Banyak Ulama Indonesia yang Meninggal di Akhir Ini, Siapakah Mereka?

0
214

Ulama Indonesia – Berkurang di akhir tahun 2020 yang penuh dengan kejadian, di mana adanya pandemi virus Corona, pemilihan Pilkada secara serentak, adanya beberapa fenomena alam seperti gunung meletus, tanah longsor, dan lainnya.

Tahun 2020 bukan berarti tahun berkabung dengan berbagai cobaan yang mendera Indonesia, khususnya dengan meninggalnya beberapa ulama Indonesia. Melainkan, tahun yang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang kemungkinan akan terjadi dalam kehidupan.

Tantangan kehidupan terus naik, manakala beriringan dengan waktu yang semakin beranjak maju. Setiap manusia yang masih hidup tentu akan mengalami suka-duka, harapan yang tentu akan diuji dengan adanya cobaan.

Sobat Cahaya Islam, salah satu cobaan kehidupan adalah kematian orang-orang terdekat, mengingat kembali jika setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 35 di bawah ini.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan serta kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan. – (Q.S Al-Anbiya: 35)

Berdasarkan ayat di atas, muslim perlu menyadari tentang hakikat kehidupan yang bersifat fana (rusak), baik berupa kematian, maupun cobaan. Sebab, pada hakikatnya kita akan kembali kepada Yang Memiliki.

5 Ulama Indonesia yang Meninggal Akhir Ini

Sebenarnya ada banyak ulama di Indonesia yang meninggal akhir-akhir ini. Hanya saja, akan kita bahas sebagiannya, Berikut lima di antaranya yang bisa kita ketahui.

  1. KH. Habib Thohir Abdullah Alkaff

Tegal kehilangan sosok yang menggetarkan hati ketika menyampaikan nasihat-nasihat yang bisa membuat orang yang mendengarkan meneteskan air mata, beliau adalah Habib Thohir Abdullah Alkaff.

Habib Thohir Abdullah Alkaff, sering mengisi ceramah dari tempat ke tempat, sembari mengasuh pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Darul Hijrah, Tegal.

Nasihat yang sering beliau sampaikan mengenai ajakan untuk mencintai Rasulullah. Dalam ceramahnya, beliau mengatakan bahwa tidak ada pintunya Allah selain pintu Nabi Muhammad SAW. Itu menunjukkan muslim perlu mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

  • KH. Habib Umar bin Aqil bin Yahya

Kyai sekaligus dzuriyah (keturunan) dari Nabi Muhammad SAW asal Gresik dikabarkan juga meninggal pada Kamis, 3 Desember 2020 waktu malam.

  • Penceramah Prof. Dadang Hawari

Prof. Dadang Hawari, psikiater kondang yang sering mengisi ceramah meninggal dunia, setelah dikabarkan terkena virus Corona. Ceramah yang beliau berikan berupa ceramah berkonsep kesehatan, sesuai dengan profesinya juga sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Bukan hanya itu, kiprah beliau juga terabadikan di beberapa buku karyanya antara lain buku tentang manajemen stres, konsep Islam dalam menangani AIDS, dan lainnya.

  • KH. Qohwatul Adib Munawar

Berikutnya, ada KH. Qohwatul Adib Munawar yang merupakan Majelis A’wan Pondok Pesantren Langitan, Tuban yang meninggal dunia. Beliau kyai yang mumpuni, bahkan sering diberikan kesempatan menggantikan Kyai Faqih Langitan mengajar kitab-kitab kuning.

  • KH. Faiq Robayan

KH Faiq Robayan juga meninggal pada 3 Desember 2020. Beliau merupakan kyai yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah.

Sobat Cahaya Islam, itu lima ulama Indonesia yang meninggal akhir-akhir ini di waktu yang berdekatan pada Kamis, 3 Desember 2020 malam. Bisa dikatakan kalau perhitungan dalam Islam itu sudah masuk hari Jumat yang merupakan istimewa meninggalnya orang-orang yang mulia, selain hari Selasa.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY