Syed Syaddiq, Sang Idola yang Terjerat Kasus Korupsi

0
536
Syed Syaddiq

Syed Syaddiq – Beberapa hari yang lalu, publik sempat gempar dengan pemberitaan terkait terjeratnya Syed Syaddiq, eks Menpora termuda di Malaysia. Hal ini sangat disayangkan, sebab masyarakat sangat mengidolakan kepiawaiannya sata menjalankan tugasnya sebagai Menpora.

Sobat Cahaya Islam, tragedi Syed Syaddiq yang terjerat korupsi bisa saja umat lainnya alami baik dengan kesadaran atau hanya menjadi korban dugaan korupsi.

Sehingga, umat perlu lebih waspada agar tak terjebak bahkan mendambakan kekayaan dari hasil korupsi. Selain tidak berkah, hal tersebut menjadikan umat secara tidak langsung sebagai pencuri berdasi yang mengambil hak rakyat.

Bagaimana Umat Menanggapi Kasus Syed Syaddiq yang terjerat Korupsi?

Syed Syaddiq

Sobat Cahaya Islam, kasus Syed Syaddiq yang terjerat korupsi seharusnya menjadi renungan bagi umat di setiap kalangan usia. Sebelumnya, eks menpora tersebut dinobatkan menjabat sebagai menteri termuda di usianya yang baru menginjak 20 tahun an.

Di usia tersebut, rata – rata para pemuda sedang dalam kondisi bekerja sebagai staff biasa maupun dalam upaya mencapai karir. Namun, Syed menunjukkan prestasinya dengan menjadi Menpora. Tentu, prestasi tersebut patut diacungi jempol.

Hanya saja, biasanya politisi yang muda mempunyai banyak cita – cita terutama dalam perbaikan bangsa bukan? Tidak diketahui secara pasti motif perihal korupsi yang dilakukan. Namun, peristiwa tersebut menjadi penegas bahwa yang muda dengan idealism tinggi bisa terjerat kasus korupsi yang berurat di negeri.

Mengapa Umat Kian banyak Terjebak dalam Kasus Korupsi?

Syed Syaddiq

Terjebaknya umat dalam pusaran korupsi, tentu perlu pengkajian lebih lanjut dan terjadi karena beberapa faktor. Faktor utama yang lebih sering terlihat yakni faktor dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Diri sendiri misalnya, kebiasaan umat dengan kemewahan dunia dapat menjadikannya haus dan serakah akan harta.

Jika kebutuhannya tak dapat terpenuhi, maka bisa saja menjadikan korupsi sebagai jalan pintas agar terpuaskan keinginannya. Selain itu, diri yang awalnya ingin menjadi seorang pionir perubahan bisa saja terhambat bahkan terhenti di tengah jalan sebab tidak satu pemikiran dengan para anggota lainnya.

Sudah menjadi opini umum, bahwa ketidakpercayaan umat terhadap pejabat publik mulai luntur sebab umat tahu bahwa ketika pejabat dipilih, maka pada saat itu juga mereka melakukan korupsi.

Sehingga umat Islam haruslah lebih waspada agar umat tak terjebak. Salah satu cara yang bisa umat lakukan yakni dengan senantiasa mengingat Allah SWT dan menjalankan amalan kebaikan.

Selain itu, umat juga perlu meyakini bahwa umat akan selalu Allah SWT uji dengan berbagai aspek termasuk sisi perekonomian, sehingga tidak sampai terjerat dengan korupsi. Hal ini sesuai dengan firmn Allah Ta’ala Surat Al-Ahzab ayat 41 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.

Dari aspek eksternal, umat perlu menyadari bahwa hari ini mereka tengah hidup dan lahir di perabadan yang mengajarkan bahwa materi adalah capaian tertinggi dalam kehidupan. Sehingga semakin kaya seseorang, maka kebahagiaan akan mudah datang.

Salah kaprah akan tafsir ini ternyata harus umat telan secara mentah – mentah sehingga menjadikan mereka sebagai pemuja materi. Padahal, Islam telah mengajarkan bahwa satu – satunya orientasi muslim yakni untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjauhi larangannya. Materi harus umat anggap sebagai pencapaian bonus saja.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kasus Syed Syaddiq yang terjerat korupsi serta faktor internal maupun eksternal. Semoga ke depan umat lebih bijaksana lagi dan tidak serampangan dalam berorientasi. Cukup Islam saja yang menjadi pandangan hidup. Aamin yarobbal’alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY