Syabda Perkasa Belawa Tergolong Mati Syahid? Ini Keutamaannya

0
557
Syabda Perkasa Belawa

Syabda Perkasa Belawa – Masyarakat Indonesia kembali berduka atas kepergian penerus bangsa yang membanggakan. Ia adalah Syabda Perkasa Belawa yang meninggal dunia belum lama ini.

Kepergian Syabda tentu membawa duka mendalam bagi banyak orang. Tak heran ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir untuknya.

Syabda Perkasa Belawa Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

Pada hari Senin 20 Maret 2023, atlet bulu tangkis tunggal putra PBSI yakni Syabda Perkasa Belawa meninggal dunia. Almarhum meninggal dunia karena kecelakaan yang terjadi di kawasan Pemalang.

Tepat di hari Senin pagi, sosial media ramai dengan pemberitaan duka tersebut. Menurut informasi yang beredar, dalam insiden itu Syabda meninggal dunia di usia yang masih sangat muda yakni 21 tahun.

Tak hanya Syabda, insiden kecelakaan tersebut juga menewaskan sang ibunda. Sementara itu, ayah dan kakak Syabda selamat dari insiden kecelakaan.

Penasihat Teknis PB Djarum yakni Yuni Kartika resmi mengkonfirmasi berita duka meninggalnya Syabda Perkasa melalui sosial media resminya. Dalam postingan tersebut, Yuni Kartika mengatakan bahwa Syabda Perkasa meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju Sragen, Jawa Tengah.

Menurut informasi yang beredar, Syabda meninggal dunia dalam perjalanan untuk berziarah karena sang nenek meninggal dunia.

Kecelakaan Termasuk Mati Syahid?

Sobat Cahaya Islam, manusia memang tak bisa menghindari takdir kematian. Hal ini seperti yang dialami oleh atlet bulu tangkis kebanggaan Indonesia yakni Syabda Perkasa Belawa.

Berdasarkan informasi, Syabda meninggal karena menabrak mobil lain. Insya Allah meninggalnya Syabda termasuk ke dalam mati syahid.

Ini sesuai berdasarkan sabda nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah RA yang mengatakan:

“Syuhada ada dalam lima kondisi, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena benturan keras (seperti tabarakan, tertimpa reruntuhan ), dan orang yang gugur di jalan Allah.” HR. Bukhari Muslim Nomor 8305

Berdasarkan hadis tersebut, ulama pun mengelompokkan syahid berbeda pada dua jenis yaitu syahid kubra dan sugra. Untuk syahid kubra ditujukan bagi kalangan mujahid atau orang yang berjihad.

Sedangkan, syahid kecil atau sugra mencakup kondisi yang ada dalam hadits itu. Karena itulah, saudara sesama muslim bisa mendoakan agar Syabda termasuk ke dalam orang yang meninggal syahid.

Keutamaan Mati Syahid

Sobat Cahaya Islam, orang yang mati syahid termasuk golongan yang mempunyai derajat mulia seperti kehidupan bermartabat. Karena itulah ada beberapa keutamaan bagi orang yang termasuk meninggal dalam kondisi mati syahid yaitu:

1.       Tetesan Darahnya Dicintai oleh Allah SWT

Allah SWT mencintai tetesan darah orang yang meninggal karena mati syahid.

Syabda Perkasa Belawa

Hal ini sebagaimana berada dalam sabda nabi Muhammad SAW yaitu:

  “Tidak ada sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT, kecuali dua tetes air dan dua bekas. Tetes air yang dimaksud ialah tetesan air mata karena takut kepada Allah SWT dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah SWT. Adapun dua bekas itu adalah bekas karena di jalan Allah SWT, dan bekas melaksanakan kewajiban Allah SWT ( HR. At-Tirmidzi dan ia berkata,” Ini hadis hasan.”) ( An-Nawawi, Riyadus Salihin, No. hadist 455 )

2.       Harum Darahnya

Bagi orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid, maka harum darahnya. Ini seperti sabda nabi Muhammad SAW yang artinya:

 “Bungkuslah jasad mereka (syuhada’) sekalian dengan darah-darahnya juga. Sesungguhnya mereka akan datang di hari kiamat dengan berdarah-darah, warnanya warna darah namun aromanya seharum kesturi. “(Shahih Sunan An-Nasa’i : 2001).

3.       Mendapat Ampunan Semua Dosanya

Allah akan mengampuni dosa semua orang yang sudah meninggal dalam kondisi syahid. Namun untuk dosa tersebut akan dikecualikan jika almarhum memiliki hutang.

Syabda Perkasa Belawa

Ini tertuang dalam HR Muslim nomor 1886 yang berbunyi:

 “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR Muslim Nomor 1886).

Itulah beberapa keutamaan meninggal dalam kondisi syahid dalam islam. Tentu saja banyak orang yang berharap Syabda Perkasa Belawa termasuk dirinya sendiri meninggal dalam kondisi tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY