Tawuran Pelajar Sebabkan Satu Orang Tewas, Ini Hukum Tawuran Menurut Pandangan Islam!

0
37
Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang dan Hukum Tawuran Dalam Islam

Tawuran Pelajar – merupakan salah satu perilaku menyimpang dari anak muda atau pelajar di era yang modern sekarang ini. Tawuran yang merupakan perbuatan keji justru banyak dilakukan oleh kalangan anak muda. Bahkan seolah ini menjadi ajang untuk saling bersaing siapa yang paling kuat atau yang paling berkuasa. Tentu saja dari pandangan hukum negara saja ini bisa menjadi tindak kriminal. Seperti halnya tawuran pelajar yang terjadi di Kampung Bulak, Jalan Raya Cikunir, Jatiasih, Bekasi.

Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang dan Hukum Tawuran Dalam Islam

Tawuran yang terjadi di Bekasi ini menyebabkan satu orang tewas. Sedangkan 8 orang ditangkap yang mana adalah para pelaku tawuran. Dengan kasus yang terjadi ini, tentu saja perilaku tawuran ini adalah perilaku yang melanggar hukum. Baik hukum negara yang berlaku ataupun hukum agama, jika kita mencoba untuk memandang permasalahan dari sudut pandang agama islam. Lalu bagaimana hukum tawuran dalam pandangan islam?

Tawuran Pelajar di Bekasi Tewaskan Satu Orang, Bagaimana Hukum Tawuran Dalam Pandangan Islam?

Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang dan Hukum Tawuran Dalam Islam

Tawuran Pelajar yang terjadi di Bekasi hingga menyebabkan tewasnya satu orang sudah termasuk tindak kriminal. Itu sebabnya tawuran adalah bentuk penyimpangan perilaku yang melanggar hukum. Dalam agama islam, perselisihan hingga kekerasan adalah sesuatu yang dilarang. Bahkan ini menyebabkan dosa besar bagi pelakunya. Apalagi jika sampai menghilangkan nyawa manusia yang lain. Perbuatan seperti ini asalnya adalah dari syaitan, yang tidak lain bermaksud menjerumuskan umat muslim pada perbuatan keji.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.(1)

Ayat diatas menjelaskan bagaimana iblis atau syaitan menyombongkan dirinya. Ini membuat Allah murka dan menghukum iblis keluar dari surga. Namun iblis membuat permintaan untuk mengajak manusia agar tersesat dengan berbagai cara sebelum datangnya kiamat. Dan ini setujui oleh Allah SWT. Itu sebabnya iblis atau syaitan akan terus mencari cara untuk menyesatkan umat muslim. Termasuk dengan menjerumuskan pada perbuatan keji seperti tawuran. Apalagi hingga saling membunuh.

Begini Hukum Tawuran Menurut Pandangan Islam

Tawuran Pelajar dan Bagaimana Pandangan Islam Tentang Tawuran

Tawuran adalah salah satu perbuatan keji yang bisa berakhir dengan saling membunuh. Apalagi tawuran adalah perilaku yang mengedepankan emosi, amarah hingga dendam. Ini jelas menyimpang dari ajaran agama islam. Bagi siapapun yang melakukan perbuatan keji, bukan hanya menanggung dosa besar. Namun Allah tempatkan para pelakunya di neraka dimana manusia akan disiksa sebagai balasan perbuatannya selama di dunia.

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.(2)

Ayat ini menegaskan tentang larangan untuk membunuh. Maka hukum dari tawuran ini tentu saja dilarang, bahkan dosa besar bagi pelakunya. Ini juga termasuk perilaku yang menyebabkan kerusakan bumi. Segala bentuk perselisihan, permusuhan atau tawuran yang menyebabkan kerusakan, hingga hilangnya nyawa seseorang. Ini adalah perbuatan keji yang dibenci oleh Allah.

Tawuran pelajar – yang menyebabkan tewasnya seseorang, ini termasuk tindakan saling membunuh. Seperti yang sudah dijelaskan pada ayat Al Quran bahwa Allah mengharamkan perbuatan keji seperti membunuh. Maka sobat Cahaya Islam, mari hindari perilaku yang tidak bermanfaat dan merugikan untuk diri sendiri.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-A’raf Ayat 12

(2) – Surat Al-Isra’ Ayat 33

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!