Badai Sitokin Melanda, Umat Harus Waspada

0
69
Badai Sitokin

Badai Sitokin – Bagi para pengintas Covid maupun orang yang bekerja di sektor kesehatan tentu akan mengetahui pengertian badai sitokin. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan para korbannya tak tertolong. Kendati hal tersebut merupakan takdir dari Allah SWT, tentu masih ada jalan agar umat dapat melewati fase tersebut.

Sobat Cahaya Islam, kasus korban yang terpapar badai sitokin kianlah banyak di Indonesia.

Apa Itu Badai Sitokin?

Secara sederhana, badai sitokin adalah kondisi dalam tubuh manusia dimana imun meningkat secara berlebihan. Kondisi tersebut bisa saja karena terpengaruh oleh infeksi sebelumnya. Biasanya, fenomena ini terjadi pada para pasien yang sudah terpapar virus Covid – 19.

Idealnya, sitokin yang ada dalam tubuh manusia akan mensinergikan antara respon pada bagian aspek sistem kekebalan guna penanganan adanya zat yang mneular misalnya bakteri maupun virus. Hanya saja, tidak semua prosesnya berjalan lancar.

Terkadang, respon sistem imun tersebut dapat lepas kendali dan menyebabkan peradangan sehingga lebih merugikan pada tubuh manusia.

Ada beberapa gejala yang nampak pada umat yang terpapar badai sitokin. Beberapa gejala ringan di antaranya yakni batuk, flu, pilek bahkan kadang pasien tidak merasakannya.

Dalam keadaan yang lebih parah, dapat menyebabkan pasien memiliki tekanan darah yang amat rendah serta meningkatnya pembekuan darah.

Bahkan organ jantung pasien sudah tidak berfungsi secara sehat. Walhasil, fenomena sitokin tersebut dapat menyebabkan kegagalan pada organ bahkan sampai kematian.

Bagaimana Cara Umat Menghindari Kasus tersebut?

Sobat Cahaya Islam, kematian memang takdir dari Allah SWT sehingga umat tak perlu melakukan pertanggungjawaban.

Hanya saja, umat akan tetap dimintai pertanggungjawaban terkait bagaimana ia menjalani kehidupannya termasuk sampai menjemput pada kematian.

Salah satu ranah yang bisa umat ikhtiarkan agar terhindar dari fenomena badai sitokin maupun paparan penyakit lainnya yakni dengan melakukan pola hidup sehat.

Salah satu pasien yang sudah berhasil melewatinya yakni influencer Deddy Corbuzier. Ia sempat menonaktifkan media sosial termasuk channel youtubenya.

Ternyata, Ia merupakan salah satu pasien yang terpapar covid-19 dan mengalami fenomena gelombang sitokin.

Mengapa Umat Harus Menjalani Pola Hidup Sehat?

Badai Sitokin

Sobat Cahaya Islam, pola hidup sehat sendiri seharusnya bukanlah hal baru dalam Islam. Sebab, menjalani hidup sehat telah Rasulullah SAW contohkan. Bahkan hal tersebut juga Allah SWT perintahkan di dalam surat Al Baqarah ayat 195 yakni :

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya : Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Secara kandungannya, umat harus memahami bahwa ternyata hidup sehat bukanlah sebuah pilihan, namun adalah kewajiban yang umat perlu lakukan. Sebab, jika umat tak bisa melakukan kehidupan sehat sama saja dengan mendzalimi diri mereka sendiri. Kadang, kedzaliman ini tentu tak dapat umat sadari.

Padahal, semua aktivitas yang umat lakukan termasuk menjaga pola makan maupun seringnya berolahraga juga akan dihisab nanti di hari perhitungan. Masya Allah, begitu keren ya Islam memberikan pengaturan!

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai badai sitokin.

Semoga artikel ini dapat menjadi rekomendasi bagi umat lainnya agar dapat melakukan pencegahan sedini mungkin agar fenomena ini tak semakin menjamur serta memakan nyawa para generasi umat. Wallahua’lam bi ash-showwab.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY