Sopir kabur – Sebelumnya terjadi tabrakan di jalan Moch Toha, Bandung yang menyebabkan seorang mahasiswa meninggal. Usai kejadian tersebut, sopir sebuah pick up sempat kabur. Kendaraan yang digunakan juga sempat disembunyikan dan juga dilepas platnya. Namun kemudian sopir tersebut berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian.
Tindakan tabrak lari tentu saja merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hal ini karena tindakan tersebut sama halnya dengan perbuatan kriminal yang menyimpang dari ketentuan hukum di Indonesia. Begitu juga dalam hukum islam, tindakan ini jelas tidak dibenarkan dan bahkan melanggar ajaran agama islam yang berlaku. Lalu bagaimana pandangan islam mengenai hal ini?


Sopir Kabur Usai Tabrak Mahasiswa Sampai Meninggal, Bagaimana Menurut Islam?


Sopir kabur usai tabrak mahasiswa sampai meninggal. Meski begitu, petugas kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku dan juga melakukan penangkapan. Tindakan kabur setelah menyebabkan kematian orang lain tentu saja bukan perbuatan yang benar. Dalam islam, ini bisa dikategorikan sebagai perbuatan keji dan tentu saja merupakan dosa besar yang Allah larang.
إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.
Ayat ini menegaskan bahwasanya seseorang yang berbuat zalim atau aniaya maka tidak akan mendapatkan keberuntungan. Itu sebabnya, seseorang yang telah menyebabkan seseorang meninggal, namun justru tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya maka ini termasuk dalam perbuatan yang keji dan zalim ya sobat CahayaIslam.
Lalu apa akibatnya menurut islam apabila seorang muslim berbuat zalim?
Mendapat Laknat Allah
Salah satu akibat yang diterima pelaku yang berbuat zalim seperti tabrak lari ini adalah akan mendapatkan laknat atau balasan dari Allah SWT. Seperti yang tertuang dalam ayat Al Quran mengenai kejahatan dan kebaikan yang akan berbalik kepada diri sendiri.
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
Tidak Mendapat Keberkahan Dalam Hidup
Akibat lainnya bagi pelaku yang berbuat zalim adalah tidak mendapatkan keberkahan dalam hidup. Untuk mendapatkan hidup yang berkah dan beruntung tentu saja yang kita lakukan adalah berbuat baik terhadap sesama. Sehingga, seseorang yang berbuat zalim kepada sesama akan jauh dari kebahagiaan serta keberkahan.
Jauh Dari Hidayah Allah
Ini artinya bahwa seseorang yang berbuat zalim maka tidak akan mendapatkan petunjuk atau hidayah dari Allah SWT.
Sopir kabur – setelah menyebabkan seorang mahasiswa yang tertabrak tewas. Ini termasuk perbuatan yang keji dan tidak sesuai dalam ajaran islam dikarenakan islam sendiri mengajarkan kaum muslimin untuk berbuat baik. Selain itu, seorang muslim juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat.
Catatan Kaki:
- Surat Al-An’am Ayat 21
- Surat Al-Isra’ Ayat 7






























