Kematian Ibunda Amanda Manopo, Duka Mendalam bagi Keluarga Besar

0
1527
Ibunda Amanda Manopo

Ibunda Amanda Manopo – Beberapa hari ini, Sebagian keluarga artis harus merasakan duka yang mendalam seperti halnya dengan kematian ibunda Amanda Manopo. Tragedi kematian tersebut terjadi sebab bunda Henny, panggilan Ibu Amanda terpapar Covid -19.

Sobat Cahaya Islam, duka keluarga dari Ibunda Amanda Manopo tentu juga pernah dirasakan oleh Sebagian masyarakat Indonesia. Kematian akibat Covid-19 memang meningkat tajam sehingga umat harus selalu waspada dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kematian Ibunda Amanda Manopo adalah Ketetapan Allah SWT

Ibunda Amanda Manopo

Sobat Cahaya Islam, seluruh umat muslim harus meyakini bahwa kematian adalah sebuah ketetapan yang tak bisa maju ataupun mundur. Kondisi bangsa yang tengah menghadapi keganasan pandemi adalah sebuah kepastian. Bahkan kematian dari para korban yang terpapar Covid-19 adalah takdir yang sudah digariskan.

Dengan demikian, umat sudah seharusnya senantiasa bersiap dengan segala berita kematian termasuk dari orang yang sangat terkasih. Berduka boleh, namun kematian tersebut tak boleh diratapi lama – lama sebab umat yang masih hidup perlu untuk tetap melanjutkan perjuangan terutama syiar Islam.

Walaupun kematian adalah sebuah ketetapan, namun umat perlu mengetahui bahwa umat juga perlu mempertanggungjawabkan aktivitas yang umat lakukan semasa hidup termasuk aktivitas sebelum bertemu dengan kematian. Misalnya, sebelum malaikat pencabut nyawa menjemput, kondisi diri umat sedang melakukan amalan kebaikan atau malah berbuat kemaksiatan.

Belajar Qadha dan Qadar Agar Tak Salahkan Takdir

Ibunda Amanda Manopo

Sobat Cahaya Islam, urgensitas umat untuk memahami perkara Qadha dan Qadar sangatlah penting. Tujuannya agar umat tak mudah untuk menyalahkan takdir yang terjadi pada diri dan orang sekitarnya. Sebab, fakta hari ini banyak memperlihatkan kondisi umat yang terus menerus menyalahkan takdir Allah SWT, salah satunya takdir kematian yang terjadi pada orang tersayang.

Qadha dan Qadar sendiri memang tak masuk secara detail dalam pembahasan Alqur’an. Sebab, frasa yang ada di dalamnya lebih banyak menggunakan kata takdir. Singkatnya, qadha adalah sebuah ketetapan Allah yang tak bisa diganggu gugat.

Sehingga, umat perlu meyakini bahwa semua kejadian dalam hidup sedari kandungan bahkan dewasa sudah Allah SWT tuliskan. Hanya, umat tak akan pernah mengetahuinya sebab kemampuan dan akal umat terbatas.

Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan bahwa umat harus berdiam diri. Berdiamnya umat terjadi karena Allah SWT sudah menuliskan takdirnya. Pertanyaan – pertanyaan inilah yang menjadikan umat bingung dan akhirnya berjalan tanpa arah di kehidupannya.

Padahal, umat harus mengerti bahwa keputusan maupun keinginan Allah SWT adalah hal yang mutlak, sementara hamba tak akan mampu untuk memikirkannya. Sehingga, takdir bukan ranah yang manusia perlu pikirkan. Malah, Allah SWT telah siapkan ranah bagi umat agar mereka dapat meraih cita – cita untuk mendapat ridhoNya yakni ranah berusaha atau melakukan ikhtiar.

Aktivitas yang umat lakukan pun tak boleh hanya berdasar perasaan belaka namun berdasar syariat Islam. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala Surat Al-Baqarah ayat 216 yakni :

….وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Artinya :  boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Nah, Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai tragedi kematian Ibunda Amanda Manopo serta bagaimana umat memaknai takdir yang Allah SWT berikan. Semoga ke depan umat tak lagi meratapi terlalu dalam kematian orang terkasih sebab hal tersebut adalah ketetapan dari Allah SWT. Memang, awalnya menyakitkan ditinggal yang terkasih, namun umat harus yakin bahwa ada perjumpaan kedua kelak di akhirat. Wallahua’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY