cahayaislam.id – Menjelang hari raya idul fitri seperti ini semua umat Islam sibuk untuk memikirkan menu makan untuk keluarga. Selain itu, pasti tengah mempersiapkan kebutuhan lainnya.
Akibat sibuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan untuk lebaran. Para ibu rumah tangga pun bingung mencari menu yang pas untuk disajikan saat lebaran.
Terlepas dari jenis masakan apapun yang akan dihidangkan saat momen lebaran, menyediakan jamuan makanan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Syaratnya pun cukup halal untuk dimakan dan suci dalam pengolahannya.
Seperti disebutkan dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 53 yang berbunyi,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ اِلَّآ اَنْ يُّؤْذَنَ لَكُمْ اِلٰى طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِيْنَ اِنٰىهُ وَلٰكِنْ اِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَاِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلَا مُسْتَأْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيٖ مِنْكُمْ ۖوَاللّٰهُ لَا يَسْتَحْيٖ مِنَ الْحَقِّۗ وَاِذَا سَاَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْـَٔلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَاۤءِ حِجَابٍۗ ذٰلِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّۗ وَمَا كَانَ لَكُمْ اَنْ تُؤْذُوْا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَلَآ اَنْ تَنْكِحُوْٓا اَزْوَاجَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖٓ اَبَدًاۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.”
Selain di atas, ada pula firman Allah SWT terkait adab dalam memuliakan tamu yang datang dengan jamuan makanan,
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ. إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ . فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”. (QS. ad-Dzariyat: 24 – 27)
Resep Masakan Hari Raya Idul Fitri
Lebaran biasanya identik dengan ketupat. Namun, tak lengkap rasanya jika menu lebaran hanya ketupat saja, berikut ini sudah ada beberapa menu pelengkap yang menjadi andalan saat sedang hari raya idul fitri.
1. Opor Ayam
Bahan:
- 1 ekor ayam (dapat dipotong menjadi 12 bagian)
Bumbu:
- 6 siung bawang putih
- 9 siung bawang merah
- 4 buah biji kemiri
- 1 sdt ketumbar, merica
- 1 ruas jahe, kunyit, lengkuas
- 2 batang serai
- 4 lbr daun salam, daun jeruk
- 400 ml santan kelapa
- Garam dan gula secukupnya
- 2 sdm kaldu ayam bubuk
Proses Pembuatan:
- Bersihkan daging ayam terlebih dahulu dengan air yang mengalir. Selanjutnya, rebus dengan air sampai matang dan tiriskan.
- Kemudian, haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, merica, kemiri, ketumbar, jahe serta kunyit. Tumis semua bumbu yang sudah dihaluskan dengan sedikit minyak. Tumis bumbu sampai harum, lalu tambahkan 400 ml air.
- Masukkanlah daun jeruk lengkuas, daun salam, serai, gula, garam, penyedap rasa, serta kaldu ayam bubuk. Masukkan juga ayam dan masak sampai mendidih.
- Tambahkan juga santan kelapa, aduk semuanya sampai tercampur rata. Masak sampai mendidih dan tes rasa. Apabila rasa telah pas, maka bisa tambahkan bawang goreng agar lebih sedap. Opor ayam pun siap untuk disajikan.
2. Rendang Padang
Bahan-Bahan:
- 2 kg daging sapi
- 2 liter santan kental
- 4 butir kelapa (perasan pertama tanpa menggunakan air)
- 700 gram kelapa parut, sangrai hingga kecoklatan
- 7 lembar daun salam
- 2 lembar daun kunyit
- 20 lembar daun jeruk
- 10 batang serai
- 1 batang kayu manis
- 5 butir cengkeh
- 3 sdt garam
- 12 buah kembang lawang
Bahan yang Dihaluskan:
- 70 gram bawang putih
- 130 gram bawang merah
- 20 gram kunyit
- 40 gram jahe
- 90 gram lengkuas
- 90 gram kemiri
- 1 sdt lada bubuk
- 2 sdt ketumbar
- 2 buah kapulaga
- 1 buah pala
Proses Pembuatan:
- Tumis semua bumbu halus dan kelapa parut sangrai. Aduk sampai rata. Masukkanlah daun jeruk, daun kunyit, daun salam, serta serai. Masak sampai beraroma harum.
- Masukkan juga daging dan aduk sampai rata. Tuang semua santan dan aduk rata. Masak rendang dengan menggunakan api kecil sampai kering.
Nah, Sobat Cahaya Islam, adapun hadits yang menjelaskan tentang keutamaan memuliakan tamu adalah,
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia memuliakan tamunya.” (Muttafaq ‘alaih)
Demikianlah informasi yang berkaitan dengan resep makanan hari raya idul fitri. Selamat merayakan hari lebaran semoga bahagia selalu.






























