Self Care yang islami – Beberapa waktu yang lalu Ada orang yang mencibir Tim cahayaislam yang kebetulan lagi rehat holiday setelah lebaran. Katanya kebanyakan reward, self car self cer katanya, hahaha. Well, Merawat diri bukanlah bentuk egoisme ya gaes. Selama kita nggak melakukannya dengan berlebihan, insha Allah Masih okelah. Bahkan, dalam ajaran Islam, menjaga fisik dan mental adalah bagian dari amanah terhadap tubuh yang Allah titipkan ke kita lho. Konsep self-care islami hadir sebagai cara seorang Muslim menjaga diri, namun tetap berorientasi pada akhirat. Gimana tuh??
Menjaga Kesehatan Mental yang Tidak Melupakan Kewajiban
Mau nggak mau emang Tuntutan hidup sering bikin kita lupa bahwa jiwa juga butuh asupan. Menjaga kesehatan mental Muslim berarti memberi waktu bagi diri untuk tenang, berdzikir, merenung, atau sekadar istirahat dari rutinitas. Lain Hal dengan orang orang jahiliyah nih, kita sebagai orang Islam bentuk self care yang islami haruslah tetep memperhatikan Batas Batas hukum islam. Nabi Muhammad SAW pun memberikan teladan bagaimana beliau meluangkan waktu untuk berkhalwat, bercengkerama dengan keluarga, atau menenangkan diri lewat shalat malam. Yak bener! Nggak Salah denger kok … Sholat Malam Dan berdoa, curhat kepada Allah tentang Segala Jenis masalah yang kita hadapi juga termasuk Salah satu bentuk self care yang islami.
Islam memandang pentingnya menjaga hati agar tetap tenang dan terhubung dengan Allah, karena kesehatan jiwa sangat memengaruhi kualitas ibadah dan interaksi sosial. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk merawat diri, tanpa merasa bersalah—asal tidak melalaikan kewajiban. Itu kuncinya! Nggak lalai kewajiban.
Keseimbangan Spiritual dan Fisik: Self Care yang Islami Penuh Keberkahan
Rasulullah SAW mengajarkan keseimbangan spiritual dan fisik dalam kehidupan. Beliau tidak hanya tekun beribadah, tetapi juga menjaga pola makan, tidur cukup, serta rajin bergerak. Bahkan dalam hadis, beliau menganjurkan umatnya untuk kuat secara fisik karena mukmin yang kuat lebih dicintai Allah.
Dari sini kita belajar, bahwa self care yang terbaik itu adalah yang bisa berjalan for the long run. Atau bisa memberi manfaat untuk jangka panjang. Kita bisa Makan makanan yang kita suka sebagai reward atas kerja kerasa kita, namun kita tetap perlu memperhatikan apakah makanan itu baik untuk kita? Kita perlu plesiran Dan main ke tempat yang baru Dan menyenangkan. Tapi kita juga Harus melihat apakah tempat tempat itu baik untuk keimanan kita? Ataukah tempat itu lebih banyak memberi mudharat kepada kita? – jadi self care yang kita pilih Harus beneran nggak melanggar aturan Islam aja gitu.
***
Self-care yang benar bukan berarti memanjakan diri tanpa batas, tetapi merawat tubuh dan jiwa agar tetap siap beribadah dan berkarya. Inilah bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan waktu luang yang sering kita abaikan. Semoga self care yang kita pilih bisa memberi kebaikan Dan kebarokahan untuk keimanan Dan kehidupan kita ya. Semoga bermanfaat!


































