Puasa di Swiss, Apa Saja Tantangannya?

0
1776
Puasa di Swiss

Puasa di Swiss – Menjalani ibadah puasa Ramadhan menjadi kewajiban bagi seluruh pemeluk agama Islam.

Surat Al Baqarah Ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ١٨٣

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Bagi sebagian negara yang minoritas umat Islam di dalamnya pasti mempunyai tantangan tersendiri dalam menjalankan puasa. Salah satunya Swiss, lalu seperti apa puasa di Swiss?

Bulan Ramadhan di Indonesia selalu identik dengan berbagai tradisi masyarakatnya. Mulai dari ngabuburit, bukber (buka puasa bersama), membangunkan sahur dengan gemuruh, hingga berburu makanan khas Ramadhan.

Namun berbeda dengan orang yang sedang berada di negara lain, sebab bukan hanya tidak bisa melakukan tradisi-tradisi sepertoi yang disebutkan di atas.

Namun mereka juga merasa kesulitan sebagai minoritas yang tinggal di negara lain.

Banyak WNI (Warga Negara Indonesia) yang tinggal di Swiss. Baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, urusan kerja bahkan berkuliah di negara tersebut.

Dari sebagian banyak orang yang pernah berada di Swiss pada saat Ramadhan tiba. Mereka mengaku menghadapi beberapa tantangan tersendiri saat menjalankan ibadah puasa.

Oleh sebab itu, perlu kita ketahui apa saja yang perlu kita persiapkan sebelum memutuskan untuk pergi ke Swiss pada saat bulan Ramadhan.

Tujuannya agar kita tetap bisa beradaptasi dengan ketentuan di sana namun masih bisa menunaikan kewajiban berpuasa.

Tantangan Menjalankan Puasa di Swiss

Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas apa saja hal-hal tersulit yang menantang kita saat akan menjalankan puasa di Swiss?

Apa saja yang perlu kita ketahui sebagai bekal mempersiapkan diri untuk kemungkinan berada di negara itu? Demikian ulasannya!

1.      Durasi yang Lebih Lama

Durasi berpuasa di Swiss terbilang lebih lama daripada di Indonesia. Sebab di sana kurang lebih 16 jam, sedangkan di Indonesia setiap tahunnya tidak mengalami perubahan yakni hanya 12 jam.

Adapun waktu imsak di Swiss dimulai pukul 05.00 waktu setempat, sementara waktu magrib baru tiba pukul 20.00.

Puasa di Swiss

Ada yang menarik lagi, yakni pada waktu mendekati Ramadhan berakhir. Waktu imsak justru semakin cepat dan waktu berbuka semakin lambat. Itu yang menjadikan durasi berpuasa semakin panjang dari hari-hari sebelumnya.

2.      Jauh dari Masjid

Tantangan selanjutnya adalah susah menemukan masjid saat berada di Swiss. Hal ini tentu sangat berbeda dengan Indonesia yang hampir setiap daerah memiliki paling tidak satu sampai dua masjid.

Terlebih di wilayah Frauenfeld, Swiss. Di mana untuk mencapai masjid, mengharuskan kita naik kereta untuk bisa sampai Zurich dan Wil.

Puasa di Swiss

Maka dari itu, banyak umat Muslim di Swiss yang memilih untuk melaksanakan tarawih di dalam rumah masing-masing. Berjamaah dengan anggota keluarga yang tinggal bersama.

3.      Tidak Terdengar Adzan

Karena lokasi masjid yang cukup jauh, tentu ini juga membuat umat Muslim yang berada di Swiss tidak mendengarkan kumandang adzan.

Padahal, selama menunaikan ibadah puasa adzan sangat dibutuhkan untuk mengetahui kapan waktu imsak dan berbuka tiba.

Beberapa cara yang akhirnya digunakan adalah menggantungkan informasi terkait waktu adzan melalui aplikasi pada ponsel.

Namun perlu diingat bahwa, puasa Ramadhan tetap menjadi kewajiban bagi umat Muslim di mana pun dia berada.

Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah Ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ – ١٨٥

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Nah, Sobat, demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja tantangan umat Muslim saat puasa di Swiss. Semoga artikel ini bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY