Jangan takabur – Orang bijak bilang bahwa mereka yang takabur adalah mereka yang gagal melihat mulianya pemberian. Kami lupa sih dari siapa kata bijak itu kita dapetin, tapi memang bener sih dalam ajaran islam pun kita diajarkan untuk jangan takabur. Karena pada hakiki nya yang boleh bersombong dan merasa tinggi hanya Allah semata.
Kisah ahli Ibadah yang Kalah dengan Rahmat dan Nikmat Pengelihatan dari Allah
jadi, dalam suatu majelis ilmu. Tim cahayaislam pernah mendengarkan sebuah kisah tentang seorang ahli ibadah. Sepanjang hidupnya dia hidup menyendiri dan mendedikasikan dirinya hanya untuk beribadah kepada Allah. Di akhir hayatnya, dia percaya bahwa ibadah yang dia lakukan sepanjang hidupnya akan membawanya masuk kepada SurgaNya.
Kemudia tiba saatnya, dihadapan Allah. Dia dipanggil dan kemudian dititahkan: Masuklah Surga KARENA RAHMAT ALLAH. Mendengar hal itu, sang ahli ibadah itu kemudian komplain. Seraya mengatakan bahwa seharusnya dia masuk surga karena amal ibadahnya sepanjang hidupnya dia.
Mendengar itu, kemudian malaikat menimbang ulang amal kebajikan dirinya selama di dunia. Selanjutnya, ditimbangkan dengan satu rahmat Allah yang berupa mata [penglihatan] yang telah diberikan Allah kepada sang ahli ibadah tersebut. Terbelalak matanya melihat bahwa amal ibadahnya tiada nampak berat sekecil apapun dibandingkan nikmat dan rahmat Allah tersebut.
Hingga akhirnya, sang ahli ibadah memohon ampun kepada Allah. Sembari menyadari bahwa Surga adalah bentuk Rahmat Allah kepada hambaNya. Dari kisah ini kita bisa memahami bahwa Rahmat Allah diatas segala kedudukan dan kecongkakan manusia. Manusia hanya makhluk kecil yang tiada berarti di alam semesta ini. Masih layakkah kita bersikap Takabur?
Jangan Takabur! Karena Kita Tiada Berarti Apapun Tanpa Rahmat Allah
لا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ
Bahkan junjungan kita Rasulullah pun mengamini bahwasanya tiada seorang pun di dunia ini, termasuk beliau yang bisa masuk surga kecuali atas karena Rahmat dari Allah.
Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk senantiasa bersyukur dan mengakui nikmat Allah dalam segala hal. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, [فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ] “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 16).
Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk menjaga kesadaran akan nikmat Allah, bersyukur, dan menghindari sikap takabur. Sebaliknya, kita harus selalu mengakui dan menghargai nikmat yang diberikan oleh Allah serta menggunakannya dengan cara yang baik, serta berbagi dengan sesama dalam kebaikan dan kebajikan.
***
Jadi setelah membaca artikel sederhana dari tim cahaya islam ini, harusnya kita semua menjadi pribadi yang lebih bersyukur lagi kepada Allah. Karena Buaaanyaaak banget rahmat Allah yang dilimpahkan kepada kita hambaNya. Yang kedua pasti dong agar kita menjadi lebih rendah hati kepada semua orang. Menjaga diri jauh dari sifat takabur adalah hal baik. Semoga bermanfaat yaa!

































