Fenomena Judol – Agak miris dan sedih sih, karena beberapa waktu belakangan tim cahaya islam baru melihat data statistik terbaru. Bahwa negara tercinta kita Indonesia ini menjadi negara nomor 1 dengan pelaku judol (Jud! 0nl!ne) terbanyak di Negara Asean. Jumlahnya tembus di angka 201 ribu + orang. Sebuah fakta yang nahas. Tak hanya itu, kami lansir dari data sumber yang sama. Ada aliran dana Indonesia sebesar lebih dari 105 Triliun Rupiah dalam transaksi haram ini. Bayangin aja, uang segitu banyak raib keluar dan tidak berputar di Indonesia. Hanya karena manusia manusia suram masa depan ini mengikuti hawa nafsu nya tanpa menggunakan logika.
Dengan menelisik begitu banyak kerugian dan mudharat yang muncul dari fenomena itu. Kami dan banyak khalayak ramai percaya bahwa para pelaku judol merupakan orang yang iman dan akidahnya sangat kurang, serta jauh dari Allah. Hal ini bukan nggak berdasar ya. Memang karena beberapa alasan yang berkaitan dengan ajaran Islam, nilai moral, dan dampak negatif dari aktivitas perjudian itu sendiri.
Fenomena Judol itu 100% Larangan Jelas dalam Islam
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Haramnya Judi itu sendiri dalam Al-Quran, judi (maysir) secara tegas haram hukumnya. Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90 diatas, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
Larangan langsung dari Allah ini menunjukkan bahwa judi adalah perbuatan yang tidak Allah ridhoi dan harus oleh setiap Muslim yang taat hindari sejauh jauhnya. Perjudian menjauhkan diri manusia dari keberuntungan. Berkah Allah takkan bisa mendatangi orang orang yang hilang arah dalam lingkar setan perjudian.
Fenomena Judol Memiliki Dampak Negatif pada Iman dan Akidah
Dalilnya udah jelas banget ya sobat cahaya islam. Berarti dengan berjudi, seseorang udah dengan sadar mengabaikan perintah Allah dan melakukan sesuatu yang jelas dilarang. Dari sini aja udah jelas menunjukkan kurangnya kepatuhan dan penghormatan terhadap hukum-hukum Allah, yang mencerminkan kelemahan dalam iman dan akidah. Bila seorang muslim udah melakukan hal ini, dirinya terikat pada Perbuatan Dosa. Berjudi dianggap sebagai perbuatan dosa yang dapat menjauhkan seseorang dari rahmat dan bimbingan Allah. Terikat pada perbuatan dosa juga menurunkan kualitas spiritual dan moral seseorang.
Demikian pada akhirnya akan menjadi “Distraksi” pada kehidupan pelaku itu sendiri. Baik kehidupan sosial maupun spiritual. Sudah menjadi karakteristik, bahwa perbuatan dosa akan Mengalihkan Fokus dari Ibadah. Judi sering kali membuat seseorang terobsesi dengan kemenangan dan uang, mengalihkan perhatian dan waktu dari ibadah seperti sholat, membaca Al-Quran, dan beramal sholeh.
Dalam hal ini, mau menang ataupun kalah, uang hasil judi tidak membawa berkah dan sering kali menimbulkan masalah dalam kehidupan seseorang, seperti kehilangan harta, konflik keluarga, dan masalah sosial lainnya.
Kegiatan Bertaruh Pada Judol Bakal Mendorong Sifat-sifat Negatif
Kami yakin kalo belakangan ini sobat sering banget denger berita berita miring soal korban judol ini. Ada mereka yang menelantarkan keluarganya. Beberapa orang habis harta benda dan jatuh miskin. Bahkan mereka yang telah jauh tenggelam akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri dan masih banyak hal nahas lainnya. Hal ini berpusar pada alamiah Keserakahan dan Ketergantungan dalam judi itu snediri. Judi mendorong sifat keserakahan dan ketergantungan pada sesuatu yang tidak pasti. Sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mendorong kemandirian, kerja keras, dan tawakal kepada Allah.
Banyak pelaku judi mengalami kerugian finansial yang besar, yang dapat menyebabkan masalah ekonomi dan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Judi sering menyebabkan konflik dan keretakan dalam hubungan keluarga karena ketidakstabilan finansial dan ketidakpercayaan. Manusia waras macam apa yang menghancurkan banyak hal dalam hidupnya untuk suatu hal yang gila semacam judol ini. Hingga akhirnya lambat laun hal ini akan merusak akhlak dan moral seseorang, membuat mereka lebih cenderung kepada tindakan-tindakan yang tidak etis dan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Islam Mengajarkan untuk Hidup dalam Berkah Allah dengan Tenteram dan Damai
Dalam banyak kajian, kita acap kali mendengarkan tentang bagaimana Allah telah mengatur rezeki manusia. Tugas kita adalah berusaha menggapainya. Rezeki takkan tertukar. Oleh karena itu Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki yang halal dan baik. Judi, sebaliknya, adalah bentuk mencari rezeki dari cara yang tidak pasti dan dilarang, yang mencerminkan kurangnya kepercayaan pada rezeki yang diberkahi oleh Allah.
Melakukan perjudian sama halnya dengan meragukan kebesaran Allah. Manusia yang memilih jalan ini hidupnya akan penuh dengan kesempitan. Kegelisahan akan selalu menyelubungi setiap sisi hidupnya. Karena pada kenyataannya ketergantungan pada judi membawa kehidupan yang penuh ketidakpastian dan ketidaktenangan, yang jauuuuh melenceng dari konsep ketenangan batin yang diajarkan dalam Islam itu sendiri.
***
Pada akhirnya, dalam pandangan Islam, orang islam yang menjadi pelaku judi online dinilai sebagai orang yang iman dan akidahnya kurang. Serta dirinya sudah terlampau sesat jauh dari Allah. Karena tindakan berjudi bertentangan dengan perintah Allah, merusak kehidupan spiritual dan sosial, mendorong sifat-sifat negatif, serta menyebabkan kerugian finansial dan masalah dalam kehidupan. Oleh karena itu, menjauhi judi dan berusaha meningkatkan iman serta kepatuhan kepada ajaran Islam adalah langkah WAJIB dan PENTING untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjalani kehidupan yang berkah. Semoga kita selalu mendapatkan perlindungan Allah dari hal hal maksiyat seperti fenomena judol ini ya. Semoga Bermanfaat!


































