Jadi Kendaraan, Warga LDII Wonomulyo Modifikasi Barang Bekas

0
74
Warga LDII Wonomulyo

Warga LDII Wonomulyo, Kalimantan Utara berhasil membuat kendaraan angkut serba guna, yaitu mobil ledok bermesin diesel. Bahan yang digunakan berupa mesin diesel bekas, kerangka mobil tua, serta besi tua yang masih layak pakai.

Nastopa, selaku Bendahara PAC LDII Wonomulyo, mengatakan bahwa seluruh bagian ledok telah dirakit menggunakan bahan bekas. Baik itu, mulai dari kerangka hingga mesin.

Warga LDII Wonomulyo Modifikasi Barang Bekas

Nastopa juga telah mendatangkan mekanik handal yang sudah berpengalaman dalam merakit mobil bekas dan ledok. Tujuannya untuk bisa memastikan kualitas perakitan.

Dirinya mengungkapkan mekanik sudah mahir terkait perakitan. Sementara itu, untuk biaya peralatan dan perakitan sepenuhnya telah didanai oleh PAC LDII Wonomulyo dan sumbangan dari warga LDII setempat.

1. Waktu Perakitan Lebih 60 Hari

Warga LDII Wonomulyo

Proses perakitan ini diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 60 hari. Nastopa juga mengatakan biaya perakitan sepenuhnya telah dibiayai oleh PAC LDII Wonomulyo.

Bahkan, juga merujuk sedekah warga LDII yang ada di Wonomulyo. Anwar Sutanto, selaku Ketua PAC Wonomulyo juga telah mengungkapkan rasa syukurnya atas kekompakan serta kerukunan warga LDII. Sehingga memungkinkan proyek ini terlaksana dengan lancar.

PAC LDII Wonomulyo juga sangat senang kegiatan ini dilakukan untuk membuat ledok. Hal ini bertujuan untuk bisa digunakan dalam gotong royong mencari pasir.

Bahkan, juga memuat buah sawit, mengantar batako, dan lain-lain. Apabila desa Wonomulyo ingin menggunakan, diperbolehkan.

2. Menaungi Usaha Percetakan Batako

LDII PAC Wonomulyo juga saat ini telah menaungi usaha percetakan batako serta paving blok. Keuntungan dari usaha ini sepenuhnya nantinya akan digunakan untuk keperluan kas dari PAC LDII Wonomulyo.

Misalnya saja seperti pengajian generus, pembiayaan pengajian caberawit, dan lainnya. Sementara itu, untuk percetakan batako sudah berjalan kurang lebih dua tahun.

Bahkan, sudah terjual kurang lebih 20.000 batako/paving blok. Usaha ini turut mempekerjakan dua orang warga LDII dengan upah per batako dan paving 1.000 rupiah.

Selain itu, juga telah kerjasama dengan PC LDII Tanjung Palas Timur di bidang perkebunan sawit. Dimana kegiatan tersebut berhasil dilakukan dengan cara bergotong royong.

Hasil dari kebun sawit ini digunakan untuk pembangunan fasilitas. Misalnya saja seperti masjid dan wisma tamu.

Untuk sawit ini, telah bekerja sama dengan PC LDII Tanjung Palas Timur dan penanamannya juga dilakukan dengan cara bergotong royong. Hasilnya nanti akan dipakai untuk berbagai macam pembangunan.

Misalnya saja seperti wisma tamu, masjid, dan masih banyak lainnya. Bahkan, PAC juga telah membuat ledok ini kedepannya bisa dipakai untuk mengangkut hasil perkebunan sawit.

3. Inisiatif Warga LDII

Warga LDII Wonomulyo

Inisiatif warga LDII Wonomulyo dalam memodifikasi barang bekas juga menunjukkan keberhasilan, sehingga menjadi ledok bermesin diesel. Ini juga menjadi contoh nyata kreativitas dan kerjasama masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Proyek tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi Sobat Cahaya Islami. Melainkan, juga akan memupuk semangat gotong royong di antara warga melalui inovasi dan kolaborasi.

Bahkan, diharapkan warga LDII Wonomulyo dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY