Ada Larangan Sementara Akulaku Paylater, Apakah Termasuk Riba?

0
582
larangan sementara Akulaku Paylater

Larangan sementara Akulaku Paylater – Di dunia yang semakin modern seperti sekarang, banyak bermunculan sistem kredit dan pembayaran baru. Salah satunya ada sistem Akulaku Paylater yang menggiurkan banyak penggunanya. Namun baru-baru ini, beredar larangan sementara Akulaku Paylater dari OJK.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK diketahui membatasi penyaluran pembiayaan dengan skema pay later PT Akulaku Finance Indonesia. Pembatasan tersebut pun tertuang secara resmi dengan surat tertanggal 5 Oktober 2023. Tentu publik bertanya-tanya alasan OJK sampai melarang sementara Akulaku Paylater di Indonesia.

Peraturan OJK tentang Larangan Sementara Akulaku Paylater

Rupanya larangan sementara Akulaku Paylater dilakukan dengan alasan yang jelas. Bambang W Budiawan selaku Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan mengungkap alasan OJK membuat keputusan tersebut.

Menurut Bambang, larangan sementara Akulaku Paylater karena perusahaan itu tidak melaksanakan tindakan pengawasan yang diminta oleh OJK. Bukan itu saja, OJK juga melarang Akulaku menyalurkan pembiayaan dengan skema channeling atau joint financing.

 Lebih lanjut, OJK meminta Akulaku segera melakukan perbaikan sebagaimana yang pihaknya maksud. Dengan begitu, besar kemungkinan OJK akan memberikan izin terhadap Akulaku untuk beroperasi sebagaimana mestinya.

Secara terpisah, Presiden Direktur Akulaku mengaku pihaknya masih melakukan penyempurnaan terhadap produk Paylater perusahaannya. Ke depan, Akulaku berkomitmen memenuhi semua ketentuan yang diatur oleh OJK.

Transaksi Paylater, Riba atau Tidak?

Berbicara tentang larangan sementara Akulaku Paylater, sebenarnya platform tersebut sudah lama menjadi perdebatan. Sebab banyak orang menganggap sistem tersebut sama seperti penggunaan kartu kredit yang tergolong riba. Namun tidak sedikit orang yang menyebut bahwa sistem paylater tak sama seperti riba.

Paylater adalah sistem pembayaran yang cara kerjanya hampir mirip kartu kredit. Pengguna pun bisa melakukan transaksi atau membeli barang terlebih dahulu, lalu membayarnya di kemudian hari. Yang membedakan adalah, paylater tak berbentuk fisik melainkan digital.

Menurut pandangan agama islam, Paylater memakai akad Qardh. Ini merupakan perjanjian pinjaman dana terhadap nasabah dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Nasabah pun wajib mengembalikan dana pada waktu sesuai kesepakatan.

larangan sementara Akulaku Paylater

Namun beberapa ulama menyebut bahwa ketentuan akad Qardh pada paylater tidak diterapkan dalam sistem tersebut. Karena itu, pelaksanaannya bertentangan dengan syariat agama islam. Pasalnya paylater mengandung riba dalam pelunasan utang.

Seperti Akulaku Paylater, meskipun bulan pertama tidak ada bunga 0%, namun jika peminjam melewati waktu tempo akan terkena denda. Untuk besaran dendanya yaitu 2% dari jumlah pembayaran. Hal itu termasuk riba sekalipun kedua belah pihak telah menyetujui kontrak yang peminjam ajukan.

Bahayanya Riba

Sobat Cahaya Islam, sebagai muslim Sobat wajib menghindar dari transaksi riba dalam bentuk apapun. Sebab ada beberapa bahaya riba, seperti:

1.       Laknat untuk Pelaku Riba

Nabi Muhammad SAW melaknat semua orang yang berkaitan dengan riba. Ini termasuk pemakan, pemberi, penulis, dan dua saksinya. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Dari Jabir Radhiyallahu anhu , dia berkata, “ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat  pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya”, dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mereka itu sama.” [HR. Muslim, no. 4177]

larangan sementara Akulaku Paylater

2.       Perang dari Allah SWT

Barangsiapa melakukan riba padahal larangan telah sampai kepadanya, maka ia hendaknya bersiap mendapat serangan peperangan dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿٢٧٨﴾ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allâh dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. [Al-Baqarah/2: 278-279]

Sobat Cahaya Islam, betapa bahayanya transaksi riba yang ada di dunia ini. Walaupun akan tiba saatnya terhenti larangan sementara Akulaku Paylater, Sobat bisa memikirkannya dengan bijak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY