Terbakarnya Rumah Sakit Salak, Penting Muslim untuk Bersikap Sabar

0
570
Rumah Sakit Salak

Rumah Sakit Salak – Terbakarnya Rumah Sakit Salak tentu menjadi duka mendalam bagi negeri. Lagi – lagi kebakaran menjadi penyebab rusaknya fasilitas masyarakat. Padahal kehadiran Rumah Sakit amatlah penting bagi masyarakat untuk menunjang terpenuhinya kesehatan.

Sobat Cahaya Islam, fasilitas negara seperti Rumah Sakit Salak bukanlah satu-satunya yang mengalami kejadian kebakaran.

Sebelumnya, juga ada beberapa gedung pemerintahan juga mengalami hal serupa. Seharusnya hal ini perlu menjadi evaluasi. Minimal dari segi tindakan penyelamatan saat terjadinya kebakaran.

Kebakaran Rumah Sakit Salak, Wujud Fenomena untuk Belajar Sabar

Musibah yang dialami Rumah Sakit Salak tentu memberikan dampak yang signifikan bagi warga sekitar. Andaikata kebakarannya tidak menyeluruh, namun tetap saja ada kerugian yang harus dirasakan.

Kerugian tersebut tentu bukan sekedar uang receh, namun butuh pemulihan dengan strategi yang matang. Maka dari itu, sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar dan biasa menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut, haruslah legowo dan sabar menerima musibah tersebut.

Bagi masyarakat secara umum, tentu juga perlu memberikan dukungan moril bagi warga sekitar yang terdampak.

Adapun disisi pemerintahan, sangat penting untuk segera melakukan peninjauan ulang dan merekonstruksi bangunan agar menjadi bangunan rumah sakit yang kokoh.

Selain rugi, negara juga perlu membangun ulang bangunan rumah sakitnya. Walhasil, pajak yang dibayarkan masyarakat akan dialokasikan untuk pembangunannya bukan?

Belum lagi bila ada tambahan biaya yang dikeluarkan untuk memberikan dukungan moril bagi warga sekitar. Maka dari itu, sangat penting bila kesabaran adalah sikap utama yang perlu ditunjukkan. Namun, mengapa umat perlu bersabar, kenapa tidak boleh untuk kecewa?

Mengapa Umat Harus Bersabar

Rumah Sakit Salak

Kesabaran yang dijalankan oleh kaum muslimin adalah hal yang patut diapresiasi. Sebab tidak semua umat mampu bersabar dan menjalani musibah dengan keridhaan hati. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kahfi ayat 28 yakni :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

Artinya : Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.

Maka dari itu, ada berbagai manfaat yang umat dapatkan bila mampu menjalankan kesabaran dengan hati yang ikhlas. Beberapa diantaranya yakni :

1.    Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Setiap amalan baik tentu akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala dengan catatan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Pun juga bila seseorang senantiasa meningkatkan kesabaran dikala mendapat musibah.

Tentu bukan hal ini yang dimaksud. Melainkan kesabaran yang dijalankan dengan usaha sungguh – sungguh agar tujuan yang diraih atau musibah yang dirasakan tak lagi menjadi hambatan untuk mengejar cita – cita.

2.    Meningkatkan Kebaikan dalam Diri

Selain itu, kesabaran akan menjadikan kebaikan dalam diri semakin meningkat. Jika diri sudah baik, maka performa amalan dan kedekatan dengan Allah Ta’ala semakin membaik.

Rumah Sakit Salak

Hidup pun akan lebih nyaman dan tentram bila sudah dekat dengan sang Pencipta bukan? Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Isra ayat 7 yakni :

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Artinya : Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan fenomena terbakarnya Rumah Sakit Salak dan bagaimana manfaat yang bisa dirasakan umat muslim manakala bisa meningkatkan kesabaran. Semoga artikelnya bermanfata ya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY