Kebun Binatang Bandung – Hewan adalah salah satu makhluk hidup yang menghuni bumi ini dan tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tidak mengherankan jika hal yang berkaitan dengan kebun binatang Bandung menjadi sorotan publik.
Kebun binatang di Bandung sendiri masih menjadi destinasi favorit yang ramai warga datangi. Sayangnya kebun binatang tersebut tengah mengalami masalah yang cukup pelik.
Masalah di Kebun Binatang Bandung
Persoalan kebun binatang Bandung sendiri terjadi antara Pemerintah Kota Bandung dengan Yayasan Margasatwa Tamansari. Hal ini terjadi lantaran ada kisruh kepemilikan lahan kebun binatang tersebut.
Bahkan beredar rencana pengambilalihan dengan penyegelan area kebun binatang di Bandung ini dalam waktu dekat.
Ema Sumarna selaku PLH Wali Kota Bandung buka suara tentang nasib kebun binatang usai pengambilan lahannya secara resmi. Ia memastikan bahwa asset di kebun binatang tersebut tetap menjadi area konservasi.
Selain itu, ia juga memastikan kebun binatang tetap beroperasi walaupun akan memasuki tahap segel usai peringatan berakhir. Ema menyebut, kalau sudah penyegelan berlangsung, pihaknya telah menggandeng PKBSI.
Bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia, ia akan memastikan keberlangsungan satwa yang ada di kebun binatang tersebut.
Perlindungan Satwa dalam Pandangan Islam
Sobat Cahaya Islam, kebun binatang Bandung adalah salah satu di antara banyaknya tempat konservasi hewan di Indonesia. Keberadaan kebun binatang tersebut merupakan upaya manusia untuk menjaga keberlangsungan hewan di dunia.
Selain itu, kebun binatang juga termasuk upaya perlindungan spesies demi mencegah terjadinya kepunahan spesies. Hal ini penting mengingat tidak sedikit jumlah satwa yang mulai punah karena keserakahan manusia.
Tak hanya itu, banyak satwa juga mengalami kepunahan karena perubahan iklim yang cukup ekstrim. Dalam agama islam sudah jelas diajarkan agar manusia senantiasa melestarikan lingkungan hidup di dunia.
Pasalnya manusia merupakan khalifah di bumi dan bertanggung jawab atas semua masalah besar yang terjadi.
Pentingnya Menjaga Kelestarian Hewan dan Alam di Bumi
Sobat Cahaya Islam, agama islam telah memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kelestarian hewan dan alam yang ada di bumi. Perintah tersebut tertuang dalam beberapa poin di bawah ini:
1. Perintah Larangan berbuat Kerusakan
Sejatinya, manusia adalah makhluk yang Allah SWT delegasikan sebagai penguasa bumi. Selain itu, manusia juga berperan untuk memakmurkan seluruh isi bumi.
Islam pun melarang dengan tegas perilaku apapun yang bisa mengakibatkan kerusakan di bumi. Hal ini tertuang jelas dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya” (QS. Al-A’raf: 56)
2. Perintah Berbuat Baik di Bumi
Islam juga mengajarkan umatnya agar senantiasa berbuat baik di bumi ini kepada siapa saja baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Ini penting agar seisi bumi senantiasa terjaga dan tidak ada kerusakan baik pada alam, hewan, atau sesama manusia.


Ini sejalan dengan:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash [28]:77)
3. Larangan Menyia-nyiakan Hewan
Meskipun menjadi makhluk paling sempurna di dunia, manusia jangan sampai menyia-nyiakan makhluk hidup apapun termasuk hewan. Sebab Allah menciptakan semua makhluknya dengan benar dan tidak akan menjadikannya makhluk sia-sia.
Ini sebagaimana yang tertuang dalam:
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Al-Imran [3]:191)
Sobat Cahaya Islam, Allah SWT tentu sudah mempersiapkan hukuman bagi orang yang berbuat semena-mena kepada hewan. Semoga saja, masalah yang menimpa kebun binatang Bandung segera selesai tanpa berdampak pada hewan di sana.






























