cahayaislam.id – Baru-baru ini nama Dewi Zuhriati atau yang lebih dikenal dengan nama mama Fuji telah banyak dibicarakan. Penyebabnya, setelah ia membawa oleh-oleh kue bawang ke rumah Aurel.
Pada saat dirinya diundang ke acara akikah baby Ameena, terjadi keributan di rumah tersebut. Karena Ashanty, Aurel dan juga Krisdayanti tak berhenti rebutan untuk memakan kue buatan mama Fuji itu.
Banyak sekali yang ikut memuji kelezatan kue itu, bahkan Atta Halilintar pun ikut takjub setelah mencicipinya. Dia juga mengatakan bahwa kuenya sangat enak dan beda rasanya dengan yang pernah dicoba sebelumnya.
Kue yang diberi merek dengan nama anak bungsunya, Fuji, tak sekedar hanya nama baginya, arti fuji adalah syukur. Dia memberikan nama itu pun karena rasa syukurnya pada Allah SWT karena telah dikaruniai anak perempuan.
Banyak yang akhirnya penasaran dengan rahasia kelezatan kue bawang buatan Dewi Zuhriati tersebut. Dan untuk menjawab pertanyaan warganet maka dia telah membeberkan resep kue itu di kanal youtube miliknya: Mama Fuji.
Nah, sobat Cahaya Islam, sering kali kita menjumpai orang-orang yang menyantap makanan lezat biasanya mengunyahnya dengan cepat dan segera menelannya. Tak terkecuali juga saat makan kue bawang.
Bagaimana pandangan Islam terhadap masalah tersebut?
Sebagai umat Muslim, pernahkah Sobat menghitung berapa kali makanan dikecap dalam mulut sebelum akhirnya di telan?
Sudahkah Sobat mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mengunyah makanan hingga 33 kali sebelum ditelan?
Dalam hadis, Nabi ﷺ bersabda:
“Kecilkan suapan dan baguskan mengunyahnya.” Dalam berbagai riwayat juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ mengunyah makanannya sebanyak 33 kali.”
Sebenarnya, inti dari mengunyah makanan dalam mulut bukan terletak pada jumlahnya. Melainkan harus dipastikan bahwa tekstur makanan yang akan masuk ke dalam perut itu sudah lembut.
Hal ini bertujuan tak lain adalah supaya dapat mempermudah kerja organ sistem pencernaan. Namun kebanyakan dari kita masih makan secara tergesa-gesa sehingga makanan yang belum hancur di mulut sudah ditelan.
Manfaat Mengunyah Makanan hingga Lembut
Jika dikulik lebih dalam, selain merupakan adab makan yang baik, mengunyah makanan hingga lembut seperti anjuran Rasulullah SAW ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Apa saja?
Mencegah Diabetes
Saat mengunyah makanan sampai lembut sebelum kemudian menelannya, maka artinya kita sudah berusaha mencegah adanya potensi timbulnya diabetes.


Di mana lambung dan usus memiliki peran dalam memproses makanan dengan durasi yang cukup lama apabila tekstur yang kita telan masih kasar.
Belum lagi jika ditambah dengan jenis makanan yang tidak baik serta pola makan yang buruk.
Menghilangkan Bau Mulut
Ada plak dalam mulut yang disebabkan oleh senyawa hidrogen karbonat dan bisa dibersihkan dengan cara mengunyah perlahan. Selain itu juga bisa membantu membunuh bakteri yang menjadi penyebab bau mulut.


Mengurangi Sendawa
Tidak mengunyah makanan dengan baik dapat membuat sebagian nutrisi yang harusnya diserap oleh tubuh berubah menjadi sisa, atau disebut residu. Sehingga muncul beberapa gejala: gas, kembung, sembelit bahkan maag.
Demikian di atas adalah ulasan mengenai kue bawang mama Fuji yang menjadi rebutan keluarga Aurel Hermansyah. Serta pandangan Islam terkait mengunyah makanan yang terburu-buru.































