Soal Konsesi Tambang, Ini Respons NU dan Muhammadiyah

0
80
soal konsesi tambang

Soal Konsesi Tambang – Keputusan Presiden Joko Widodo yang mengizinkan organisasi masyarakat keagamaan mengelola soal konsesi tambang mendapatkan respons yang beragam. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024, menyatakan akan memberikan izin pengelolaan tambang melalui badan usaha milik ormas keagamaan.

Dua ormas keagamaan terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, juga memberikan respons atas langkah Jokowi tersebut. Pengurus Besar NU (PBNU) turut memuji keputusan Jokowi itu.

Respons Soal Konsesi Tambang

PBNU sendiri bergerak cepat dengan membentuk perusahaan untuk bisa mengelola konsesi tambang itu. Sementara, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tidak ingin gegabah menerima begitu saja tawaran dari pemerintah. Respons positif justru telah ditunjukkan oleh Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PP Muhammadiyah.

Lembaga strategis yang ada di bawah PP Muhammadiyah ini juga telah mengatakan pemberian izin terkait pengelolaan tambang tanpa melewati proses lelang yang melanggar. Namun, akan membuka kran tindak pidana korupsi. Berikut ini sudah ada ulasan terkait respons NU dan Muhammadiyah atas pemberian soal konsesi tambang dari pemerintah:

1. NU puji Jokowi dan bentuk perusahaan

soal konsesi tambang

Yahya Cholil Staquf, selaku Ketua Umum PBNU mengatakan keputusan Jokowi memberikan izin pengelolaan tambang kepada ormas keagamaan merupakan langkah yang cukup berani. Kebijakan ini termasuk langkah tepat yang menjadi terobosan penting.

Tujuannya untuk bisa memperluas pemanfaatan sumber daya alam yang dikuasai oleh negara. Hal ini juga berguna untuk kemaslahatan rakyat secara langsung.

Yahya saat ini juga turut menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi keputusan Jokowi dalam memberikan konsesi tambang ke sejumlah ormas keagamaan, termasuk NU.

Menurut Yahya, PBNU sendiri bertanggung jawab untuk menggunakan konsesi tambang itu dengan sebaik-baiknya. PBNU juga telah mengklaim bisa mengelola konsesi tambang yang diberikan oleh negara.

Menurutnya, PBNU sudah mempunyai jaringan organisasi yang terstruktur dari pusat hingga tingkat daerah. Sekaligus, juga sudah tersedia layanan masyarakat di berbagai bidang.

Jaringan tersebut tentu bisa menjadi salah satu media untuk menyalurkan manfaat dari tambang yang diberikan negara. Tidak hanya mengumbar apresiasi, tentu PBNU juga langsung bergerak cepat untuk membentuk perusahaan yang akan mengelola izin tambang tersebut.

Bahkan, PBNU juga telah menunjuk bendahara umumnya. Menurut Yahya, Gudfan Arif sendiri bisa dibantu oleh kader lain di PBNU yang mempunyai kemampuan manajemen perusahaan.

Namun, Yahya tidak merincikan siapa saja sosok yang akan langsung dilibatkan. Bahkan, juga tidak menyatakan nama badan usaha yang diklaim sudah terbentuk.

Yahya juga telah menambahkan bahwa pembentukan perusahaan ini sebagai salah satu bentuk kesiapan PBNU. Hal ini bertujuan untuk bisa menerima konsesi tambang dari pemerintah.

2. Muhammadiyah tidak gegabah

soal konsesi tambang

Sementara, PP Muhammadiyah tidak ingin gegabah atas pemberian izin tambang tersebut. Bahkan, telah menegaskan bahwa pemberian izin pengelolaan tambang pada dasarnya menjadi kewenangan pemerintah.

Meski begitu, PP Muhammadiyah telah menilai keputusan Jokowi itu tidak akan membuat ormas keagamaan bisa langsung mengelola tambang begitu saja. Mu’ti menerangkan sampai saat ini tidak ada pembicaraan antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Apalagi yang berkaitan dengan kemungkinan pengelolaan tambang tersebut. Dirinya juga telah menekankan bahwa Muhammadiyah tidak akan tergesa-gesa dan mengukur kemampuan diri. Hal ini agar pengelolaan tambang tidak menimbulkan permasalahan bagi organisasi, masyarakat, bangsa, serta negara maupun  Sobat Cahaya Islami.

Sementara itu, Lembaga Hukum dan HAM PP Muhammadiyah menyatakan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia tidak mempunyai kewenangan melakukan penawaran. Bahkan, pemberian izin usaha soal konsesi tambang kepada badan usaha yang dimiliki ormas.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY