Mendaki gunung islami – Ada sedikit cerita saat tim cahayaislam ikutan majelis kajian di suatu tempat di Jawa Timur. Kebetulan saat itu tim cahaya islam lagi ada waktu kosong. Sembari scroll scroll medsos, kita cari aja kajian yang ada di sekitar situ. Akhirnya kita nemu tuh masjid lumayan gede yang infonya sih sering ada kajian disitu. Kebetulan kajian di majelis itu sedang membahas kegiatan kegiatan positif untuk anak muda. Saat sesi diskusi dan tanya jawab dengan ustadz ada sebuah pertanyaan yang cukup menarik dari salah satu jamaah disitu yang merupakan anak muda. Pertanyaannya adalah: Ustadz, Bagaimana Hukumnya Mendaki Gunung?
Waktu itu kami mengharapkan jawaban yang exact dan konkrit. Yakni jawaban itu halal atau haram alias nggak boleh dilakukan. Tapi Ustadz yang mulia tersebut memberikan jawaban beserta analogi yang cukup memuaskan. Jawabannya cukup sederhana, halal atau haramnya pendakian kita pada suatu gunung tergantung dari beberapa faktor. Yakni (1) Niyat Kita dalam Mendaki (2) ilmu yang kita miliki dalam pendakian (3) dan Segi manfaat dari pendakian kita itu sendiri.
Pada dasarnya, mendaki gunung dengan iman dan taqwa secara islami melibatkan menjaga prinsip-prinsip keislaman dan mematuhi ajaran agama sepanjang perjalanan. Kira kira dari kajian itu ada beberapa langkah yang dapat sobat andil:
Niat yang Ikhlas untuk Menyaksikan Keagungan Allah dan Ciptaan Allah lewat CiptaanNya
Segala sesuatu itu tergantung niyatnya gimana. Sebuah hadits singkat yang banyak memberi jawaban pada banyak hal. Termasuk pada kegiatan pendakian. Pastikan niat mendaki gunung adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengagumi ciptaan-Nya, dan bersyukur atas kebesaran-Nya. Memulai dengan doa dan niat yang ikhlas sangat penting.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Dalam surat Al Imran ayat 190 ini menunjukkan bahwa kita bisa melihat berbagai tanda tanda kebesaran Allah pada hamparan dunia yang membentang di depan kita. Kita bisa menemukan hal itu salah satunya dari gunung – gunung di Indonesia. Prinsip niyat ini sebenernya sering tim cahayaislam bahas. Nggak melulu soal ibadah ya, namun pada hal hal lain yang bahkan berunsur keduniawian. Contoh paling mudah adalah dalam bekerja. Ketika kita bekerja dengan niyat tulus karena Allah. Maka insha Allah ada ganjaran dan pahala dalam aktivitas tersebut.
Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Mendaki adalah Ikhtiar, Serta Menjaga Keamanan dan Keselamatan
Selain niyat, yang banyak dibahas dari kajian yang tim cahaya islam ikuti saat itu adalah soal ilmu terkait pendakian itu sendiri. Termasuk persiapan – perispannya. Persiapkan fisik dengan baik agar mampu mendaki dengan kuat dan tidak membebani orang lain adalah satu hal yang bisa kita lakukan. Selain itu, melatih kesabaran dan ketahanan mental karena mendaki gunung membutuhkan ketekunan dan kekuatan mental yang kuat. Jangan lupa juga untuk mengikuti semua aturan keselamatan pendakian. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu.
Intinya adalah kita HARUS PUNYA ILMU & PERSIAPAN MATANG dalam hal ini. Mendaki dengan asal dan tanpa melakukan persiapan apapun. Tanpa riset dan mempelajari medan serta situasi jalur pendakian adalah hal bodoh yang tidak boleh kita lakukan. Bahkan beberapa ulama menghukuminya sebagai kegiatan yang HARAM. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena mendaki gunung adalah satu olahraga ekstrim yang bahkan bisa membahayakan nyawa. Adalah sesuatu yang bathil dan dzalimu linafsih bila melakukan hal itu tanpa ilmu dan persiapan.
- Tips: Untuk sobat yang baru mau nyobain mendaki (Pemula). Sobat bisa mencari informasi seputar jalur pendakian, waktu tempuh, Alat apa saja yang harus dibawa, suhu alam sekitar dan lain lain agar lebih memiliki ilmu dalam hal ini. Dan Usahakan untuk mendaki dalam kelompok untuk saling membantu dan mendukung. Solo Hiking sangat beresiko untuk pemula.
Senantiasa ikutkan Doa dan Dzikir dalam Pendakian & Menjaga Adab dan Akhlak Kita Saat Mendaki
Mulailah perjalanan dengan membaca “Bismillah” untuk memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah. Berkumpullah sebelum proses perjalanan mendaki dan berdoa bersama. Lantunkan doa perlindungan untuk diri dan semua kelompok. Dalam islam kita sudah diberi tuntunan untuk Doa safar. Bacalah doa perjalanan (doa safar) sebelum berangkat.
Sangat baik juga bila sobat cahayaislam selalu ingat Allah dalam perjalanan mendaki tersebut. Selama perjalanan, perbanyak dzikir dan doa. Ingatlah untuk selalu mengingat Allah dalam setiap langkah. Yang tak kalah penting juga adalah tetap mengikuti aturan yang ada, serta tidak merusak lingkungan. Ibarat kata kita bertamu di alam ciptaan Allah. Jangan merusak alam dan pastikan untuk meninggalkan tempat lebih bersih dari saat tiba. Islam mengajarkan kita untuk menjaga alam sebagai amanah dari Allah. Dalam kegiatan mendaki, ada etika yang harus kita jaga pula. Jaga sikap dan perlakukan semua orang dengan hormat, termasuk teman sependakian dan penduduk lokal.
Mendaki Gunung islami dengan Menjaga Ibadah Sholat dan Berbekal Logistik yang Halal
Menikmati setiap perjalanan mendaki bukan berarti kita lantas lupa akan kewajiban ya. Usahakan untuk tetap mendirikan sholat pada waktunya, meskipun dalam perjalanan. Bawa perlengkapan sholat yang mudah dibawa. Jika memungkinkan, carilah tempat yang bersih dan nyaman untuk melaksanakan sholat.
Sobat cahaya islam perlu Pastikan juga bahwa bekal makanan yang dibawa adalah halal dan thayyib (baik dan bergizi). Hindari makanan yang meragukan kehalalannya atau makanan yang tidak bermanfaat atau tidak menutrisi. Karena pada dasarnya mendaki membutuhkan energi dan kalori yang cukup.
Terakhir, Jangan Lupa Bersyukur dan Tawakal dalam Setiap Proses, Perjalanan & Pencapaian Mendaki Gunung Islami ini
Last but not least, seperti yang udah kita singgung sebelumnya. Sering-seringlah sobat cahaya islam bersyukur atas keindahan alam yang diciptakan Allah dan pengalaman yang diberikan. Nikmati keindahan alam yang Allah bentangkan di hadapan kita. Di sisi lain, jangan lupa bertawakal kepada Allah setelah melakukan segala upaya yang maksimal. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, insya Allah, perjalanan mendaki gunung akan menjadi lebih bermakna dan penuh berkah, serta mendekatkan diri kepada Allah. Jadi gimana? Sudahkah sobat melakukan kegiatan mendaki gunung islami?

































