Hari Anak Nasional dan Tips Mendidik Anak ala Rasulullah

0
43

Hari anak nasional – Hari Anak Nasional di Indonesia jatuh pada tanggal 23 Juli 2020. Sebenarnya, hari anak diberbagai belaham dunia mempunyai tanggalnya masing-masing. Tapi, tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari anak Internasional. Perayaan hari anak dilakukan untuk menghargai tiap hak-hak anak untuk tumbuh secara optimal dan mendapatkan hak yang seharusnya. Seperti memberikan pendidikan yang layak, tempat tinggal yang baik, serta hak lainnya.

Anak-anak harus didik sejak dini, supaya menjadi anak yang baik akhlak serta cerdas pemikirannya. Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana mendidik anak, bahkan ketika anak masih berada di dalam kandungan. Ini dapat dijadikan rujukan untuk mendidik anak dengan baik, sesuai dengan tujuan dilakukan peryaan hari anak nasional.

Tips Mendidik Anak ala Rasulullah di Hari Anak Nasional

Orangtua harus memberikan pendidikan sejak dini. Jika sobat cahaya islam tidak tahu bagaimana caranya, sobat cahaya islam dapat mempraktikan cara mendidik anak seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.

  1. Membacakan ayat Al-Quran sejak hamil

Awal dari mendidik anak ala Rasulullah yang pertama, sobat cahaya islam dapat memperdengarkan ayat Al-Quran  sejak anak di dalam kandungan. Membaca Al-Quran akan memberi efek tenang pada bayi juga ibu, bahkan membawa keberkahan tersendiri.

Setelah bayi lahir pun, sering-seringlah memperdengarkan ayat Al-Quran. Terbukti mampu meningkatkan kinerja otak dari beberapa penelitian yang dilakukan dan menjadi kebiasaan baik bagi anak, terbiasa dengan firman-Nya

  1. Mengajarkan dasar islam

Cara mendidik anak ala Rasulullah yang kedua untuk memenuhi hak anak sesuai peryaan hari anak nasional, adalah mengajarkan dasar-dasar islam. Sesuai dengan sabda Rasulullah:

“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya”. (H.R Ibnu Abbas)

Sobat cahaya islam harus menerapkan sesuai hadits ini, yakni ketika anak berusia 3 tahun ajarkan mengucap “Lailaha-illaallah” lakukan berulang selama 7x, saat anak menginjak 3 tahun 7 bulan ajarkan mengucapkan “Muhammadar Rasulullah”.

3. Mencontohkan dan mengajarkan sholat

Anak lebih cepat menangkap apa yang ia lihat berulang-ulang kali. Orangtua yang baik, mengajarkan anaknya mengambil wudhu, sholat, dan mengaji sejak dini. Penanaman cara beribadah ini, akan berpengaruh besar pada akidah dan keimanan anak. Saat dewasa, anak pun terbiasa melaksanakan sholat dan tidak mudah meninggalkan kewajibannya.

4. Memberi pengajaran tauhid

Sejak dini, anak harus dikenalkan dengan siapa penciptanya. Hal ini, Rasulullah lakukan dengan mengumandangkan adzan di telinga saat anak baru lahir. Sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah.

Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat”. (HR. Tirmidzi).

  1. Mengajak berpuasa

Anak dikenalkan dengan berbagai cara meningkatkan keimanan pada Allah sejak kecil. Selain sholat, puasa pun harus diajarkan. Untuk anak-anak jangan terlalu dipaksakan untuk berpuasa selama 12 jam, biarkan terlebih dahulu berpuasa semampunya. Iming-imingi dengan hadiah, agar anak lebih bersemangat.

  1. Memberi nama panggilan

Dalam islam, memberikan nama panggilan pada anak harus mempunyai makna yang baik. Nama merupakan sebuah doa untuk anak-anak bagaimana masa depannya kelak. Nama panggilan pun sesuai dengan tujuan diadakannya hari anak nasional.

Hari anak nasional mengingatkan untuk memberikan pendidikan yang baik untuk anak serta memberikan yang terbaik untuk anak. Anak-anak merupakan aset bangsa dan agama yang harus dididik dengan baik. Agar dapat memberikan manfaat untuk orang-orang di sekitarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!