Berkeramas Saat Puasa Bolehkah? Simak Hukumnya!

0
21
berkeramas saat puasa

Berkeramas saat puasa – Bagi setiap manusia berkeramas adalah aktivitas pembersihan diri lebih tepatnya di bagian rambut. Tentu, aktivitas ini dilakukan secara rutin. Sehingga walaupun memasuki puasa, aktivitas ini tak bisa dihindari. Namun, sebagian umat ternyata banyak yang ragu ketika melakukannya sebab ditakutkan masuknya air ke dalam tubuh sehingga dapat membatalkan puasa.

Sobat Cahaya Islam, seorang muslim yang punya komitmen untuk belajar Islam patut diacungi jempol seperti pertanyaan umat seputar berkeramas saat puasa. Selain itu, kehatian – hatian dalam beraktivitas menandakan bahwa umat tersebut sedang berusaha menyempurnakan setiap ibadah yang dilakukan.

Bagaimana Hukum dari Berkeramas Saat Puasa? 

Kebolehan berkeramas saat puasa sama halnya dengan kebolehan sikat gigi dan berkumur. Syarat dibolehkannya yakni asalkan air yang diguyurkan pada rambut dan ke seluruh tubuh tidak sengaja ditelan. Sebab air yang digunakan untuk berkeramas akan bercampur dengan shampo rambut sehingga tidak menutup kemungkinan masuk ke dalam mulut.

Beberapa dalil kebolehan diantaranya yakni :

1. Rasulullah Menyiramkan Air pada Kepala Saat sedang Berpuasa

Siang bahkan sore hari kadang udara terasa panas dan tenggorokan kering. Biasanya umat akan secara refleks masuk kamar mandi dan menyiramkan air di atas kepalanya. Ternyata, hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yakni :

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالْعَرْجِ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطَشِ أَوْ مِنَ الْحَرِّ

“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ” (HR. Abu Daud no. 2365)

Oleh karena itu, menyiramkan air dengan niat mendinginkan kepala adalah hal yang diperbolehkan. Hal yang perlu dihindari ketika sedang mengajari anak kecil yakni berhati – hati supaya mereka tidak sengaja meminum air kran.

2. Rasulullah SAW melakukan Mandi Junub

Diriwayatkan dari Aisyah RA. bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan mandi junub saat masuk waktunya Shubuh. Hal ini juga menjadi landasan bahwa hukum dari mandi adalah mubah.

Tips Jadwal Berkeramas Saat Puasa

Walaupun sebenarnya terdapat kebolehan, kehatian – hatian dalam diri kaum muslimin harus selalu ditanamkan. Jika memang berkeramas bisa menjadikan tersebarnya batal puasa karena faktor tertentu, maka umat harus mencari strategi lain supaya tetap bisa keramas tanpa mengganggu puasa. Beberapa tips diantaranya adalah :

1. Pilih Waktu Sahur

berkeramas saat puasa

Berkeramas bisa dilakukan dengan memilih waktu sahur. Waktu ini sangat baik jika digunakan untuk beraktivitas. Bahkan, waktu sahur akan menyebabkan diri menjadi segar kembali. Setelah menjalankan rutinitas memasak makanan sahur lalu kemudian dapat mandi serta berkeramas.

Selain itu, shalat dalam keadaan bersih adalah yang paling dicintai Allah SWT. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Tentu, kaum muslimin akan berlomba – lomba untuk mendapatkan cinta dari Allah SWT.

2. Waktu Shubuh

Jika belum bisa dilakukan pada waktu sahur, mandi dan berkeramas juga bisa dilakukan sebelum dan setelah sholat Shubuh. Walaupun sholat Shubuh sebenarnya sudah berpuasa, namun waktu awal Shubuh juga baik karena badan masih segar dan tidak lemas seperti siang dan sore harinya.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan terkait kebolehan berkeramas saat puasa. Walaupun hal tersebut bersifat sepele, namun akan menjadi masalah besar bila umat tak mampu memahami hukumnya. Semoga puasa yang dijalankan seluruh umat muslim di dunia dapat diridhoi Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY