Popularitas Tahfidz di Indonesia

0
28
popularitas tahfidz

Berita Islami – Istilah tahfidz sudah masuk KBBI terbaru. Dikatakan bahwa kata ini berasal dari bahasa Arab dan artinya adalah hafalan. Dalam agama Islam sendiri tahfidz biasa dirujukkan pada umat Islam yang menghafalkan Alquran. Orang yang melakukannya biasa disebut sebagai hafiz. Nah kali ini kami akan membahas popularitas tahfidz di indonesia. yuk simak!

Popularitas Tahfidz di Indonesia

Nah, beberapa tahun terakhir ini, jika sobat cahayaIslam rajin mengikuti berita islam, maka kita bisa menemukan bahwa istilah ini semakin populer dan semakin banyak dipraktikkan. Tentu saja popularitasnya ikut diramaikan oleh media, baik media konvensional seperti televisi ataupun oleh media daring. Media berita daring selain ikut mengeksposnya juga ikut memberikan informasi-informasi lain seputar tahfiz.

Tahfidz dalam ajaran Islam

Menghafal Alquran adalah satu tindakan yang mulia. Dalam Alquran sendiri disebutkan sebagai berikut:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [1]

Berdasarkan ayat ini, bisa dilihat bahwa menghafalkan Alquran merupakan upaya untuk menjaga kemurnian Alquran. Ayat-ayat Alquran akan terus terjaga dalam ingatan umat Islam dan tak akan berubah sampai kapanpun. Ini tentu berbeda kasusnya dengan umat-umat agama lain yang sama sekali tak memiliki konsep tahfiz. Hanya agama Islam saja yang memiliki konsep ini yang kemudian dipraktikkan oleh banyak orang juga. Karena itu tidak mengherankan pula jika media berita islam akan ikut gembira untuk menyampaikan berita perihal tahfiz ini.

Bahkan jika membaca sejarah Islam, dikatakan sebelum terjadi proses pembukuan Alquran, Alquran dihafal oleh para sahabat. Itu adalah praktik yang kemudian menjadi dasar tradisi tahfiz ini sampai sekarang. Karena hafalan itulah maka tidak ada ayat Alquran yang hilang sama sekali dari ketika Alquran diturunkan sampai sekarang.

Praktik tahfiz ini sendiri bukan hanya berlangsung di Indonesia. Menyimak berita Islam dari negara-negara lain misalnya maka bisa ditemukan juga berita tentang anak kecil yang sudah hafal Alquran. Itu merupakan fenomena menakjubkan yang juga hanya bisa ditemukan di dalam agama Islam.

Tahfiz, Memahami, dan Mengamalkan Alquran

Praktik tahfiz sebenarnya merupakan proses awal. Akan sangat bagus jika selain menghafalkan Alquran juga diikuti dengan memahami maksud ayat-ayat Alquran. Langkah selanjutnya setelah memahami tentu saja adalah mempraktikkannya. Jangan sampai kemudian terjadi pertentangan praktik antara menghafalkan Alquran dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang juga dasarnya adalah Alquran.

Jangan sampai misalnya kita menghafalkan ayat-ayat Alquran tetapi kemudian ketika kita membaca berita islam mengenai umat Islam yang mengalami ketidakadilan atau bencana di daerah-daerah lain kita justru tidak tergerak untuk ikut membantu.

Untuk memahami ayat-ayat Alquran ada berbagai cara. Selain mempelajari bahasa Arab, kita juga bisa menggunakan terjemahan Alquran. Sudah ada banyak edisi cetak terjemahan Alquran yang diterbitkan dan dijual dengan harga terjangkau. Akan lebih baik misalnya jika terjemahan itu dicantumkan berdampingan dengan ayat-ayat Alquran sehingga setiap selesai menghafalkan kita juga bisa langsung membaca artinya dalam bahasa Indonesia.

Dengan demikian, selain hafalan kita bertambah, pengetahuan kita tentang ajaran agama Islam ikut bertambah juga. Kalau sudah demikian, maka selain mempraktikkannya, kita juga bisa ikut menyebarkan pengetahuan kita itu kepada orang lain, baik melalui kanal media sosial ataupun melalui kanal berita islam tertentu yang menerima tulisan kita.

Secara teori hal semacam itu tampak mudah, tetapi mempraktikkannya secara konsisten kadangkala tidak mudah. Bisa juga misalnya ketika kita mengirim tulisan kita berbagi pengetahuan tentang islam ke media berita islam, tulisan kita ternyata tidak lolos meja redaktur. Kalau sudah demikian maka kita harus tawakal dan tidak patah arang. Kita bisa mencoba lagi dan lagi sampai nantinya dimuat dan pengetahuan kita itu bisa dibaca oleh orang lain.


Catatan Kaki

[1] Q.S. Al-Hijr (15) ayat 9

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!