Feby Febiola Disebut Idap Kanker Sebagai Hukum Karma, Hati-Hati! Ini Hukumnya Melaknat Kesusahan Orang Lain Menurut Islam!

0
18
Feby Febiola Disebut Kena Karma dan Ini Menurut Islam

Feby Febiola disebut – idap kanker sebagai hukuman atau karma masa lalunya. Pernikahan Feby Febiola dengan Franky Sihombing sebelumnya memang mendatangkan banyak gosip. Apalagi ketika itu, Franky bercerai dengan istri pertamanya dan kemudian setahun  setelahnya menikah dengan Feby. Mulai dari sebutan Franky tukang kawin, hingga disebut-sebut keduanya telah berselingkuh. Sehingga banyak orang ikut mengomentari pernikahan keduanya ketika itu.

Feby Febiola Disebut Kena Karma dan Ini Menurut Islam

Beberapa waktu lalu, Feby membagikan pengalaman atau kisahnya dimana ia divonis mengidap kanker ovarium. Sayangnya, masa sulit yang dihadapi Feby inipun tetap saja mengundang banyak komentar. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa kanker yang diidap oleh Feby adalah sebagai hukum karma yang diterimanya. Lalu bagaimana pandangan islam mengenai hal ini? bolehkah mencela kesusahan orang lain dengan sebutan karma?

Feby Febiola Disebut Idap Kanker Sebagai Hukum Karma, Begini Hukum Melaknat Kesusahan Orang Lain Menurut Islam

Feby Febiola Disebut Kena Karma dan Hukumnya Melaknat Kesusahan Orang Lain

Feby Febiola disebut mengidap kanker ovarium akibat perbuatannya di masa lalu. Terlepas dari gosip miring tentang pernikahan Feby dan Franky Sihombing. Dimana keduanya dianggap telah melakukan perselingkuhan sebelumnya. Penyakit atau musibah yang datang kepada kita tentu saja merupakan kehendak Allah SWT. Baik sebagai cobaan atau pelebur dosa, lalu bolehkah menyebut musibah atau kesusahan orang lain sebagai hukum karma perbuatan mereka?

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,(1)

Ayat diatas menjelaskan bahwasanya orang yang beruntung serta beriman adalah yang menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna. Ini artinya, melaknat orang yang terkena musibah atau kesusahan tidak dianjurkan dalam islam. Apalagi menyebutnya sebagai hukum karma, sementara hanya Allah yang Maha Mengetahui segala perkara.

Melaknat Kesusahan Orang Lain? Begini Alasan Tidak Diperbolehkannya Dalam Islam!

Feby Febiola Disebut Kena Karma dan Ini Hukum Melaknat

Dalam ajaran islam, kita dianjurkan untuk menjaga lisan. Seorang muslim yang baik serta beriman tentu saja akan menjaga lisannya dari perkataan yang buruk. Maka akan lebih baik mengatakan hal-hal yang bermanfaat dan baik, dibandingkan hal-hal yang justru bisa menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa besar. Lalu apa alasan tidak diperbolehkannya atau dilarang melaknat kesusahan orang lain dalam islam?

Melaknat Bukan Sikap Menjaga Lisan

Perbuatan melaknat atau mencela bukanlah sikap menjaga lisan. Jika islam saja menganjurkan untuk menjaga lisan, maka ini artinya dengan melaknat atau mencela orang lain kita sudah melanggar ajaran agama. Dan itu berarti, ini adalah sikap yang tidak diperbolehkan dalam agama. Walaupun orang yang terkena musibah atau kesusahan adalah orang yang telah berbuat dzalim. Mencela atau melaknat bukanlah akhlak karimah.

Ucapan Kita Adalah Doa Bagi Diri Kita

Apa yang keluar dari lisan kita bisa menjadi doa. Jika kita tidak bijak dalam berucap, maka ini bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri lho sobat CahayaIslam. Melaknat atau mencela kesusahan orang lain dengan ucapan-ucapan buruk bisa menjadi doa yang berbalik kepada diri sendiri. Siapa tahu apa yang kita pikirkan dan nilai tentang orang lain adalah salah. Yang justru akhirnya menjadikan doa buruk kita untuk orang lain berbalik pada diri kita sendiri.

Feby Febiola disebut – mengidap kanker sebagai hukum karma atas perbuatannya. Sobat CahayaIslam, sebagai seorang muslim mari kita hindari kebanyakan prasangka. Dan bagaimanapun, dengan orang dzalim sekalipun sebisa mungkin untuk tetap menjaga lisan ya. Jangan sampai lisan kita menjerumuskan diri sendiri ke dalam perbuatan dosa.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Mu’minun Ayat 1-3

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!