cahayaislam.id – Rhoma Irama atau akrab dipanggil Bang Haji adalah seorang seniman lawas yang Namanya masih populer hingga saat ini.
Tak hanya menciptakan lagu dan sekedar menyanyikannya, Bang Haji juga selalu memasukkan makna mendalam pada setiap karyanya. Tak lain sebagai upayanya berdakwah memperluas ajaran agama yang dia yakini, Islam.
Sonata, nama grup musiknya sudah berdiri sejak 11 Desember tahun 1970, bersama kawan-kawannya ini lah Bang Haji selalu aktif berpetuah sambil mengeluarkan lengkingan merdu dari pita suaranya.
Bahkan lagu-lagu ciptaannya terkenal sangat khas, baik dari segi lirik maupun musikalitasnya. Dakwah-dakwah pendek namun penuh arti senantiasa termuat di dalam setiap karya yang dihasilkan olehnya.
Jika ditanya, penyanyi dangdut berdinamika rock dan eksperimental ini bukan semata-mata meriuhkan music hiburan di tanah air saja. Melainkan juga menjadikannya sarana sebagai penyampai pesan-pesan moral, kritik dan sosial.
Hebatnya lagi, dangdut yang dimiliki oleh Rhoma Irama ini selalu sejalan dengan adanya perubahan, problema serta tantangan baru di jaman kini. Meski sudah tua, Bang Haji juga masih aktif menciptakan lagu dengan tema dakwah yang tidak pernah berubah.
Salah satu lagu yang masih digandrungi hingga kini adalah ‘Setetes Air Hina’, ada pesan mendalam tentang Islam di balik lagu tersebut.
Makna Islam Dibalik Lagu ‘Setetes Air Hina’ Karya Rhoma Irama
Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas apa saja makna yang terkandung dalam lirik lagu ‘Setetes Air Hina’? Demikian ulasannya.
Manusia hanyalah Ciptaan Allah SWT
Dari lirik lagunya dapat diambil makna tentang manusia yang hanyalah sebagai ciptaan Allah SWT. Tidak ada satu pun kekuasaan yang dimiliki oleh manusia tanpa pemberianNya.


Padahal, jika tanpa Allah SWT, manusia bukanlah siapapun serta tidak memiliki kemampuan untuk melakukan apapun.
Manusia Tidak Berhak Sombong
Yang kedua, dari lagu ‘Setetes Air Hina’ manusia juga diingatkan bahwa tidak berhak untuk berlaku sombong terhadap sesama.
اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” ( QS Yasin : 77)
Sebab semua makhluk di hadapan Allah SWT derajatnya sama saja. Maka dari itu dilarang melakukan penindasan hanya karena merasa memiliki nilai lebih dari orang lain.
Semua yang ada pada manusia, baik pakaian yang dikenakan atau harta dunia yang sedang dinikmati. Hingga kesehatan baginya, semua adalah titipan dan pemberian Allah SWT.
Kewajiban untuk Bersyukur
Manusia mempunyai kewajiban untuk senantiasa bersyukur atas pemberian Allah SWT. Sebab semua yang dilimpahkan olehNya kepada kita adalah rahmat yang nilainya sangatlah besar.
Dengan bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dalam hidup dan selalu mencukupi segala yang menjadi kebutuhan kita.
Kesimpulannya, bagi Rhoma dan grup musik Soneta, musik yang dilandasi niatan berdakwah bukan hanya sepak terjang musiman belaka. Di mana saat masa kepopulerannya habis harus berhenti melakukannya.
Namun menyebarkan ajaran Islam baginya, akan terus dilakukan melalui lagu-lagu dengan lirik yang kaya akan makna sampai tiba ajalnya nanti.
Demikian di atas adalah ulasan mengenai makna Islam dibalik lagu ‘Setetes Air Hina’ karya Rhoma Irama.






























