Perintah Keutamaan Saling Menasehati Umat Islam

0
25
Keutamaan saling menasehati

Keutamaan saling menasehati memang wajib sekali dipahami oleh umat Islam. Nasihat merupakan suatu perbuatan baik dan tulus yang telah diberikan oleh orang lain kepada Sobat Cahaya Islami.

Hal ini tentunya karena kasih sayang mereka. Orang tersebut tidak ingin Sobat Cahaya Islami terjerumus pada hal-hal yang buruk. Bahkan, mungkin saja bisa membuat kerusakan, dan menghancurkan hidup. Nasihat ini juga nantinya bisa disebut sebagai tolong-menolong secara lisan.

Pahami tentang Keutamaan Saling Menasehati

Pada era digital, banyak sekali orang-orang yang secara terbuka lebih memilih mengeluarkan unek-unek sampai caci maki di media sosial. Bahkan, ada yang secara terang-terangan sengaja untuk membuat status agar si “target” bisa membacanya.

Padahal perilaku ini jelas hanya akan mengumbar aib, yang seharusnya  bisa ditutup rapat namun justru diperlihatkan kepada banyak orang. Oleh karena itu, sebagai sesama Muslim, ada baiknya untuk bisa saling memberikan nasihat. Selain itu, juga bisa menjaganya jika perbuatannya itu hanya akan merugikan diri sendiri.

1. Faktor Penting dalam Kehidupan

Keutamaan saling menasehati

Nasihat sendiri merupakan faktor penting yang Sobat Cahaya Islam butuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini tentunya agar bisa tercipta kehidupan yang harmonis dan tentram di masyarakat.

Anjuran untuk keutamaan saling menasehati dalam kebaikan kepada sesama manusia, juga sebenarnya Allah perintahkan dalam firman-Nya. Dk mama pada surah al-Baqarah, az-Zukhruf, dan al-‘Ashr sebagaimana yang dikutip dari buku Syajaratul Ma’arif karya Syaikh al-Izz bin Abdus Salam.

Artinya: “Dan Ibrahim sendiri saat itu telah mewasiatkan ucapan kepada anak-anaknya, demikian pula dengan Ya’kub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku sayang! Sesungguhnya Allah saat ini telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (QS al-Baqarah ayat 132).

Sedangkan, untuk surah Az-Zukhruf sendiri akan dijelaskan pada ayat 28. Diantaranya sebagai berikut:

“Dan (Ibrahim) juga sebenarnya saat itu telah menjadikan kalimat tauhid sebagai salah sayu kalimat yang begitu kekal pada keturunannya. Hal ini agar mereka kembali kepada kalimat tauhid itu” (QS Az-Zukhruf ayat 28).

Keutamaan saling menasehati juga telah dijelaskan dalam Al Qur’an surah Al Ashr, yaitu:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu memang benar-benar berada dalam kerugian, terkecuali orang-orang yang beriman. Atau orang yang mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati agar bisa menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS al-Ashr ayat 1-3).

2. Sebagai Sarana Amal Ibadah

Keutamaan saling menasehati

Melalui keutamaan saling menasehati dalam kebaikan merupakan salah satu sarana untuk bisa melakukan amal ibadah. Sementara itu, untuk keutamaannya sendiri saat ini diperoleh dari apa yang akan dicapai.

Wasiat agar bisa menetap pada agama Islam adalah sebaik-baik suatu nasihat. Memberi nasihat dengan berbagai kesabaran berbeda tingkatannya sesuai dengan tingkat kesabarannya.

Memberi nasehat dengan menggunakan kasih sayang juga sebenarnya berbeda sesuai dengan orang yang dikasihi. Namun, jika dilihat dari beratnya kemiskinan, maka kebutuhan yang sangat mendesak dan lainnya.

Jadi bisa dikatakan bahwa setiap umat Islam sudah seharusnya bisa saling menasehati temannya yang saling. Dengan begini teman tersebut tidak akan salah langkah.  Sobat Cahaya Islami juga akan lebih paham dengan keutamaan saling menasehati.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY