Ustadz Yahya Waloni, Tips Dakwah yang Hikmah

0
1861

Ustadz Yahya Waloni – Baru – baru ini, ustadz Yahya Waloni harus melalui proses hukum di kepolisian akibat pelaporan dugaan penistaan agama.

Beliau memang kerap kali berdakwah secara frontal. Tak heran bila memang ada sebagian umat yang merasa tersinggung. Pelaporan yang melibatkan nama beliau ini salah satunya yakni menyinggung umat non-muslim.

Sobat Cahaya Islam, apa yang Ustadz Yahya Waloni juga pernah dialami oleh para da’i. Beberapa diantaranya juga terjegal dengan kasus SARA.

Siapa Ustadz Yahya Waloni?

Sobat Cahaya Islam, sebagian umat mungkin masih belum mengenal Usatdz Yahya Waloni. Beliau adalah seorang mualaf yang sudah menjadi muslim Insya Allah sejak 2006 silam.

Ustadz Yahya Waloni

Ketika itu, proses masuknya ke Islam dibantu oleh beberapa pengurus dari PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) wilayah Tolitoli.

Setelah masuknya beliau dalam Islam, Ia dan keluarganya menyibukkan diri dalam dunia dakwah.

Dalam perjalanannya, Ustadz Yahya memang kerap kali menyampaikan Syiar Islam secara frontal. Tentu saja, ada sebagian umat yang merasa kurang setuju dengan sikap beliau.

Idealnya, menyampaikan dkwah

Tips Berdakwah dengan Hikmah

1.    Tegas, Pilihan Kata harus Sopan

Sobat Cahaya Islam, agar umat dapat dengan mudah menerima dakwah jangan lupakan untuk menyampaikannya dengan cara yang hikmah. Memang, tak ada standar khusus bagaimana umat menyampaikan dakwah.

Dalam Al-qur’an Allah SWT hanya memberi penjelasan secara umum bahwa penyampaian dakwah harus dengan cara yang ahsan dan tidak sampai menyinggung dan menyakiti orang lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni dalam Surat An Nahl – 125 :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Hanya saja, tersinggung dan tidaknya umat penentuannya hanya berasal dari diri mereka bukan?

Sehingga, selama umat masih menggunakan rambu – rambu untuk memilih kata yang sopan dalam berdakwah maka Insya Allah tidak menjadi masalah.

Selain itu, umat juga rentan tersinggung bila pembahasan atau konten dakwah adalah sesuatu yang sangat jarang mereka ketahui.

Tentu ini juga akan menjadi pemicu dakwah bisa terkategorikan sebagai dakwah yang frontal.

Maka sebelum berdakwah, alangkah lebih baik untuk memastikan kriteria pemahaman para pendengar serta hal – hal apa saja yang berkaitan dengan informasi keagamaan di wilayah tersebut.

2.    Perhatikan Attitude

Selain itu, tips lain yang umat perlu perhatikan yakni sikap diri baik dalam berdakwah termasuk cara menjawab dan berkomunikasi dengan para jamaah.

Misalnya saja, ketika bertausiyah maka umat sebagai da’i perlu memastikan bahwa sikap yang ia tunjukkan adalah sebagaimana sikap da’i pada umumnya.

Ustadz Yahya Waloni

Harapannya, menanamkan kepribadian Islam yang baik dalam diri umat adalah sikap wajib dan ideal untuk umat miliki.

Hanya saja, kondisi hari ini tidak sebagaimana keteraturan dalam peradaban Islam dimana umat akan berusaha saling mewujudkan syakhsiyah Islamiyah dalam dirinya.

Alih – alih demikian, malah umat dengan bebas mempertontonkan kemesraan, aurat bahkan hal – hal yang bertentangan dengan syariat sekarang lambat laun terasa wajar.

3.    Menentuan Audience

Selain itu, jangan lupa tentukan audience sebelum mernagkai kata – kata yang akan menjadi penguat dalam konten dakwah yang umat atau para da’i sampaikan.

Sebab, jika para da’i tak pandai dalam mengolah kata maka Ia dapat menyakiti para audience dan menyebabkan sulitnya pemahaman agama masuk dalam setiap audience.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai perkara Ustadz Yahya Waloni serta beberapa tips yang dapat umat ikuti agar dakwah bisa maksimal dan tidak sampai menyakiti dan mendzalimi para audience. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY