Tanya Jawab Islam: Menikahi Dua Wanita yang Merupakan Kakak Beradik?

0
762

Beberapa waktu yang lalu tim cahayaislam bertemu dengan seorang lelaki tua yang kebetulan curcol di sebuah surau yang kami singgahi. Dia menceritakan bahwa di mencoba untuk menyelamatkan seorang wanita (sebut saja namanya Santi) yang dulu merupakan orang yang pernah bekerja kepadanya sejak kecil. Dia hidup di sebuah desa dimana keluarganya terikat perjanjian hutang yang melilit mereka dengan satu pembesar desa tersebut. Perjanjian tersebut telah terjadi sejak lama. Hingga akhirnya anak-anak dari keturunan yang terikat hutang tersebut harus menjadi “Selir” dari orang yang memberikan hutang tersebut.

Gilanya lagi, penguasa itu telah menikahi kakak perempuan dari wanita bernama Santi itu, namun seolah tidak merasa puas. Dia hendak memperistri pula Santi yang notabene merupakan adik dari istrinya tersebut. Lelaki tua baik hati tersebut mengatakan bahwa dia sedang berusaha untuk menebus dan membayar hutang keluarga Santi agar lunas. Kami hanya bisa mengelus dada pada apa yang terjadi di desa tersebut. Untuk itulah sobat pembaca cahayaislam yang dimuliakan Allah, kami berniat untuk mengulas tentang itu. Tentang bagaimana sih hukum menikah dengan dua orang wanita yang merupakan kakak beradik? Adakah hadits yang menyatakan larangan tentang hal tersebut?

Perintah Rasulullah agar memilih satu diantara keduanya!

Hal ini ternyata pernah kejadian ketika zaman Rasulullah SAW dulu. Ada seorang Mualaf (orang yang baru masuk islam) yang datang kepada Rasulullah sembari menyatakan bahwa dirinya baru masuk islam dan baginya ada dua orang istri yang merupakan kakak beradik. Kemudian Rasulullah sendiri menegaskan kepadanya untuk memilih salah satu diantara keduanya yang dia sukai.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ أَبِي وَهْبٍ الْجَيْشَانِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ فَيْرُوزَ الدَّيْلَمِيَّ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَتَحْتِي أُخْتَانِ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ اخْتَرْ أَيَّتَهُمَا شِئْتَ

Dari hadits tersebut diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya kita tidak boleh menikahi dua orang wanita yang merupakan kakak beradik. Hal ini tidak diperbolehkan karena menurut banyak para alim ulama hal ini memang sudah diharamkan secara ijma’. Larangan ini juga termaktub pula pada surat An Nisa ayat 23 yang menjelaskan dalil tentang mahrom.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Dalam kalimat (وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ) yang ada di bagian akhir ayat tersebut dengan jelas menyatakan bahwa mengumpulkan dua wanita yang bersaudara (menikahinya) adalah merupakan suatu hal yang tidak diperkenankan oleh agama. Nah, semoga hal ini bisa menjadi hikmah bagi kita semuanya ya! Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!