The Heavenly Idol Ceritakan Kerasukan, Ternyata Ada dalam Islam

0
1149
the heavenly idol

The Heavenly Idol – Cukup banyak drama Korea on going yang seru untuk penggemarnya saksikan. Salah satunya ada drama Korea yang bertajuk The Heavenly Idol.

Drama Korea satu ini mengisahkan cerita yang unik dan menarik. Seperti apa ceritanya? Anda bisa simak informasi ceritanya di bawah ini.

Sinopsis The Heavenly Idol

Cerita drama Korea The Heavenly Idol berfokus kepada karakter bernama Woo Yeon Woo. Ia merupakan seorang member dari salah satu grup idola yang bernama Wild Animal.

Grup idola tersebut merupakan kelompok yang tidak populer di Korea Selatan walaupun sudah debut sampai 3 tahun lamanya. Karena ketidapopuleran Wild Animal, group memutuskan untuk membubarkan diri.

Tetapi sebelum bubar, ada sosok yang memiliki kekuatan dewa yakni Pontifex Lembrary secara mendadak pindah ke dimensi dunia lain. Kemudian sosok itu mendapati dirinya merasuki tubuh Woo Yeon Woo yang tengah berada dalam asrama kecil.

Karena itulah, sosok Pontifex Lembrary harus melakoni kehidupannya sebagai idola yang kurang populer. Lantaran kesurupan itu, Woo Yeon Woo justru berubah menjadi sosok yang memiliki pesona tersendiri termasuk rasa percaya dirinya.

Berkat kejadian kerasukan tersebut, secara perlahan seorang Woo Yeon Woo menjadi populer. Bukan itu saja, grup yang hampir  bubar yakni Wild Animal juga sangat populer di sana.

Kerasukan dalam Islam

Jika melihat sinopsis cerita drama Korea The Heavenly Idol, Sobat Cahaya Islam dapat menyimpulkan bahwa drakor tersebut bercerita tentang fenomena kerasukan. Memang di sekitar kita, cukup banyak orang yang mengalami kerasukan karena beberapa hal.

the heavenly idol

Orang yang kerasukan memang seringkali bertindak di luar kebiasaan. Tindakan itu bisa berupa kata-kata kasar, mengamuk, dan masih banyak lagi.

Lantas bagaimana sejatinya kerasukan dalam agama islam?

Dalil Tentang Kerasukan dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, rupanya peristiwa kerasukan benar adanya dan bisa menimpa seseorang. Sebab ada beberapa dalil yang menunjukkan tentang kemungkinan jin yang masuk dalam tubuh manusia dan bisa berpengaruh terhadap pikiran dan perasaannya.

Di bawah ini ada sejumlah dalil yang menyebut kemungkinan jin masuk dalam tubuh manusia sampai membuatnya mengalami kerasukan.

1.       Firman Allah SWT dalam Al Quran

Allah SWT dalam Al Quran menyebut tentang kerasukan. Hal ini tertuang dalam QS. Al Baqarah ayat 275 yang berbunyi:

 الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا

“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275) 

Dari firman Allah SWT di atas, bisa terlihat bahwa Allah mengibaratkan orang-orang yang hidup lagi setelah memakan harta riba seperti orang yang kemasukan setan. Ini mengisyaratkan bahwa orang itu akan berperilaku yang tidak semestinya.

Namun ayat di atas hanya bersifat mengibaratkan dan bukan menunjukkan tentang peristiwa kerasukan secara langsung.

2.       Doa Nabi Muhammad SAW

Selain itu, istilah tentang kerasukan juga tertuang dalam salah satu doa Nabi Muhammad SAW dalam HR. Nasai 5533 dan sudah dishahihkan Al Albani. Adapun isi doa tersebut yakni:

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرِيقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ…

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa benda keras, aku berlindung kepada-Mu dari mati terjatuh, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari keadaan setan merasuki badanku ketika mendekati kematian…” (HR. Nasai 5533 dan dishahihkan al-Albani)

Dari hadits di atas, bisa disimpulkan bahwa setan bisa masuk ke dalam tubuh manusia menjelang kematian. Ini mengartikan bahwa setan bisa saja menghalangi manusia bertaubat dan seolah-olah merasukinya.

Karena itulah bisa dibilang bahwa kerasukan itu sejatinya benar. Namun kerasukan dalam islam tidak seperti The Heavenly Idol karena ini adalah drama Korea yang dilebih-lebihkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY