Rayakan Maulid Nabi? Begini Etika Dalam Merayakan Maulid Nabi Dalam Islam

0
20
Rayakan Maulid Nabi dan Ini Etikanya Dalam Islam

Rayakan Maulid Nabi – Peringatan hari Maulid Nabi ini jatuh pada tanggal 12 Rabiul awal yang mana tepat di tanggal 29 Oktober 2020. Peringatan Maulid Nabi yang tidak lain adalah merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tentu saja menjadi hari istimewa bagi kaum muslimin. Sehingga tidak heran jika pada hari ini banyak kaum muslimin yang menyelenggarakan acara dalam rangka merayakan Maulid Nabi ini. Mulai dari pawai, membuat acara pengajian dan berbagai bentuk perayaan.

Rayakan Maulid Nabi dan Ini Menurut Hukum Islam

Sobat CahayaIslam, perayaan Maulid Nabi rasanya menjadi suatu peringatan yang sudah tidak asing lagi di kalangan kaum muslimin. Dalam islam sendiri, tidak ada larangan untuk merayakan hari Maulid Nabi. Apalagi dalam rangka mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai pengingat perjuangan beliau. Hanya saja, dalam perayaan-perayaan itupun tentu harus menyelaraskan dengan aturan islam. Lalu adakah etika yang harus kaum muslimin perhatikan dalam perayaan Maulid Nabi ini?

Rayakan Maulid Nabi? Ini Beberapa Etika Dalam Merayakan Maulid Nabi Dalam Islam

Rayakan Maulid Nabi dan Ini Etikanya Dalam Islam

Rayakan Maulid Nabi tidak terdapat larangannya dalam dalil atau ayat Al Quran. Namun meskipun begitu, perayaan tetaplah harus didasarkan pada aturan islam. Ini agar tidak menjadikan perayaan Maulid Nabi  melenceng atau keluar dari  batasan syariat islam. Apalagi beberapa pendapat ulama mengatakan perayaan Maulid Nabi inii termasuk bid’ah. Namun beberapa juga mengatakan adanya dalil dimana memperbolehkan perayaan untuk peringatan Maulid  Nabi.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(1)

Ayat ini menjadi salah satu pernyataan yang mencerminkan diperbolehkannya perayaan dari Maulid Nabi. Namun meskipun begitu, perayaan yang mana bukan merupakan anjuran dari ajaran islam. Ini perlu adanya etika agar perayaan dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak menyimpang dari aturan islam. Lalu apa saja etika dalam merayakan hari Maulid Nabi ini?

Meningkatkan Ibadah Kepada Allah

Rayakan Maulid Nabi dan Begini Etika Merayakan Maulid Nabi

Agar perayaan tidak melenceng dari aturan islam, maka Maulid Nabi bisa diisi dengan kegiatan ibadah. Selain meningkatkan ibadah kepada Allah, ini juga menjadikan perayaan justru sebagai amalan baik bagi kaum muslimin. Sehingga perayaan tidak akan jauh-jauh dari kegiatan yang bermanfaat apalagi melanggar syariat.

Mengisi Dengan Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah SAW

Dalam rangka memperingati  hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka hal yang tepat untuk dilakukan tentu menyuarakan pujian untuk beliau. Ini bisa dilakukan dengan mengisi  bacaan-bacaan shalawat kepada Rasulullah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(2)

Memberi Sedekah dan Meningkatkan Silaturahmi

Untuk mengisi perayaan agar menjadi bermanfaat bisa dilakukan dengan memperbanyak memberi sedekah kepada yang membutuhkan. Dan juga meningkatkan silaturahmi agar tercipta hubungan baik dengan sesama.

Mengadakan Pengajian Yang Berisi Anjuran Kebaikan

Etika dalam merayakan Maulid Nabi bisa dilakukan dengan mengadakan pengajian atau majelus ta’lim. Dimana dalam pengajian tersebut dapat diisi dengan anjuran kebaikan serta berbagai motivasi untuk meneladani Rasulullah SAW.

Rayakan Maulid Nabi – bukanlah hal dilarang dalam islam secara tegas. Namun meskipun begitu, untuk menanamkan nilai-nilai islam dengan benar maka perlunya etika dalam merayakan Maulid Nabi.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Yunus Ayat 58

(2) – Surat Al-Ahzab Ayat 56

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY