Waktu Diperbolehkan Bertayamum Dan Tata Cara Yang Sesuai Dengan Islam

0
377

Bersuci atau lebih dikenal dengan istilah thoharoh dalam kajian islam merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim. Baik laki-laki maupun perempuan, baik tua, muda maupun anak-anak. Dalam thoharoh dalam islam, kita mengenal adanya wudhu dan mandi junub. Wudhu adalah thoharoh yang digunakan untuk menghilangkan hadats kecil dan mandi junub berguna untuk menghilangkan hadats besar. Wudhu dan mandi junub, seperti yang telah kita ketahui keduanya menggunakan air sebagai alat untuk bersuci. Namun, selain 2 hal cara bersuci tersebut, ternyata masih ada satu lagi yaitu dengan tayamum. Namun tayamum tidaklah bisa kita pakai sebagai cara bersuci sewaktu-waktu. Kemudian kapan Waktu Diperbolehkan Bertayamum Dan Tata Cara Yang Sesuai Dengan Islam?

Waktu Diperbolehkan Bertayamum Dan Tata Cara Yang Sesuai Dengan Islam

Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk sholat 5 waktu dalam sehari dan untuk syarat sahnya sholat, maka kita harus bersih dari hadats kecil maupun besar. Baik badan kita, pakaian kita maupun tempat untuk sholat. Untuk menghilangkan hadats besar dan kecil tentunya kita harus bersuci terlebih dahulu. Namun bagaimana jika kondisi tidak ada air? Nah, inilah waktu yang secara umum dibolehkan untuk tayamum. Namun sebenarnya kapan menggunakan tayamum, dalam islam tidak hanya ketika tidak ada air saja, melainkan ada beberapa kondisi di mana diperbolehkan tayamum. Untuk lebih jelasnya, berikut sedikit kajian islam mengenai ulasan mengenai waktu kapan boleh bertayamum.

Waktu yang diperbolehkan untuk tayamum

Agama islam merupakan agama yang sebenarnya sangat mudah dan ringan. Hanya saja, terkadang manusianya saja yang selalu membuat sulit dirinya sendiri. Salah satu kemudahan dan keringanan tersebut adalah bersuci dengan tayamum. Untuk kapan menggunakan tayamum, kajian islam talah menganjurkan kepada umatnya untuk bertayamum dalam 4 kondisi yaitu : ketika tidak ada air sama sekali yang mana tidak diketemukan sumber air sama sekali, keadaan di mana air sangat terbatas dan khawatir tidak ada yang diminum, kondisi air yang terlalu dingin dan untuk menghangatkannya sangatlah sulit, dan terakhir ketika seorang muslim mengalami sakit dan kahawatir jika terkena air sakitnya akan bertambah parah.

Setelah kita mengetahui waktu kapan menggunakan tayamum yang dianjurkan oleh agama islam, yaitu kondisi tidak ada air atau ada tapi sangat terbatas. Nah, kemudian dengan apa kita bertayamum. Al Qur’an telah mengatur dan memberikan petunjuk mengenai apa saja yang ada di dalam semesta ini. Termasuk dalam hal tayamum. Tayamum telah diperintahkan secara jelas di dalam Al Qur’an surat An Nisa ayat 43 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari buang air atau telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci), usaplah mukamu dan tanganmu. Sesunguhnya Allah maha pemaaf lagi maha penyayang.“ [1]

Jadi walaupun tidak ada air, kita tetap harus bersuci. Yaitu dengan menggunakan tanah, pasir, ataupun juga debu yang suci untuk tayamum.

Tata cara bertayamum

Karena waktu kapan menggunakan tayamum adalah ketika kondisi tidak ada air untuk bersuci. Maka dalam bersuci kita dianjurkan untuk bertayamum menggunakan tanah atau debu. Tentu saja tata cara bertayamum berbeda dengan cara berwudhu. Berikut adalah tata cara tayamum yang dibahas dalam kajian islam :

Menempelkan kedua telapak tangan ke tanah, pasir, bebatuan atau dinding dengan satu kali pukulan. Kemudian diangkat telapak tangannya lalu ditiup.

Mengusap sekali saja punggung telapak kanan dan kiri bergantian sampai pergelangan tidak sampai siku,

Mengusap sekali saja wajah dengan kedua telapak tangan

Sobat cahaya islami demikianlah sedikit ulasan mengenai waktu kapan menggunakan tayamum yang tepat dan dibenarkan oleh syariat agama islam beserta tata cara bertayamum. Jadi waktu yang diperbolehkan untuk bertayamum adalah apabila di sekitar kita sangat sulit sekali untuk mendapatkan air atau ketika sakit dan takut jika terkena air maka akan semakin lama sembuhnya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk senantiasa bersuci dalam keadaan apapun.

[1] QS. An Nisa ayat 43

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!