Edhy Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka, Kewajiban Muslim yang Memiliki Kedudukan

0
24

Edhy Prabowo – Tokoh yang awalnya menduduki sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dicopot jabatannya dengan tidak hormat karena kasus korupsi terkait penetapan izin ekspor baby lobster. Sangat disayangkan kasus ini, menarik  jika dia dulunya adalah ajudan setia Prabowo Subianto.

Seakan ada godaan yang menggiurkan berada di ranah tinggi lantas lupa hakikat dulunya berjuang meraih apa yang diharapkan oleh sebagian orang, justru Edhy Prabowo terlena bersama enam tersangka lainnya mengeruk harta yang bukan miliknya. Lagi-lagi korupsi melanda Indonesia!

Berada di posisi tinggi dengan jabatan mentereng adalah sebuah nikmat sekaligus cobaan. Nikmat yang disalah alirkan akan bisa menjadi laknat. Pepatah mengatakan “Amanat tidak Akan Salah Pundak” pepatah itu lambat laun bisa kadaluwarsa bila tidak diterapkan dengan benar.

Sobat Cahaya Islam, memiliki kedudukan berarti berani mengambil langkah untuk memperjuangkan dan menjaga amanah yang telah diberikan. Maka dari itu, muslim patutnya mengetahui beberapa kewajiban ketika memiliki kedudukan yang dilimpahkan.

Edhy Prabowo tidak Menerapkan Kewajiban sebagai Pemimpin, Kewajiban Muslim yang Memiliki Kedudukan

Ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi bagi setiap muslim yang diberi kepercayaan berupa kedudukan baik dalam lingkup politik, pendidikan, sosial, maupun ekonomi yang secara jelas pasti ada aturan-aturannya.

  1. Tanggung Jawab atas Kepemimpinannya

Tanggung jawab atas apa yang menjadi tugas pemimpin atau orang yang diberi kedudukan. Seperti, merencanakan agenda, menjalankan agenda yang telah dirancang, hingga mengawasi jalannya agenda.

Adapun dalil yang familiar bagi yang diberi kepercayaan kedudukan hadis untuk senantiasa bersikap tanggung jawab sebagai berikut.

«كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin bagi manusia, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin terhadap harta tuannya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta yang diurusnya. Ingatlah, masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim No. 3408 dari Abdullah bin Umar)

  1. Menjalankan Tugas Sesuai dengan Kedudukan

Semua posisi manusia terkhusus bagi umat Islam pasti memiliki sederet tugas yang harus dijalankan. Sebab salah satu tugas terbengkalai bisa mempengaruhi jalannya elemen yang lainnya. Hal ini terlihat jelas ketika sedang berada pada kedudukan dalam kerja sama sebuah tim.

  1. Menghindari Larangan-larangan

Adanya suatu larangan menunjukkan adanya kewajiban yang bertolak belakang. Salah satu larangan keras dalam posisi memiliki kedudukan bagi muslim yakni tidak mengambil hak milik orang lain apalagi hak rakyat. Stop korupsi demi kemaslahatan bersama!

  1. Hati-Hati dengan Janji

Selanjutnya, muslim yang diberi kedudukan sudah sepantasnya untuk berhati-hati dalam berjanji. Sebelum menjadi apa yang dicita-citakan kadang manusia berusaha dan mengobral janji ke sana-kemari. Saat apa yang dicita-citakan terwujud sudah saatnya mewujudkan janji sebisa mungkin.

  1. Sadar dengan Amanah

Sadar, sadarlah bukan hanya sebentar jika kedudukan adalah amanah yang harus dijaga bagaimana pun caranya. Kedudukan ibarat titipan yang pada waktunya akan dikembalikan tidak selayaknya dirusak atau dibiarkan begitu saja.

Apalagi, saat ini rencananya akan diadakan pemilu serentak di 9 Desember mendatang, bagi yang mencalonkan perlu diperhatikan kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan bagi yang memiliki kedudukan sebelum sumpah janji ditegakkan.

Sebenarnya, sadar terhadap amanah bukan hanya mencangkup kedudukan yang tinggi di pandangan manusia pada umumnya. Melainkan, juga kedudukan sebagai hamba untuk senantiasa mengabdi kepada Sang Pencipta.

Sobat Cahaya Islam, lima kewajiban muslim saat berada di posisi kedudukan yang tinggi, semoga bisa kita terapkan. Semoga Edhy Prabowo bisa segera sadar, atas kesalahan yang telah diperbuat, serta bisa berubah ke jalan yang baik. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY