Pertamina Cilacap Terbakar Sudah Takdir, Bagaimana Memaknai Sebuah Takdir?

0
66
pertamina cilacap

Pertamina Cilacap – Kebakaran Pertamina Cilacap menjaid kesedihan bagi warga sekitar. Selain pandemi Covid -19 yang belum surut, masyarakat harus kembali menghadapi bencana kebakaran lagi. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi di wilayah Indramayu.

Sobat Cahaya Islam, kejadian kebakaran pada Pertamina Cilacap tentu tak terprediksi. Sebab biasanya manusia secara fitrah tak memikirkan kejadian yang menjadikan hati gundah gulana bahkan sampai kecewa. Hanya saja, sebagai kaum muslimin Allah SWT sudah mengabarkan terlebih dahulu bahwa umat harus mampu bersabar bila menghadapi berbagai ujian dan cobaan.

Bagaimana Umat Merespon Kejadian Kebakaran pada Pertamina Cilacap?

pertamina cilacap

Kebakaran bisa saja terjadi karena beberapa faktor. Pertama dari segi internal, artinya terdapat kelalaian pada diri manusia itu sendiri yang diberi amanah. Sedangkan yang kedua, bisa saja karena ada pengaruh dari eksternal.

Terlepas dari aspek internal maupun eksternal, maka umat harus mampu memahami kejadian tersebut sebagai bagian dari Sunnatullah. Selain itu, ibrah dari kebakaran Pertamina di Cilacap yakni umat semakin menyadari lemahnya diri sebagai manusia biasa.

Bagaimana Seharusnya Umat Memaknai Takdir?

pertamina cilacap

Dalam Islam, ketetapan Allah SWT bukanlah suatu ranah yang dapat dinalar. Apa yang terjadi pada manusia itu sendiri memang merupakan ketetapan dari Allah SWT namun ada andil aktivitas manusia di dalamnya. Bagaimana maksudnya?

Karena manusia tak dapat membahas masalah takdir, maka Allah SWT berikan kesempatan pada manusia untuk lebih berfikir pada aspek yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak dipertanggungjawabkan. Aspek inilah yang akan dinilai prosesnya oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni :

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗإِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚإِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah.” (QS. Al-Hajj: 70).

Walaupun sebenarnya, Allah SWT telah mengetahui sejak awal takdir manusia seperti apa, tapi manusia sama sekali tak mengetahui kejadian yang menimpa dirinya. Sehingga manusia wajib untuk mengusahakan sekaligus menerima akibat dari aktivitas yang sudah dilakukan.

Aspek yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh umat yakni jodoh, kematian dan rezeki. Ketiga hal ini tak perlu diungkit keberadaannya, datangnya kapan sebab memang sudah menjadi hak Allah SWT itu sendiri.

Hanya saja manusia memegang ranah yang bisa dipertanggungjawabkan, lebih tepatnya bagaimana umat mendapatkan jodoh serta menjemput kematian dan Rizki tersebut.

Misalnya saja, tatkala umat harus meninggal karena rumahnya berada di wilayah ranah bencana, maka tidak ada dosa atasnya. Namun yang menjadi dosa yakni terkait aktivitas yang dilakukan sebelumnya.

Apakah berbuat kemaksiatan atau menambah poin ibadah? Jika berbuat kemaksiatan maka pertanggungjawabannya adalah dimasukkan ke dalam neraka. Apabila berbuat kebaikan seperti meningkatkan ibadah berarti akan mendapatkan surga atasnya?

Bagaimana Dampak Negatif dari Umat yang tak Mampu Bersabar dengan Takdir?

Apabila umat tak dapat bersabar dengan ketetapan takdir yang ada, maka umat hany akan berada di masa keraguan semata. Terdapat beberapa hal sebagai akibat dari umat yang ragu bahkan menghakimi Allah SWT karena takdir yang tidak baik menurut sang hamba.

Perilaku seperti ini dapat menjauhkan umat muslim dengan Allah Ta’ala. Selain itu, hal tersebut juga menjadikan umat malah menyalahkan Allah Ta’ala. Jika hal ini berlalu begitu saja, maka dapat menjadikan umat tak lagi pantas menyandang gelar kaum muslimin.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah pandangan Islam terhadap kejaidan kebakaran Pertamina Cilacap. Semoga umat dapat lebih banyak mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Pun, umat semakin belajar memahami kelemahannya sebagai manusia biasa. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY