat yakni mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan serata waktu untuk mengutarakan pendapat.

Sobat Cahaya Islam, lima adab berpendapat di atas semoga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pula, Pilkada 2020 kelak bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan bangsa. Aamiin.

33 KOMENTAR

  1. Gunakan hak suara, Ini adalah hak bagi setiap masyarakat untuk ikut andil dalam memilih calon pemimpin. Namun sebagai seorang muslim, memilih calon pemimpin juga harus memperhatikan beberapa hal. Jangan sampai mengabaikan nilai-nilai agama dalam memilih pemimpin yang adil dan amanah ya

  2. Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you writing this article plus the rest of the site is very good

  3. Semoga kita semua bisa memilih dengan hati, berpendapat dengan adab, dan tetap menjaga persaudaraan meskipun berbeda pilihan.

  4. MasyaAllah, semoga panduan ini bisa jadi pedoman ketika kita ikut berpartisipasi dalam demokrasi.

  5. Artikel ini bukan hanya relevan untuk 2020, tapi untuk kapan pun. Karena adab & penghormatan pada perbedaan adalah nilai universal.

  6. Penulis berhasil menjembatani antara kewajiban berpendapat dan menjaga ukhuwah. Ini yang dibutuhkan umat sekarang.

  7. Semoga banyak yang membaca ini dan menjaga akhlak ketika berbeda pilihan — sebagai bukti bahwa Islam mengajarkan toleransi dan adab.

  8. Bagus sekali! Artikel ini mengajak kita berpikir bahwa memilih bukan sekadar hak, tapi tanggung jawab moral & keimanan.

  9. Alhamdulillah, pembahasannya relevan terutama di masa banyak opini bertebaran. Membantu kita bersikap bijak sebelum bersuara.

  10. Sangat bermanfaat bagi umat yang ingin ikut serta dalam proses politik tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Terima kasih sudah mengingatkan pentingnya adab dalam berpendapat.

  11. MasyaAllah, artikel ini mengingatkan kita bahwa menyuarakan pendapat harus dengan adab dan etika — bukan kebencian atau kebisingan.

LEAVE A REPLY