Hoax Ardie Bakrie, Kabar Bohong yang Mewabah

0
70
Hoax Ardie Bakrie

Hoax Ardie Bakrie – Hoax Ardie Bakrie terkait dugaan kabur dari jeratan hukuman, nyatanya cukup menggemparkan publik.

Sebagian menganggap hal tersebut wajar terjadi sebab si tersangka berasal dari kalangan atas, bukan menengah ke bawah.

Tentunya tanggapan seperti ini umat sesuaikan berdasar dengan fakta yang ada di lapangan mengenai jargon yakni “hukuman tumpul ke atas, tajam ke bawah”.

Sobat Cahaya Islam, kabar tentang hoax Ardie Bakrie tersebut akhirnya menjadi awal mula penjelasan terkait motif kecelakaan yang Ardie alami.

Berdasarkan persaksian dan pengamatan sekitar, suami dari Nia Ramadhani tersebut mengalami kecelakaan ketika terapi di panti rehabilitasi, bukan kabur.

Sebagai umat muslim, selayaknya kabar tersebut tidak umat sebarkan tanpa mengetahui kebenarannya.

Bagaimana Umat Seharusnya Merespon Hoax Ardie Bakrie tersebut?

Hoax Ardie Bakrie

Sobat Cahaya Islam, secara umum dalam berbagai aktivitasnya masyarakat harus memenuhi unsur kesadaran.

Termasuk halnya ketika merespon baik secara singkat maupun detail terkait hoax Ardie Bakrie yang ingin kabur. Penggunaan logika dan keimanan yang ada dalam diri umat haruslah seimbang, agar tidak terjadi kegundahan dalam diri.

Seringnya, umat mengalami kebimbangan antara percaya ataupun tidak terkait adanya hoax. Padahal, jika hoax dibiarkan berlama – lama malah takutnya menjadi kebenaran yang menjamur.

Padahal informasi tentang berita bohong ini telah Allah sampaikan dalam surat An Nur ayat 11:

اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).

Fakta demikian tentu sudah sering umat dapatkan. Misalnya, ketika teknologi belum secanggih sekarang seorang Galileo Galilei mengumumkan pada dunia bahwa bumi itu seharusnya bulat dengan bukti ringkasan analisisnya.

Hal ini pun sesuai dengan apa yang Islam sampaikan tentang pergerakan rotasi bumi dan planet lainnya. Namun, pada saat itu tak banyak manusia yang mempercayainya.

Sebab, kaum gerejawan sudah memiliki teori tersendiri saat itu bahwa bumi datar. Hal inilah yang akhirnya menjadi pemahaman pada peradaban tersebut.

Padahal teori kaum gerejawan tak dapat dibuktikan. Inilah salah satu hoax yang akhirnya menjadi sebuah kebenaran untuk masyarakat kala itu.

Bahkan jauh sebelum itu, Rasulullah SAW sendiri pun juga pernah mengalami bagaiman kehebatan hoax yang tersampaikan berulang – ulang. Tentu hal tersebut akan menjadi sebuah kebenaran semu di tengah – tengah masyarakat. Naudzubillah.

Bagaimana Cara agar Umat Terhindar dari Hoax?

1.    Cek Kebenaran

Hoax Ardie Bakrie

Cara paling ampuh agar diri terhindar dari hoax, terus mencoba cari kebenaran terkait fakta yang ada. Proses pencarian ini tentu tidak mudah, sebab harus melibatkan banyak informan serta data yang akurat.

Kendati demikian, dengan senantiasa melakukan cek kebenaran, umat akan mudah memahami bagaimana persebaran hoax di tengah masyarakat secara global. 2.

2.    Cek Keimanan

Setelah mencari kebenaran yang ada, hal lain yang perlu umat cermati yakni kondisi keimanan dalam diri.

Semakin tinggi ketaatan seseorang dalam mengecek keimanannya, maka dia akan semakin berhati – hati dalam menerima informasi tentang pemberitaan hari ini. Sebab, di jaman sekarang sangat susah mencari berita terpercaya.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus hoax Ardie Bakrie yang beredar luas di kanal media.

Seharusnya, umat belajar lebih bijak lagi dalam merespon berita hoax maupun yang sekedar hanya menarik atensi para pembaca tanpa peduli esensi dan makna beritanya.

Sebab, jika media seperti itu terus umat beri celah maka akan menjadikan penurunan trust di tengah masyarakat. Wallahua’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY