5 Cara Mengatasi Lelah Psikologis Sesuai Ajaran Islam

0
570
mengatasi lelah psikologis

Mengatasi lelah psikologis – Dalam dunia yang bergerak semakin cepat, mengatasi lelah psikologis menjadi hal penting untuk dipelajari. Terkadang, beban yang Sobat hadapi bisa membuat kelelahan baik mental maupun fisik. Kondisi ini jika terus berkepanjangan, maka bisa mengganggu kehidupan keseharian. 

Mengatasi Lelah Psikologis dalam Islam

Kehidupan modern yang kompleks seringkali menyeret banyak permasalahan, sehingga manusia mengalami kondisi lelah batin. Tekanan di tempat kerja, tuntutan sosial hingga fragmentasi gaya hidup yang berubah-ubah menimbulkan berbagai masalah lain. 

Lelah batin atau jiwa merupakan tantangan yang sering Sobat hadapi dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Jika lelah batin tidak dapat Sobat kelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara mengatasi lelah batin agar hidup lebih bahagia:

1. Menerapkan Konsep Keseimbangan

Di era modern banyak tekanan dan tuntutan pekerjaan, sehingga banyak individu menghadapi kesulitan dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan rumah tangga. Ketidakseimbangan yang terjadi bisa berbuah hal negatif, terutama untuk masalah kesehatan mental dan kualitas hubungan keluarga. 

Perhatian terhadap keluarga yang kerap terabaikan dapat memicu stres, kelelahan batin, hingga burnout. Dampak jangka panjang jika kelelahan tidak segera Sobat atasi yaitu terjadi ketidakharmonisan keluarga. Islam menuntut umatNya dapat menjaga keseimbangan sebagaimana ayat berikut ini:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” 1 

Seorang muslim seharusnya mencari keseimbangan dalam kehidupan demi mengatasi lelah psikologis dan hubungan keluarga berjalan harmonis. 

2.        Istirahat dan Tidur yang Cukup 

Istirahat dan tidur cukup merupakan bentuk rahmat Allah. Tidur yang cukup merupakan kunci keseimbangan jiwa. Sebaiknya tidur sehari semalam tidak lebih dari delapan jam. Ketika sobat tidur lebih dari delapan jam, maka termasuk orang yang menyia-nyiakan hidup hanya untuk tidur. 

3.        Berdoa dan Memohon Pertolongan Allah

Cara mengatasi lelah psikologis selanjutnya yaitu dengan berdoa dan memohon pertolongan dari Allah. Saat hidup Sobat berada dalam tekanan, maka berdoalah memohon petunjuk dan kekuatan. Selain rasa bahagia, rasa sedih sering menghantui hidup manusia. Terkadang rasa sedih yang muncul begitu mendalam hingga rasa putus asa kerap muncul.

Berikut ini hadits yang mengajarkan doa untuk mengatasi rasa sedih:

“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan (segala urusanku) kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau“. 2

4.        Berkumpul di Lingkungan yang Positif

Untuk membangun jiwa dan mengatasi lelah psikologis, Sobat bisa memilih lingkungan yang positif. Lingkungan jiwa yang baik bisa Sobat mulai dengan memilih tetangga yang baik. Hindari berada di lingkungan keluarga yang fasik. Berteman atau bertetangga dengan lingkungan yang berbuat dosa tanpa henti akan membuat mudah terjerumus.

5.        Menggali Makna dan Tujuan Hidup

Pada dasarnya Al Qur’an merupakan petunjuk tentang tujuan kehidupan. Setelah memahami apa hakikat hidup, maka Sobat akan merasa lebih terarah. Sobat tidak akan lagi bingung menentukan pijakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Upaya mengatasi lelah batin dalam Islam tidak hanya sekedar tindakan fisik, melainkan juga sebagai perjalanan spiritual. Mengambil petunjuk dari Al Qur’an dan para ulama akan menjadi jalan mencapai ketenangan jiwa. Oleh karena itu, penting umat Islam memahami ajaran atau nilai-nilai keislaman dan menerapkannya dalam hidup.

Mengatasi lelah psikologis sebetulnya dapat Sobat temukan dalam Al Qur’an. Sebab, Allah menurunkan kitab suci untuk dijadikan pedoman hidup agar menemukan kebahagiaan sejati bagi jiwa dan raga. 


  1. (QS. Al-Qashash: 77) ↩︎
  2. (Abu Dawud 4/324) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY